Viral curhat mahasiswa terancam putus kuliah jika isu beasiswa Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU) dihentikan benar terjadi. Curhatan tersebut disampaikan mahasiswa ini melalui pesan yang dikirimkan ke akun X @timpenguinnas.
Mahasiswa ini mengatakan apabila dirinya telah mendapat beasiswa dari Pemprov DKI Jakarta sejak SD sampai kuliah. Namun, beasiswanya bermasalah ketika Pj Gubenur Heru Budi Hartono membuat kebijakan baru.
BACA JUGA: Anies Baswedan soal Ledakan Suara PSI di Pemilu 2024: Kepercayaan Rakyat Bisa Hilang
Ia mengaku apabila dirinya tiba-tiba dimasukkan ke kategori mampu sehingga terancam tidak menerima KJMU.
"Topan izin dm, aku salah satu yang terdampak KJMU-nya, diputus. Btw aku dapet bantuan ini udah dari SD (KJP) dan lanjut terus sampai SMA gak pernah bermasalah tapi di semester 4 ini tiba-tiba Pak Heru ngeganti kebijakan," curhat sang mahasiswa dikutip pada Rabu (6/3/2024).
"Tiba-tiba dan gak ada transparasi soal desil DTKS, kita juga gak tahu penilaian desil ini kayak gimana sampe kita dinyatain mampu (desilnya >4) yang otomatis dinyatakan tidak layak menerima KJMU," sambungnya.
Mahasiswa tersebut mengaku dimasukkan ke desil 5 padahal sang ayah sudah pensiun. Desil dalam KJMU terbagi dalam empat kategori sangat miskin (Desil 1), miskin (Desil 2), hampir miskin (Desil 3), dan rentan miskin (Desil 4).
Ia sendiri heran bisa mendapatkan penilaian hingga masuk ke kelompok itu.
BACA JUGA: Gerindra Pastikan Jokowi Bakal Dapat Tempat Terbaik Jika Prabowo Jadi Presiden: Berdua Itu 'Bestie'
Ia juga mengalami kebingungan untuk kelanjutan pendidikannya. Ia merasa kesejahteraan pendidikan hanya bisa dinikmatinya saat kepemimpinan Gubenur Ahok sampai Gubenur Anies Baswedan saja.
"Udah gak tahu lagi pan harus gimana, pendidikan aku sejahtera dari masa Pak Ahok-Pak Anies tapi sekarang dalam sekejap langsung berubah kayak gini," ungkapnya.
"Aku gak berani bilang ke orangtua karena pasti mereka kebingungan. Aku beneran gak ngerti desil ini dari mana soalnya aja ngontrak." pungkasnya
Tak hanya satu mahasiswa penerima KJMU yang curhat terancam putus kuliah jika bantuan pendidikan ini dihentikan. Namun, masih banyak lagi mahasiswa yang mengirimkan curhatan serupa.
Cek berita dan artikel yang lain di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Ironi Rupiah Rp18.000: Turis Malaysia Borong Barang, Warga Lokal Menjerit
-
Sedotan Kertas Makin Banyak Digunakan, Benarkah Lebih Ramah Lingkungan?
-
Review Teach You a Lesson: Keadilan Datang dengan Cara yang Tidak Biasa
-
Di Bawah Rp1 Juta, FiiO EH13 Punya Fitur yang Ada di Headphone Rp2 Jutaan!
-
Harga Pertamax Rp16.250: Akankah Layanan GoRide Hemat Segera Dihapus?
Artikel Terkait
News
-
Dunia di Ambang Batas: Mungkinkah Kita Hidup Berkelanjutan dengan 12 Miliar Orang?
-
Awas! Ancaman Baru Credential Stuffing: Saat Bot AI Menyamar Menjadi Manusia
-
Resmi Naik! Harga Pertamax Tembus Rp16.250 per Liter Mulai 10 Juni 2026
-
Jelang Festival Film Purbalingga 2026, Puluhan Pemuda Desa Ikuti Pelatihan Pemutaran Film
-
Lebih dari Ruang Curhat, Persulungan Hadir sebagai Wadah Belajar dan Bertumbuh bagi Anak Sulung
Terkini
-
Ironi Rupiah Rp18.000: Turis Malaysia Borong Barang, Warga Lokal Menjerit
-
Sedotan Kertas Makin Banyak Digunakan, Benarkah Lebih Ramah Lingkungan?
-
Review Teach You a Lesson: Keadilan Datang dengan Cara yang Tidak Biasa
-
Di Bawah Rp1 Juta, FiiO EH13 Punya Fitur yang Ada di Headphone Rp2 Jutaan!
-
Harga Pertamax Rp16.250: Akankah Layanan GoRide Hemat Segera Dihapus?