Pernah bangun tidur dengan perasaan biasa saja, tapi beberapa jam kemudian mood sudah hancur tanpa tahu penyebab pastinya? Sayangnya, mood yang berantakan sering kali bukan datang tiba-tiba, tapi hasil dari kebiasaan kecil yang terus diulang setiap hari.
Tanpa disadari, pola hidup, cara berpikir, dan lingkungan sosial bisa sangat memengaruhi kondisi emosi. Ada sederet kebiasaan yang diam-diam bikin mood rusak dan berantakan yang wajib dikenali agar kamu tetap waras di tengah tekanan hidup.
1. Selalu Mengeluh, Bahkan untuk Hal Kecil
Mengeluh memang terasa melegakan di awal. Namun, kalau terlalu sering, kebiasaan ini justru melatih otak untuk fokus pada hal negatif. Setiap masalah kecil terasa lebih besar dan hal baik jadi tidak terlihat.
Bagi Gen Z yang hidup di era serba cepat dan penuh perbandingan, mengeluh bisa berubah menjadi rutinitas harian, tentang tugas, kerjaan, hubungan, sampai hidup yang rasanya “kok gini-gini aja”.
Dampaknya ke mood bisa bikin pikiran lebih cepat lelah, emosi gampang drop, sulit merasa puas. Untuk mengatasinya, kamu perlu membatasi keluhan dengan sadar dan pastikan ada solusi yang didapat.
2. Terlalu Intens Terpapar Konten Emosional
Scroll media sosial sebentar, tapi isinya tragedi, konflik, drama, dan konten emosional yang bikin dada sesak. Pengguna medsos tampaknya sudah semakin relate dengan algoritma ini dan tanpa sadar ikut menyerap emosi orang lain terus-menerus.
Terlebih Gen Z yang paling dekat dengan layar dan perkembangan dunia digital hingga paparan konten emosional pun seolah jadi konsumsi harian. Sayangnya, otak kita tidak didesain untuk memproses emosi berat tanpa jeda.
Kalau terus “diserang” konten emosional, kamu bisa ikut overthinking, cemas tanpa sebab jelas, dan emosi ikut naik turun. Saat ini terjadi, mulailah mengkurasi konten yang masuk.
Unfollow akun yang bikin emosi kamu terkuras dan imbangi dengan konten ringan, edukatif, atau lucu. Pastikan juga untuk memberi jeda pada pikiran dan emosimu karena tidak semua hal harus kamu tahu hari ini.
3. Sok Kuat dan Menekan Perasaan Sendiri
Banyak Gen Z terbiasa berkata “Aku gapapa kok”, padahal sebenarnya capek, sedih, dan kewalahan secara emosional. Sok kuat sering dianggap dewasa hingga tanpa sadar malah bikin emosi menumpuk dan nggak punya tempat keluar.
Menekan perasaan tidak membuat masalah hilang, tapi memindahkannya ke tubuh dan mood. Kamu jadi mudah meledak, emosi terasa tumpul, atau malah merasa kosong atau mati rasa.
Solusinya bisa kamu mulai dengan jujur pada diri sendiri. Tidak harus ke semua orang, cukup satu orang aman atau lewat journaling. Mengakui perasaan bukan tanda lemah, justru jadi langkah awal agar mood bisa pulih.
4. Terus Bergaul dengan Orang Toksik
Lingkaran pertemanan sangat memengaruhi kesehatan mental. Orang yang hobi meremehkan, suka drama, atau selalu negatif bisa membuat mood kamu ikut hancur, meski kamu tidak melakukan kesalahan apa pun.
Banyak orang, terutama Gen Z, sering merasa tidak enak menjaga jarak karena takut dianggap jahat, padahal energi emosional itu menular. Kalau tidak dibatasi, perlahan kamu akan merasa tidak cukup, self-esteem menurun, dan capek secara emosional.
