Pendhapa Art Space kembali menghadirkan ruang kreatif yang inklusif bagi anak-anak melalui kegiatan Art Fun PAS for Children.
Showcase ini akan berlangsung dari 18 - 31 Oktober 2025 di Pendhapa Art Space, menampilkan hasil karya serta proses belajar anak-anak dalam mengenal seni patung.
Lebih dari sekadar pameran, kegiatan ini menjadi ruang tumbuh bagi anak-anak dari berbagai latar belakang termasuk penyandang disabilitas untuk mengenal seni rupa dengan cara yang menyenangkan.
Melalui sentuhan tangan mereka sendiri, anak-anak belajar bahwa seni bukan hanya soal hasil akhir, tapi juga tentang proses, pengalaman, dan keberanian untuk mencoba.
Mengenal Lebih Dekat Rangkaian Showcase Pendhapa Art Space
Agenda kegiatan meliputi pembukaan pameran (18 Oktober), Pop-up Market (18–19 Oktober), Pameran Art Fun PAS Showcase (19–31 Oktober), Workshop Melukis Ornamen Magnetik (19–31 Oktober), Art Fun PAS for Children edisi 10 (25 Oktober), dan Workshop Pendampingan Disabilitas di Ruang Seni bersama Jogja Disability Art (30 Oktober).
Pameran ini menampilkan kreasi patung partisipan Art Fun PAS for Children yang merupakan siswa-siswi dari Sanggar Omah Joged Pramesthi, Jogja Disability Arts, Potads (Perkumpulan Orang Tua Anak dengan Down Syndrome), Sandjivvane Integrative Support, Sanggar Anak Alam (Salam), SDN 1 Sewon Bantul, dan MI Al Ma’had An Nur Bantul.
Kegiatan ini didukung oleh Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, Dana Indonesia, dan LPDP. Jumlah siswa dalam satu sesi sekitar 15 anak, dengan total kurang lebih 150 peserta dari 10 kali workshop.
Manajer Program, Hadiwan Prayogo, menjelaskan bahwa Art Fun PAS for Children merupakan kegiatan edukasi yang menjadi bagian dari Pendhapa Institute, salah satu program jangka panjang dari Pendhapa Art Space.
“Pendhapa Art Space tahun ini memang sedang merancang satu program jangka panjang bernama Pendhapa Institute. Nah, bagian dari program itu kami mulai dengan kegiatan workshop mematung yang kami beri nama Art Fun PAS for Children. Partisipan kami fokuskan pada anak-anak usia 5–12 tahun,” ujar Prayogo, Jumat (17/10/2025).
Menumbuhkan Kreativitas Anak Melalui Seni Patung
Prayogo menjelaskan alasan memilih workshop yang melibatkan anak-anak dalam seni patung. Menurutnya, kegiatan semacam ini masih jarang diadakan di Yogyakarta.
“Workshop yang mengeksplorasi seni patung untuk anak-anak masih jarang di Yogyakarta. Jadi kegiatan ini untuk mengenalkan seni patung dari segi teknik dan metode, yang kami rasa penting difasilitasi bagi anak-anak,” katanya.
Ia menegaskan bahwa Art Fun PAS for Children lebih menekankan pada proses belajar anak, bukan pada hasil akhir karya. Showcase ini menjadi bagian dari pendidikan seni yang berfokus pada perjalanan anak-anak.
“Karena kegiatan kami adalah showcase, kami ingin menampilkan proses belajar, meskipun yang ditampilkan adalah hasil karya workshop. Esensinya bukan pada hasil, melainkan pada prosesnya,” jelasnya.
Direktur Pendhapa Art Space, Ganes Satya Aji, juga menjelaskan pentingnya seni patung dalam pendidikan anak. Ia berharap Pendhapa Institute menjadi lembaga edukasi seni berbasis pengalaman yang berkelanjutan.
“Kami melihat seni patung selama ini lebih banyak berhenti di pameran. Padahal patung memiliki nilai penting karena melatih motorik dan kreativitas anak. Kami ingin memperkenalkan seni patung sebagai pengalaman belajar, bukan sekadar hasil karya,” ujarnya.
