Mahasiswa Program Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM), Kelompok 066 Gelombang 01 dari Universitas Muhammadiyah Malang, berhasil mengimplementasikan inovasi teknologi sederhana berupa modul lampu otomatis di musholla rest area Desa Petungsewu, Kecamatan Dau, Malang. Proyek ini bertujuan untuk meningkatkan kenyamanan dan efisiensi energi bagi para pengguna musholla, terutama bagi mereka yang singgah saat malam hari.
Kelompok mahasiswa yang tergabung dalam PMM Kelompok 066 Gelombang 01 menjalankan program ini sebagai bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat melalui solusi teknologi yang tepat guna.
Modul lampu otomatis ini dirancang agar lampu dapat menyala dan mati secara otomatis sesuai jadwal penggunaan musholla, yaitu pada waktu-waktu sholat. Teknologi ini mengandalkan perangkat seperti ESP32, modul RTC, dan LDR sebagai komponen utama untuk mendeteksi waktu dan kondisi cahaya, sehingga lampu hanya menyala ketika diperlukan.
"Kami melihat bahwa musholla di rest area ini sering kali lupa dimatikan lampunya setelah digunakan, sehingga energi terbuang sia-sia. Dengan modul lampu otomatis ini, kami berharap bisa membantu masyarakat menghemat energi," ujar Rizqy Raka Bayu Aji, Koordinator Kelompok PMM.
Proses pemasangan modul ini dilakukan bersama warga setempat. Dalam proses ini, warga juga diberikan edukasi tentang cara kerja teknologi dan bagaimana merawat perangkat agar tetap berfungsi dengan baik dalam jangka waktu yang panjang.
Salah satu warga Desa Petungsewu menyampaikan rasa terima kasihnya, "Kami senang bisa bekerja sama dengan mahasiswa untuk meningkatkan fasilitas musholla kami. Ini sangat membantu, apalagi musholla ini sering digunakan oleh pengunjung rest area maupun warga setempat."
Pemasangan modul lampu otomatis ini hanyalah salah satu dari beberapa program yang dijalankan oleh Kelompok 066 Gelombang 01 PMM Universitas Muhammadiyah Malang di Desa Petungsewu. Selain itu, kelompok mahasiswa ini juga melibatkan diri dalam berbagai kegiatan yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.
Inovasi sederhana ini diharapkan dapat menginspirasi desa-desa lain untuk memanfaatkan teknologi tepat guna dalam meningkatkan fasilitas umum yang ada. Program PMM ini menjadi bukti nyata kontribusi mahasiswa dalam membangun negeri, yang dimulai dari pemberdayaan masyarakat desa. Dengan adanya program ini, diharapkan fasilitas umum seperti musholla bisa lebih efisien dan ramah lingkungan.
Tag
Baca Juga
Artikel Terkait
-
Ribuan Mahasiswa dan Masyarakat Sipil Bersatu Demo 'Indonesia Gelap' Siang Ini, Longmarch dari TIM ke Patung Kuda
-
Refleksi dari Demonstrasi #IndonesiaGelap
-
Indonesia Gelap: Saat Mahasiswa Kembali Menjadi Agen Perubahan
-
Demo Ricuh Indonesia Gelap: Mahasiswa Robohkan Barikade, Mensesneg Utusan Prabowo Temui Massa!
-
Demo Memanas! Mahasiswa Tarik Barier Beton di Depan Istana
News
-
Sweet Child O' Mine Guns N' Roses: Cinta Axl Rose dan Kenangan Masa Remaja
-
Gaji Dipotong Pajak tapi Cari Kerja Susah, Wajar Kalau Gen Z Makin 'Galak' soal APBN!
-
Belajar dari Ubud, I Made Gunarta Dorong Ekosistem Wellness di JCWF 2026
-
Sebut Mirip Orba, Pakar UGM Kritik Pemasangan Kawat Berduri di Jogja
-
Krisis Sampah Perkotaan, Mengapa Perempuan Jadi yang Paling Terdampak?
Terkini
-
Mengenal Investasi dari Layar Ponsel Bersama New BIONS
-
Menggugat Empati Sineas Lewat Film Putri, Jangan Gentayangan Lagi: Menghibur atau Mengeksploitasi?
-
Fakta Unik Daun Salam: Bumbu Masakan Rumahan yang Jadi Simbol Berbagi di Pedesaan
-
489 Hektare Hutan Malang Selatan Hilang, Kini 63 Hektare Kembali Terancam
-
PIH dan Kusam Auto Hempas! 4 Pelembap Pencerah Kemasan Tube Lebih Higienis