Universitas Negeri Jakarta (UNJ) melalui BEMP Hubungan Masyarakat dan Komunikasi Digital sukses menggelar acara tahunan Creativity Over The Wildest Dreams (CROWD) 9.0. Dengan mengangkat tema “Digital Culture Emerged”, acara ini menjadi ajang kompetisi nasional yang menampilkan kreativitas generasi muda di era budaya digital.
Kegiatan berlangsung di Aula Bung Hatta, Gedung Pascasarjana UNJ, dan diikuti peserta dari berbagai daerah di Indonesia. CROWD 9.0 mempertandingkan lima cabang lomba yang relevan dengan dunia kreatif dan media digital: Fotografi, Mobile Legends, Desain Poster, News Anchor, serta Tari Kreasi.
Pra-acara dimulai dengan Lomba Tari Kreasi yang mengusung tema “Digital Culture Emerged”, menampilkan 10 grup tari dari berbagai daerah. Pertunjukan ini menampilkan kolaborasi nilai budaya dengan sentuhan modern, mencerminkan adaptasi seni di era digital
Sesi Closing Ceremony dilaksanakan dengan rangkaian:
- Sambutan Ketua Pelaksana, Ketua BEM-P, Koordinator Program Studi PRDC, dan Wakil Dekan I FISH UNJ
- Pemutaran trailer karya dari seluruh kategori
- Pengumuman pemenang lomba Mobile Legends, Fotografi, News Anchor, Poster, dan Tari Kreasi
- Penampilan Hano band, quiz doorprize, dan Playground Radio sebagai guest star
Acara ditutup dengan penampilan dari band Playground Radio UNJ, setelah pengumuman lomba selesai yang memeriahkan suasana, diikuti sesi foto bersama seluruh peserta dan panitia.
Ketua Pelaksana CROWD 9.0 Diaz Wafi menyampaikan bahwa “kegiatan ini bertujuan memberikan ruang bagi generasi muda untuk mengekspresikan kreativitas di era budaya digital yang berkembang pesat. Melalui kompetisi ini, peserta tidak hanya berkarya, tetapi juga berjejaring dan memperluas kemampuan di bidang digital dan komunikasi.”
CROWD terus berkembang dari tahun ke tahun dan diharapkan menjadi kegiatan nasional yang memberikan dampak positif, membuka ruang inovasi, serta mempertemukan talenta kreatif dari seluruh Indonesia.
Baca Juga
-
Fokus Pemulihan Kesehatan, Moka ILLIT Kembali Hiatus dari Kegiatan Grup
-
Fakta Menarik Trofi Emas Piala Dunia: Pernah Dicuri, Bukan Milik Sang Juara
-
Tecno Spark 50 Pro Hadir Bawa Sensor Sony LYTIA 600, Siap Gebrak Pasar Indonesia
-
Sinopsis Toy Story 5, Usaha Woody dan Mainan Hidup Lawan Kehadiran Gadget
-
Lamine Yamal Jadi Starter, Prediksi Lini dan Taktik Spanyol vs Arab Saudi
Artikel Terkait
-
5 Merk Motor Matic Murah untuk Mahasiswa, Irit, Gampang Dirawat Saat Hujan
-
Benarkah Kuliah Jurusan Akuntansi Harus Pintar Matematika?
-
Gie, Andi Munajat, dan Relevansi Aktivisme Mahasiswa Hari Ini
-
Tolak Pelaku Bullying Masuk Kampus: Siapkah Indonesia Tiru Korea Selatan?
-
Ide Bisnis Tanpa Modal untuk Mahasiswa, Mengasah Skill Sambil Menambah Penghasilan
News
-
Lari dari Adiksi Gawai dan Stres Domestik: Para Ibu di Klabu Temukan Kewarasan Lewat Literasi
-
RM Cempaka Sari: Oase Kuliner Minang di Jambi yang Menjaga Keaslian Resep Turun-Temurun
-
Pesta 15 Tahun MAPPA: Banjir Pengumuman Anime Kelas Berat yang Wajib Masuk Daftar Tonton!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Uji Coba B50 di 6 Sektor Sekaligus: Amankah Sawit 50 Persen untuk Mesin Kendaraan?
Terkini
-
Fokus Pemulihan Kesehatan, Moka ILLIT Kembali Hiatus dari Kegiatan Grup
-
Fakta Menarik Trofi Emas Piala Dunia: Pernah Dicuri, Bukan Milik Sang Juara
-
Tecno Spark 50 Pro Hadir Bawa Sensor Sony LYTIA 600, Siap Gebrak Pasar Indonesia
-
Sinopsis Toy Story 5, Usaha Woody dan Mainan Hidup Lawan Kehadiran Gadget
-
Lamine Yamal Jadi Starter, Prediksi Lini dan Taktik Spanyol vs Arab Saudi