“Harapannya semoga lembaga ini menjadi khasanah dalam dunia edukasi berbasis pengalaman. Target kami 2030, masih fokus di seni rupa khususnya seni patung dan bisa merambah seluruh Indonesia,” tambahnya.
Fasilitator Art Fun PAS for Children, Reynaldo, turut membagikan pengalamannya. Menurutnya, teknik yang paling disukai anak-anak adalah modeling, karena memungkinkan mereka berkreasi secara bebas.
“Kadang anak-anak terlalu cepat puas, padahal masih bisa dimaksimalkan lagi,” ujarnya.
“Anak-anak suka modeling karena bentuknya nyata dan mudah dibentuk,” tambahnya.
Sementara itu, perwakilan dari Potads Yogyakarta, Nana, menuturkan bahwa mengajar anak-anak dengan down syndrome memerlukan pendekatan khusus.
“Anak-anak down syndrome tidak bisa duduk manis terlalu lama. Harus ada selingan musik dan nyanyian agar mereka tetap gembira. Kalau mereka senang, pendekatannya lebih mudah,” ujarnya.
Ia menambahkan, kegiatan seperti ini juga melatih motorik anak-anak sekaligus memberi ruang bermain yang edukatif.
“Kami senang karena anak-anak bisa bermain sambil belajar. Idealnya, satu anak didampingi satu pendamping agar lebih intens,” tambahnya.
Melalui Art Fun PAS for Children, Pendhapa Art Space membuktikan bahwa seni bisa menjadi ruang tumbuh bagi setiap anak, tanpa batas kemampuan atau latar belakang.
Anak-anak tidak hanya belajar membuat patung, tetapi juga belajar memahami makna proses, keberanian, dan ekspresi diri.
Baca Juga
-
Debut Film Horor, Michelle Ziudith AlamiSakit Misterius hingga Lima Hari
-
Sering Disalahartikan, Ini Makna Lagu Sedia Aku Sebelum Hujan dari Idgitaf!
-
Kisah Dokter Gia Pratama Keluarkan Koin di Leher Balita Pakai Kateter Urin
-
Siap Menikah, Ranty Maria dan Rayn Wijaya Siapkan Live Streaming untuk Fans
-
Antara Sayang dan Sakit: Mengapa Orang Tetap Bertahan dalam Hubungan Toxic?
Artikel Terkait
-
Catat Tanggalnya! Barasuara Umumkan Jadwal Tur "Jalaran Sadrah" di 5 Kota Indonesia
-
Meriah! NANT Showcase Experience Jadi Pemanasan Menuju Konser Akbar Lovestival ID 2025
-
Kulkas Minuman di Warung Namanya Apa? Cek Pilihan Termurah untuk Usaha di Rumah
-
5 Rekomendasi Kulkas Showcase Buat Jualan, Watt Rendah Cocok Untuk Warung dan Minimarket
-
Google News Showcase Diluncurkan, LMC: Media Lokal Kini Punya Peluang Emas
News
-
Kewenangan Satpol PP dalam KUHP Baru: Antara Privasi Warga dan Hukum yang Hidup
-
Julia Prastini Lepas Hijab, Tegaskan Bukan Karena Cerai dari Na Daehoon
-
Semut dan Si Tempurung Kebaikan
-
Fleksibilitas atau Eksploitasi? Menakar Nasib Pekerja Gig di Indonesia
-
Lingkaran Setan Side Hustle: Antara Tuntutan Hidup dan Ancaman Burnout Anak Muda
Terkini
-
Menemukan Sisi Manusiawi Rasulullah: Pelajaran Berharga dari Buku Tawa Tangis Para Nabi
-
Digarap Sam Raimi, Film Send Help Raih Rating 93% di Rotten Tomatoes
-
Gegara John Herdman, Kans Marselino Ferdinan Balik ke Timnas Indonesia Kembali Menipis?
-
5 Look Ngampus Simpel yang Tetap Kece untuk Hangout ala Shin Hye Sun
-
Analisis Linguistik: Evaluasi Struktur Bahasa Ikrar Pelajar Indonesia