Cara mengatasinya tidak harus memutus hubungan drastis, kok. Mulai dari membatasi intensitas interaksi dan pilih lingkungan yang membuat kamu merasa diterima, bukan terus diuji kesabarannya.
5. Menunda Istirahat Sampai Benar-benar Jatuh
Budaya hustle bikin banyak Gen Z menormalisasi kelelahan, mulai dari tidur belakangan, kerja terus, dan baru berhenti saat badan benar-benar menyerah. Padahal mood sangat berkaitan dengan kondisi fisik dan kurang istirahat membuat emosi tidak stabil.
Dampaknya, kamu jadi mudah marah, sulit fokus, dan emosi cepat jatuh. Cara tercepat mengatasinya adalah dengan beristirahat yang memang tubuhmu butuhkan. Mulai dari hal kecil seperti tidur 30 menit lebih awal, tarik napas tanpa distraksi, atau berhenti scroll medsos sebelum tidur.
Mood yang Rusak dan Berantakan: Akumulasi Kebiasaan yang Dibiarkan
Mood yang rusak jarang disebabkan satu hal besar. Biasanya, justru berawal dari akumulasi kebiasaan kecil yang terus kamu biarkan. Dengan mengenali pemicunya dan berani mengubah pola, kamu bisa lebih aware pada diri sendiri.
Ingat, hidup ini memang penuh tekanan, tapi kamu tidak harus hancur dulu untuk belajar istirahat. Mulai dari kebiasaan kecil hari ini karena mood kamu layak dijaga. Kalau bukan kamu yang menjaga, siapa lagi?
Tag
Baca Juga
-
Sering Dibilang 'Tua Sebelum Waktunya'? Mungkin Kamu Seorang Old Soul
-
Alasan Gen Z Sering Meragukan Ketulusan Orang Lain, Dihantui Trust Issue?
-
Capek Hadapi Teman Pasif Agresif? Ini Cara Menghadapinya Tanpa Ikut Meledak
-
Post-Holiday Fatigue: Liburan Tak Selalu Menyembuhkan, Tetap Merasa Lelah
-
Tren Silent Rebellion di Dunia Kerja: Cara Gen Z Melawan Tanpa Ribut
Artikel Terkait
-
Saat Emosi Mengendalikan Ingatan: Mengenal Fenomena Mood-Congruent Memory
-
Rahasia Otak Bahagia: Ternyata Salmon Hingga Cokelat Hitam Bisa Jadi Antidepresan Alami!
-
Warna Bisa Ubah Mood Rumah, Ini Tren Baru yang Lagi Jadi Sorotan
-
Science of Sadness: Kenapa Hujan Bisa Bikin Kita Melankolis?
-
Anak Sering Ngambek? Atasi dengan 5 Permainan Sederhana yang Ternyata Bisa Jadi 'Obat' Mujarab!
News
-
Pulihnya Akses Penghubung, Hidupkan Harapan Aceh dan Sumatra
-
Panduan Memahami KUHP Baru: Apa Saja yang Berubah dalam Kehidupan Sehari-hari?
-
Ketika Jalan Aceh Kembali Terbuka, Sinergi Pemerintah dan Warga dalam Membuka Akses Transportasi
-
Sering Dibilang 'Tua Sebelum Waktunya'? Mungkin Kamu Seorang Old Soul
-
Kisah di Balik Banjir Sumatra: Dari Perjuangan Pengungsi hingga Jembatan Bailey yang Membuka Harapan
Terkini
-
Warisan Wedhus Gembel
-
Media Sosial, Budaya Komentar, dan Matinya Proses Membaca
-
Mengapa Pelaku Pelecehan Selalu Merasa Aman, dan Korban Selalu Disalahkan?
-
Eksplorasi Museum Wayang Jakarta: Perpaduan Sejarah Klasik dan Teknologi Hologram
-
Pertemuan Park Shin Hye dan Cho Han Gyeol Kacau di Undercover Miss Hong