Akrab disebut sebagai kota pelajar, Yogyakarta menjadi salah satu kota impian banyak orang sebagai destinasi menempuh pendidikan. Bagaimana tidak, di Yogyakarta ada banyak sekali perguruan tinggi negeri dan swasta yang berkualitas baik.
Banyak orang berlomba-lomba supaya lolos seleksi masuk perguruan tinggi impian mereka di kota ini. Tidak hanya mereka yang berasal dari Indonesia, cukup banyak juga mahasiswa dari berbagai negara yang memilih belajar bahasa Indonesia di universitas yang ada di Yogyakarta.
Hingga saat ini, sudah ada banyak universitas di Yogyakarta yang menyediakan lembaga pelatihan bahasa. Di lembaga tersebut, mahasiswa dari luar negeri bisa mempelajari bahasa dan budaya Indonesia yang dikemas dalam program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA). Salah satu universitas swasta yang menyelenggarakan program BIPA adalah Universitas Atma Jaya Yogyakarta.
Sebagai salah satu bentuk peringatan Dies Natalis UAJY ke-60, Kantor Pelatihan Bahasa dan Budaya Universitas Atma Jaya Yogyakarta (KPBB UAJY) menyelenggarakan kegiatan khusus bagi mahasiswa dari luar negeri yang tengah menempuh program BIPA.
Kegiatan tersebut merupakan lomba bercerita dongeng menggunakan bahasa Indonesia. Bertemakan “Dongengmu dalam Bahasaku”, mahasiswa BIPA diminta menceritakan dongeng khas negara asal mereka masing-masing dalam bahasa Indonesia.
Lomba yang diselenggarakan di Ruang Beijing KPBB, Gedung Alfonsus Kampus I UAJY (25/4/2025) ini diikuti oleh 16 peserta dari berbagai negara, seperti Timor Leste, Mesir, Tiongkok, Jepang, Laos, Filipina, dan Pakistan. Para peserta ini bukan hanya mahasiswa BIPA di UAJY, tetapi juga dari berbagai universitas yang ada di Yogyakarta.
Selama kegiatan berlangsung, para peserta yang secara bergiliran menceritakan dongeng cerita rakyat khas negara asal mereka tampak begitu antusias dalam membawakan cerita.
Tidak hanya antusiasme yang mereka pancarkan, totalitas dalam membawakan cerita juga tampak dalam visualisasi animasi dan properti yang mereka gunakan supaya pesan dari cerita bisa sampai ke penonton.
Dari kompetisi cerita dongeng ini, didapatkan 3 orang pemenang. Mereka adalah Zessia Lania da Silva Gomes dari Timor Leste yang meraih juara 1, Li Yujing dari Tiongkok meraih yang juara 2, dan Zainelabdin Gehad Mohammed dari Mesir yang meraih juara 3.
Alexander Mario Amarta selaku salah satu juri dalam kegiatan lomba ini merasa sangat bangga dengan semangat dan keberanian para peserta dalam membawakan dongeng dalam bahasa Indonesia. Beliau mengapresiasi usaha mereka dalam menampilkan penampilan terbaik mereka menggunakan bahasa yang bisa dikatakan baru bagi mereka.
Menurut beliau, keberhasilan para peserta dalam kegiatan ini bukan hanya dari keberhasilan mereka dalam berkompetisi. Namun, mereka juga berhasil menerapkan ilmu berkomunikasi menggunakan bahasa Indonesia yang telah dipelajari selama berproses dalam program BIPA.
Pendapat serupa juga diungkapkan oleh R.A. Vita N.P. Astuti, S.Pd., M.Hum., Ph.D. selaku kepala KPBB. Menurut beliau, kegiatan ini bukan hanya bertujuan untuk berkompetisi. Melalui kompetisi ini, para peserta dari berbagai universitas diharapkan dapat saling mengenal dan berbagi pengalaman belajar bahasa Indonesia.
Selain itu, kompetisi ini juga sebagai sarana untuk menunjukkan bahwa bahasa Indonesia merupakan salah satu bahasa yang mudah dan menyenangkan untuk dipelajari.
Selain menjadi sarana bertukar pengalaman belajar antarmahasiswa dari berbagai universitas, lomba dongeng yang merupakan rangkaian Dies Natalis UAJY ke-60 ini juga diharapkan dapat menambah wawasan masyarakat luas. Melalui kegiatan ini, diharapkan bahasa dan budaya Indonesia dapat lebih dikenal secara luas dalam lingkup internasional.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Land of Beauty 2025 Yogyakarta: Surga Belanja Produk Kecantikan hingga Aksi Peduli Lingkungan
-
Selalu Ada di Nadimu: Soundtrack Film Jumbo yang Menggugah Inner Child
-
Tren Girl Canon Events: Sarana Refleksi Perjalanan Hidup Perempuan
-
Stop Normalisasi Bertanya Kapan di Hari Raya!
-
Dari Lagu Sialnya, Hidup Tetap Berjalan Jadi Untungnya, Hidup Tetap Berjalan
Artikel Terkait
-
Mahasiswa Amikom Yogyakarta Angkat Isu Budaya dan Kelompok Marginal di Karya Dokumenter Terbaru
-
Jelajah Seru Keindahan Jawa Tengah dengan Teknologi Roadsync, Cerita di Balik Setang Honda PCX160
-
Lokasi Samsat Keliling Jogja Terlengkap! Manfaatkan Pemutihan Pajak 2025
-
Dana Keistimewaan DIY Lahirkan 4 Film Pendek, Siap Menggugah Hati dan Pikiran!
-
DMC Dompet Dhuafa Luncurkan Program Sedekah Pohon untuk Peringati Hari Bumi
News
-
Social Battery Habis Lebaran? Ini Trik 'Kabur' Elegan Tanpa Dicap Sombong
-
Basa-Basi Digital yang Hampa Bikin Silaturahmi Terasa Capek dan Melelahkan
-
Yakin Itu Self Reward? Jangan-Jangan Kamu Sedang Self Sabotage
-
Gaji Ratusan Ribu, Tanggung Jawab Selangit: Ironi Guru Honorer sang "Iron Man" Pendidikan
-
Bukan Cuma Luka di Kulit, Demokrasi Kita Juga Ikut Cedera Gara-Gara Cairan Keras
Terkini
-
Gentayangan karya Intan Paramaditha: Menjadi "Cewek Bandel" di Balik Pilihan Sulit
-
Duel Karbo Lebaran: Ketupat vs Nasi, Siapa yang Paling Bikin Gula Darah Meroket?
-
Dari Rumah Penuh Konflik ke Puncak Kesuksesan: Transformasi Jennifer Lawrence di Film Joy
-
Ulasan Film Na Willa: Nostalgia Hangat yang Bikin Rindu Masa Kecil
-
Seiyu Awards 2026 Umumkan Pemenang, VA Denji Chainsaw Man Bawa Pulang Piala