Dikutip dari RRI.co.id (2023) Badan Pusat Statistik (BPS) merilis Sensus Pertanian 2023 Tahap I yang menunjukkan bahwa dalam 10 tahun terakhir petani muda (Generasi Z atau milenial) mengalami penurunan. Jumlah petani muda yang berusia 25-34 tahun turun dari 11,97% pada tahun 2013, kini menjadi 10,24% pada tahun 2023.
Penurunan minat generasi muda terhadap pertanian menjadi fenomena yang cukup serius, sekaligus menjadi tantangan untuk Indonesia ke depannya dalam hal lapangan pekerjaan sebagai petani yang akan semakin berkurang. Tantangan itu ternyata juga dirasakan oleh Komunitas Petani Muda Jogja yang baru dibentuk pada Juni 2024 lalu. Inisiator terbentuknya komunitas ini yaitu H. Habib Syaifullah atau akrab disapa Ipunk mengatakan tantangan utama dari Komunitas Petani Muda Jogja adalah banyaknya anak muda yang tidak tertarik pada dunia pertanian. Padahal target utama Komunitas Petani Muda Jogja adalah anak-anak muda.
“Tantangannya karena memang targetnya adalah anak-anak muda sebagai penerus, itu anak-anak muda kan nggak banyak yang tertarik dengan dunia pertanian sebenarnya dan itu jadi satu tantangan tersendiri” katanya saat diwawancara pada Sabtu, 19 Oktober 2024.
Dari tantangan itulah yang membuatnya menciptakan program-program yang dikemas dengan menarik. Salah satunya adalah membuat program kolaborasi dengan komunitas di luar pertanian, seperti Komunitas Trash Hero, Komunitas Srawung, dan juga mengundang komunitas volunter dari dalam maupun luar negeri.
“Sehingga yang coba kami tawarkan itu bagaimana membungkus program ini secara menarik. Salah satunya dengan program kolaborasi dengan komunitas di luar pertanian. Kami juga sering mengundang beberapa volunter-volunter dari luar, bulan lalu ada volunter dari Perancis dan tadi juga ada teman dari Jepang,” tambah Ipunk.
Dalam upaya menarik minat generasi muda mengenal dunia pertanian, Komunitas Petani Muda Jogja menginisiasi proyek baru dengan rencana membuka lahan di daerah Bangunjiwo dengan konsep farm culture. Melalui desain pertanian yang inovatif dan menarik, Komunitas Petani Muda Jogja berharap dapat menciptakan ruang belajar yang inspiratif dan mendorong lebih banyak generasi muda yang memiliki minat belajar dunia pertanian.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS.
Baca Juga
Artikel Terkait
-
Petani Muda Aceh Bersyukur Mendapatkan Kesejahteraan dari Pertanian Modern
-
Kisah Sukses Pertanian Organik MSTECH
-
Sarisa Merapi: Lebih dari Olahan Salak, Intip Inovasi Uniknya
-
Dapur Jadi Fashion, Omah Pandam Hadirkan Fashion Berkelanjutan dari Daun Pandan
-
Asal Usul Nama Cemara Trashion Terungkap! Simak di Sini!
News
-
Kode Redeem Genshin Impact Hari Ini, Hadirkan Hadiah Menarik dan Seru
-
Pasar Literasi Jogja 2025: Memupuk Literasi, Menyemai Budaya Membaca
-
Bukan Hanya Kembali Suci, Ternyata Begini Arti Idulfitri Menurut Pendapat Ulama
-
Contoh Khutbah Idul Fitri Bahasa Jawa yang Menyentuh dan Memotivasi
-
Hikmat, Jamaah Surau Nurul Hidayah Adakan Syukuran Ramadhan
Terkini
-
Webtoon My Reason to Die: Kisah Haru Cinta Pertama dengan Alur Tak Terduga
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat
-
3 Tahun Hiatus, Yook Sung Jae Beberkan Alasan Bintangi 'The Haunted Palace'
-
Review Novel 'Kokokan Mencari Arumbawangi': Nilai Tradisi di Dunia Modern
-
Hanya 4 Hari! Film Horor Pabrik Gula Capai 1 Juta Penonton di Bioskop