Pertandingan tandang melawan Vietnam pada Selasa (26/3/2024) silam menjadi ajang debut bagi dua pemain anyar Timnas Indonesia, yakni Thom Haye dan Ragnar Oratmangoen. Menyadur laman Suara.com (26/3/2024) satu pemain debutan, yakni Ragnar Oratmangoen, sukses mewarnai pertandingan pertamanya itu dengan lesakan satu gol pada menit ke-24.
Sementara Thom Haye yang dimainkan di sektor tengah oleh pelatih Shin Tae-yong, juga tak kalah impresif dalam mewarnai laga perdananya untuk skuat Garuda tersebut. Berkolaborasi dengan Marselino Ferdinan di sentral permainan skuat Garuda, Thom Haye mampu menunjukkan impact yang berbeda dalam permainan skuat.
Meskipun tak banyak berlari, pemain yang kini memperkuat SC Heerenveen di kasta tertinggi Liga Belanda tersebut memperlihatkan sebuah permainan berkelas yang berlandaskan pada visi dan misi permainan serta bermain dengan menggunakan pikiran.
Disadari ataupun tidak, dari tiga gol yang diciptakan oleh Pasukan Merah Putih di kandang Pasukan Naga Emas, semuanya ada andil dari Thom Haye. Gol pertama dan kedua yang diciptakan oleh Jay Idzes dan Muhammad Ramadhan Sananta, bermula dari set piece tendangan sudut yang dieksekusi oleh Thom Haye.
Bola swing yang memanjakan para penerimanya, dilepaskan oleh Haye dari sisi kanan pertahanan Vietnam, dan sukses dikonversi menjadi gol oleh para pemain Garuda. Pun demikan halnya dengan gol kedua Timnas Indonesia yang diciptakan oleh Ragnar Oratmangoen.
Sebelum Oratmangoen mengeluarkan skill individual berujung robeknya gawang Nguyen Filip, Thom Haye ikut serta dalam mengotak-atik sektor sebelah kanan pertahanan Vietnam.
Distribusi bola satu-dua yang dia lakukan dengan Ragnar, Hubner dan Nathan di depan area penalti Vietnam, berujung pada terbukanya ruang bagi seorang Oratmangoen untuk melakukan penetrasi, dan pada akhirnya mampu melepaskan tembakan kaki kiri berbuah gol kedua Timnas Indonesia.
Jika melihat permainan Thom Haye yang berkelas seperti ini, sepertinya Timnas Indonesia harus sedikit menyesal. Bukan menyesal karena menaturalisasi Thom Haye, namun lebih ke menyesal mengapa tidak sedari dulu pemain yang satu ini dibidik, didekati dan dijadikan pemain Timnas Indonesia.
Pasalnya, jika kita menyadur laman transfermarkt.com, usia Thom Haye saat ini sudah tak muda lagi. Haye yang lahir pada 9 Februari 1995, saat ini sudah memasuki usia 29 tahun. Dan itu artinya, jika rata-rata pemain sepak bola non kiper bisa berkarier hingga usia 35-36 tahun, Haye akan ada di skuat Indonesia dalam rentang waktu maksimal 5 hingga 7 tahun saja. Itupun jika sang pemain tetap bisa menampilkan permainan yang stabil.
Jadi, sangat disayangkan memang, PSSI baru bisa menarik Haye ke Timnas Indonesia ketika sang pemain sudah berada di ambang kepala tiga. Mengapa tak sedari dulu saja?
Bikin tercengang media Vietnam
Kehadiran Thom Haye di skuad Timnas Indonesia mendapat sorotan dari media Vietnam, harga pasarannya bikin takjub seharga 10 kali lipat Nguyen Quang Hai.
Dua pemain naturalisasi keturunan Timnas Indonesia saat ini tengah jadi sorotan media Vietnam, Thom Haye dan Ragnar Oratmangoen. Mereka bisa tampil di laga kedua Timnas Indonesia versus Vietnam yang digelar di Hanoi pada Selasa (26/3/2024).
