- Nadiem Makarim dinilai sebagai sosok yang bersih secara integritas, namun sama sekali tidak memahami cara kerja birokrasi dan pemerintahan.
- Selama menjabat, Nadiem hampir tidak pernah mengunjungi kampus atau berdialog dengan para rektor, hingga membuat mereka merasa diabaikan.
- Gaya kepemimpinan Nadiem dianggap terlalu berorientasi start-up ("kayak ngatur ojek") sehingga tidak efektif untuk mengelola kementerian yang kompleks.
Di saat publik ramai membahas kasus korupsi Nadiem Makarim, mantan Menko Polhukam Mahfud MD muncul dengan sebuah analisis tajam yang langsung viral. Bukan sekadar mengkritik, Mahfud membedah habis sisi lain Nadiem yang selama ini tertutup citra "anak muda hebat" dan inovatif.
Dalam pandangannya, Mahfud melontarkan sebuah diagnosis "skakmat": Nadiem adalah orang yang bersih secara integritas, namun sama sekali tidak memahami cara kerja birokrasi dan pemerintahan. Ketidakpahaman inilah yang diyakini menjadi akar dari berbagai masalah di kementeriannya.
Menteri yang Tak Pernah Menyapa Kampusnya Sendiri
Salah satu kritik paling telak dari Mahfud adalah soal minimnya interaksi Nadiem dengan dunia pendidikan yang seharusnya ia pimpin. Mahfud dengan tegas menyatakan bahwa Nadiem hampir tidak pernah menginjakkan kaki di kampus-kampus selama menjabat.
"Bayangkan Nadiem Makarim itu selama zaman menjadi menteri itu gak pernah sekalipun datang ke kampus perguruan tinggi," tegas Mahfud.
"Ke UI sekali kalau gak salah itu melantik aja. Bukan memberikan arahan kebijakan," tambahnya.
Kondisi ini begitu parah hingga Mahfud harus turun tangan langsung memfasilitasi pertemuan virtual antara Nadiem dan para rektor se-Indonesia atas perintah Presiden. Reaksi para rektor saat itu, menurut Mahfud, sangat menyedihkan dan menunjukkan betapa mereka merasa "tak punya menteri".
"Profesor rektor. Mereka bilang alhamdulillah menteri bisa menegur kami. Selama ini kami gak pernah. Rektor Universitas Diponegoro bahkan berteriak di zoom, 'Alhamdulillah ada kebijakan. Kami selama ini gak pernah diberi arahan gak pernah ketemu. Ada Pak Nadiem hadir ada'," cerita Mahfud, menirukan curahan hati para rektor.
Diagnosis Utama: Bersih, tapi Nol Pemahaman Birokrasi
Dari pengalamannya, Mahfud sampai pada sebuah kesimpulan yang kini menjadi sorotan utama.
"Nadiem itu adalah orang yang bersih tetapi tidak paham birokrasi dan pemerintahan. Itu satu," ujarnya.
Menurut Mahfud, Nadiem membawa mindset start-up dan bisnis ojek online ke dalam pemerintahan, sebuah pendekatan yang sama sekali tidak cocok.
Ia berpikir semua bisa diselesaikan secara taktis dan cepat dengan "tap tap tap", padahal birokrasi memiliki alur, aturan, dan hierarki yang kompleks.
Ketidakpahaman ini juga yang membuat Nadiem menjadi sosok yang sangat sulit diakses, bahkan oleh pejabat tinggi negara. Pertemuan pun harus dilakukan di hotel, bukan di kantor kementerian, sebuah anomali bagi seorang pejabat publik.
Pujian yang Diiringi Catatan Kritis
Mahfud mengakui bahwa di awal, publik, termasuk dirinya, melihat Nadiem sebagai sosok membanggakan yang bisa membuat gebrakan. Namun, ia dengan cepat memberi catatan kritis bahwa Nadiem sebenarnya tidak punya rekam jejak sama sekali di bidang pendidikan.
Kombinasi antara ketiadaan rekam jejak, ketidakpahaman birokrasi, dan gaya kerja yang eksklusif inilah yang pada akhirnya dinilai menjadi formula bencana bagi kementerian yang sarat dengan anggaran besar dan tanggung jawab vital.
Baca Juga
-
Dracula Perempuan dari Hungaria: Kisah Kelam Sang Bangsawan Pembantai
-
Dunia di Ambang Batas: Mungkinkah Kita Hidup Berkelanjutan dengan 12 Miliar Orang?
-
Mulai 3 Jutaan! 4 Rekomendasi AC Inverter 1 PK dengan Watt Rendah
-
Rating Melejit, Pemain dan Kru My Royal Nemesis Rencanakan Trip ke Vietnam
-
Ulasan Film Garuda di Dadaku: Animasi Epik yang Membakar Semangat Muda!
Artikel Terkait
-
Mahfud MD Terus Terang: Nadiem Makarim Orang Bersih, Tapi..
-
Ironi Nadiem Makarim: Ayahnya, Nono Anwar Makarim, Dikenal sebagai Pengacara dan Aktivis Antikorupsi
-
"Curhat' Mahfud MD soal Nadiem Sebenarnya Bongkar Borok Istana?
-
2 Hal Ini Bikin Eks Pimpinan KPK Miris Dengar Nadiem Makarim Jadi Tersangka, Singgung Nama Jokowi
-
Mahfud MD Memprediksi Akan Ada Reshuffle Lagi Oktober Mendatang
News
-
Dunia di Ambang Batas: Mungkinkah Kita Hidup Berkelanjutan dengan 12 Miliar Orang?
-
Awas! Ancaman Baru Credential Stuffing: Saat Bot AI Menyamar Menjadi Manusia
-
Resmi Naik! Harga Pertamax Tembus Rp16.250 per Liter Mulai 10 Juni 2026
-
Jelang Festival Film Purbalingga 2026, Puluhan Pemuda Desa Ikuti Pelatihan Pemutaran Film
-
Lebih dari Ruang Curhat, Persulungan Hadir sebagai Wadah Belajar dan Bertumbuh bagi Anak Sulung
Terkini
-
Dracula Perempuan dari Hungaria: Kisah Kelam Sang Bangsawan Pembantai
-
Mulai 3 Jutaan! 4 Rekomendasi AC Inverter 1 PK dengan Watt Rendah
-
Rating Melejit, Pemain dan Kru My Royal Nemesis Rencanakan Trip ke Vietnam
-
Ulasan Film Garuda di Dadaku: Animasi Epik yang Membakar Semangat Muda!
-
Dua Sisi: Belajar Menerima Kehidupan dari Berbagai Sudut Pandang