Media sosial khususnya X dihebohkan dengan kasus seorang mahasiswa Universitas Airlangga (Unair) plagiat tugas kuliah. Shafrina Putri Indira, mahasiswa jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) diduga melakukan plagiarisme tugas kuliah milik teman se-angkatannya bernama Putri Zahra.
Kasus tersebut menarik perhatian publik bermula dari thread di akun X yang diduga milik Putri Zahra.
BACA JUGA: Publik Mengeluh THR Tahun Ini Kena Pajak: Potongannya Besar Banget
"ada bjir SELEB uner di kelas gue yang personal branding di instagram & tiktok keren, aktif berorganisasi, ikut banyak kepanitiaan, public speaking skills bagus, punya banyak relasi ke kating & dosen, tapi (PLAGIAT TUGAS GUE PLEK KETIPLEK CUMA GANTI NAMA DOANG))," bunyi salah satu cuitan unggahan akun @wkwkingatmyself dikutip pada Jumat (29/3/2024).
Ketika thread ini viral Shafrina menghubungi Putri untuk meminta maaf serta menjelaskan alasannya melakukan plagiarisme. Setelah itu, Putri meminta netizen tidak lagi membully Shafrina karena enggan hubungan baik mereka rusak.
Pihak FEB Unair pun telah melakukan rilis pers melalui akun resmi Instagram mereka. Salah satu poin pernyataannya mengakui bahwa Shafrina tanpa menyebutkan nama telah melakukan plagiarisme dan dijatuhi sanksi.
Sementara itu, Shafrina membuat video klarifikasi bersama dengan Putri usai pihak FEB Unair membuat rilis pers. Shafrina meminta maaf atas tindakan plagiarismenya yang menimbulkan kegaduhan publik.
Ia juga meminta maaf kepada Putri dan mengaku siap menerima sanksi.
"Saya Shafrina bersama ini atas nama pribadi hendak memohon maaf kepada rekan saya Putri, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, dan Universitas Airlangga karena telah mengakibatkan kegaduhan atas perbuatan yang telah saya lakukan. Saya mengakui telah melakukan perbuatan plagiasi," ucap Shafrina.
"Dengan ini saya hendak dengan tulus meminta maaf kepada rekan saya Putri dan saya bersedia menerima sanksi atas tindakan yang telah saya lakukan," sambungnya.
Putri Zahra mengucapkan permohonan maaf pula karena merasa kurang bijak dalam menyikapi masalah ini. Ia berjanji akan lebih bijak dalam menggunakan media sosial.
Putri juga telah berterima kasih karena Shafrina sudah meminta maaf dan mengakui kesalahan.
BACA JUGA: Adu Rumah Mewah Suami Sandra Dewi Vs Helena Lim, Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Timah Rp271 Triliun
"Saya Putri Zahra meminta maaf karena telah menyikapi permasalahan ini dengan kurang bijaksana. Permasalahan ini menjadi pembelajaran bagi saya untuk lebih bijaksana dalam menggunakan media sosial," ungkap Putri.
"Saya berterima kasih kepada Shafrina karena telah mengakui kesalahannya dan meminta maaf kepada saya. Saya telah memaafkan tindakan plagiasi yang dilakukan oleh Shafrina. Saya juga berterima kasih kepada Fakultas Ekonomi dan Bisnis yang telah menindaklanjuti ini dengan baik." pungkasnya.
Meskipun masalah ini sudah diselesaikan oleh Shafrina dan Putri tetapi banyak netizen yang geram. Menilik dari akun X @tanyakanrl, sejumlah netizen menyayangkan Putri sebagai korban harus ikut meminta maaf dalam kasus tersebut.
"Masih aja korban ikut klarif, gunanya buat apa si? Kasian liatnya, dia korbannya, dia ikut minta maaf, ikut klarif, ngeliatin muka korban pula. Jangan lagi lah, di masalah apapun next time yang harusnya minta maaf sama klarif itu cukup yang bermasalah aja korban jangan." cuit netizen.
"Gak paham lagi, bayangin lu memperjuangkan hak lu kalau gasuka dicontek eh malah disuruh membersihkan nama baik sama yang nyontek karena yang nyontek gak terima kalau namanya jadi jelek. Dahlah," komentar yang lain.
"Lu yang plagiat, lu juga yang suruh korban minta maaf. safira nih waras gak sih? Sampe kesel liat dia, apalagi circle dia juga ikut mojokin korban," ujar lainnya.
Cek berita dan artikel yang lain di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Godlob Karya Danarto: Menjelajah Dunia Tak Masuk Akal yang Terasa Nyata
-
Pocong Berdarah di Dahan Sengon Buto yang Dilihat oleh Lek Salim
-
Mengapa Toyota Supra MK4 dan Nissan GT-R R34 Jadi Mobil Favorit Banyak Orang?
-
Privilege yang Tak Terlihat: Mengapa Kita Sering Menghakimi Tanpa Memahami?
-
Lampu Kristal di Rumah Triplek: Analisis Mahasiswa IT soal Digitalisasi Pemerintah yang Rapuh
Artikel Terkait
News
-
Bukan Sekadar Melindungi Rakyat, Ini Alasan Pemerintah Menahan Kenaikan BBM
-
STY Hadir! Intip Keseruan Pacuan Kuda Triple Crown 2026 di Jogja Bareng 12 Ribu Penonton
-
Yoursay Class: Tak Sekadar Curhat, Ini Cara Menulis Opini Personal yang Relatable dan Berdampak
-
Soleh Solihun Akhirnya Kasih Standing Ovation untuk 2 Peserta Indonesian Idol
-
Kaget Pas Lagi Jalan? Drama Baliho "Aku Harus Mati" yang Berujung Turun Panggung
Terkini
-
Godlob Karya Danarto: Menjelajah Dunia Tak Masuk Akal yang Terasa Nyata
-
Pocong Berdarah di Dahan Sengon Buto yang Dilihat oleh Lek Salim
-
Mengapa Toyota Supra MK4 dan Nissan GT-R R34 Jadi Mobil Favorit Banyak Orang?
-
Privilege yang Tak Terlihat: Mengapa Kita Sering Menghakimi Tanpa Memahami?
-
Lampu Kristal di Rumah Triplek: Analisis Mahasiswa IT soal Digitalisasi Pemerintah yang Rapuh