M. Reza Sulaiman | Natasya Regina
Tangkapan layar Gibran Rakabuming Raka (Youtube/Tretan Universe)
Natasya Regina

Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, akhirnya angkat bicara soal pertunjukan stand-up comedy Pandji Pragiwaksono bertajuk Mens Rea yang tayang di Netflix. Seperti diketahui, nama Gibran menjadi salah satu tokoh yang di-roasting Pandji dalam materi komedinya, yang kemudian ramai dibicarakan publik.

Respons Gibran disampaikan saat ia berbincang santai bersama Tretan Muslim dan Coki Pardede dalam sebuah konten di kanal YouTube Tretan Universe. Percakapan itu memperlihatkan sikap Gibran yang cenderung tenang dan terbuka terhadap kritik yang dibungkus komedi.

Ikut Bangga Mens Rea Jadi Nomor Satu

Gibran mengaku telah menonton langsung Mens Rea di Netflix. Alih-alih tersinggung, ia justru merasa bangga melihat pencapaian Pandji yang berhasil membawa pertunjukan stand-up tersebut menjadi tontonan nomor satu.

"Kita ucapkan selamatlah ke Bang Pandji, Mens Rea kan nomor satu ngalahin Jujutsu Kaisen, Stranger Things. Ikut bangga," ujar Wapres Gibran.

Menurutnya, capaian itu menunjukkan bahwa karya komedi lokal mampu bersaing dan mendapat tempat di tengah dominasi tontonan internasional.

Menanggapi Candaan Soal Fisik dengan Santai

Dalam perbincangan yang tayang pada Minggu, 18 Januari 2026 itu, Gibran juga menyinggung candaan Pandji terkait kondisi fisiknya, terutama soal mata yang kerap dianggap terlihat mengantuk. Ia menegaskan bahwa hal tersebut sama sekali tidak menjadi masalah baginya.

"Dari lahir bentuk matanya seperti ini. Mau gimana lagi," ujarnya santai.

Bahkan, Gibran menyebut dirinya menolak jika ada tawaran untuk mengubah bentuk matanya, termasuk jika dr. Tompi sekalipun yang menawarkannya. Sikap itu menegaskan bahwa roasting Pandji tidak membuatnya tersinggung, apalagi sampai merasa perlu mengubah ciptaan Tuhan.

Pengalaman Roasting yang Lebih Parah

Gibran kemudian mengungkapkan bahwa dirinya pernah mengalami roasting yang menurutnya jauh lebih ekstrem dibandingkan yang disampaikan Pandji di Mens Rea. Pengalaman itu terjadi di momen yang sangat personal.

"Saya masih ingat waktu anak kedua saya lahir. Siang lahir, malamnya saya di-roasting," ungkap Gibran.

Ia lalu mengungkap bahwa pihak yang me-roasting dirinya kala itu adalah Majelis Lucu Indonesia (MLI), komunitas yang juga digawangi Tretan Muslim dan Coki Pardede.

"Anak saya baru lahir itu. Malamnya kalian roasting. Lebih parah dari Pandji," sindirnya langsung di hadapan Tretan dan Coki.

Meski begitu, Gibran menegaskan tidak menyimpan masalah. Baginya, semua itu tetap berada dalam ranah hiburan. "Tapi nggak apa-apa sih. Lucu-lucuan untuk menghibur orang," tambahnya.

Pesan agar Kritik Tidak Berujung Perundungan

Lebih lanjut, Gibran meminta agar materi roasting Pandji tidak dibesar-besarkan hingga berujung pada perundungan, terutama yang melibatkan anak dan keluarga.

"Yang disampaikan Pandji di Mens Rea itu kan kritikan, masukan untuk kita semua," kata Gibran.

Ia juga menegaskan bahwa laporan polisi terhadap Pandji tidak ada kaitannya dengan dirinya, karena perkara tersebut berkaitan dengan isu penistaan agama.

"Nggak usah saling mem-bully, nggak usah saling melaporkan. Dan jangan mem-bully anak istrinya juga. Mereka salah apa? Nggak salah apa-apa," tegasnya.

Apresiasi untuk Pandji Pragiwaksono

Menutup perbincangan, Gibran kembali memberikan pujian kepada Pandji sebagai komika. Ia menilai keberhasilan Mens Rea menjadi nomor satu di Netflix adalah bukti kualitas materi yang disajikan.

"Lucu, lucu. Kalau nggak lucu, nggak mungkin nomor satu di Netflix," tutup Wapres Gibran.

Sikap Gibran ini pun menuai respons positif karena menunjukkan penerimaan terhadap kritik sekaligus kedewasaan dalam menyikapi komedi politik di ruang publik.