Proses perpindahan federasi Thom dan Ragnar disebut sudah selesai, syarat terakhir untuk keduanya bisa diturunkan Timnas Indonesia. Jika benar demikian maka lini tengah dan serang Timnas Indonesia akan ketambahan dua sosok penting yang bisa mengubah pola bermain.
Terlepas dari itu, publik Vietnam lebih tertarik menyoroti harga pasaran kedua pemain ini yang salah satunya bernilai 10 kali lipat harga bintang lokal mereka. Khususnya Thom Haye, nominal pasaran pemain SC Heerenveren ini 10 kali lipat dari harga pasaran saat ini Nguyen Quang Hai.
"Kedua pemain ini sama-sama bermain di Kejuaraan Nasional Belanda dan berjanji akan menambah kekuatan tim Indonesia secara signifikan," tulis Soha.vn.
"Ragnar Oratmangoen adalah gelandang kiri, saat ini bermain untuk FC Groningen dan dihargai 450.000 euro (sekitar 12 miliar VND) oleh situs transfer internasional Transfermarkt," lanjutnya.
"Sedangkan Thom Haye merupakan andalan Heerenveen Club. Pemain ini memiliki bakat bermain sebagai gelandang tengah tetapi juga bisa bermain sebagai gelandang serang," tulis Soha.vn.
"Khususnya, Transfermarkt menilai Thom Haye hingga 3 juta euro (hampir 81 miliar VND), tepatnya 10 kali lebih mahal dari Quang Hai," imbuhnya.
Baca Juga
-
Bukan Arab Saudi apalagi Qatar, Kepulangan 4 Tim Ini Bikin Greget Piala Dunia 2026 Jadi Berkurang
-
Piala Dunia 2026: 7 Wakil Asia Pulang Kampung, Qatar Harusnya Jadi yang Paling Malu!
-
Makin Hari Makin Terbukti, Qatar dan Arab Saudi Lolos ke Piala Dunia 2026 dengan Cara Ilegal
-
Portugal vs Kolombia: Laju Os Navegadores di Tangan Suasana Hati Bruno Fernandes
-
Meski Pulang dengan Satu Poin, Qatar Tetap Layak Dilabeli Badut Asia di Pentas Piala Dunia Kali Ini
Artikel Terkait
-
Kunjungi Indonesia, Legenda MU Edwin van der Sar Soroti Masa Depan Skuad Garuda
-
Kecewa Indonesia Tak ke Piala Dunia 2026, Van der Sar Kagum Suporter MU Cilik Tanah Air
-
Akhir Tragis Irak: Dulu Bantai Timnas Indonesia, Berakhir Bulan-bulanan di Piala Dunia 2026
-
Shin Tae-yong Turun Langsung Cek Fasilitas Persija, Persiapan Macan Kemayoran Menuju Musim Baru
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
News
-
Tak Lagi Asal Jalan: Standar Keamanan Jip Bromo Akan Segera Diperketat
-
Dolar AS Menguat, Haruskah Kita Mulai Mengencangkan Ikat Pinggang Sekarang?
-
Menjaga Nostalgia, Merangkul Semua: Upaya Orutaku Club Agar Tetap Inklusif
-
Pelajar SMP Indonesia Juara ESD Symposium di Malaysia, Kalahkan Peserta SMA dari Berbagai Negara
-
Transformasi Manajemen Masjid: Dosen UNY Latih Takmir di Klaten Bangun Ekosistem yang Solutif
Terkini
-
Giliran Beli Rumah Disebut MBR, Giliran Bayar Pajak Dianggap Kaya Raya
-
Bahaya! ATEEZ Terjebak dalam Pesona Magnetis dan Memabukkan di Lagu Bad
-
Di Bawah Rp30 Ribu! 5 Brightening Serum Aman untuk Pemula Atasi Kulit Kusam
-
Review Jack Ryan: Ghost War, Saat Sang Agen Menghadapi Musuh Masa Lalunya
-
Bukan Arab Saudi apalagi Qatar, Kepulangan 4 Tim Ini Bikin Greget Piala Dunia 2026 Jadi Berkurang