M. Reza Sulaiman | Tika Maya Sari
Edo Tensei Madara Melawan Aliansi Shinobi (Youtube/Crunchyroll)
Tika Maya Sari

Jujur saja, saya memiliki sisi wibu karena cukup senang menonton anime. Salah satunya adalah anime Naruto karya Masashi Kishimoto yang pastinya cukup terkenal di seluruh penjuru dunia.

Anime Naruto sendiri secara garis besar menyajikan tema persahabatan, pengkhianatan, dan perjuangan meraih cita-cita. Tema tersebut selalu relate di segala situasi dan usia. Selain itu, anime ini juga diiringi dengan backsound yang cukup melegenda, seperti Blue Bird (opening ke-3 Naruto Shippuden), Toumei Datta Sekai (opening ke-7 Naruto Shippuden), Silhouette (opening ke-16 Naruto Shippuden), dan lainnya.

Namun, hal yang ingin saya kulik di sini adalah salah satu jurus dalam anime ini, yakni Kuchiyose: Edo Tensei.

Jutsu Terlarang yang Disalahgunakan

Sebagaimana melansir dari Suara.com, Edo Tensei alias Kuchiyose: Edo Tensei adalah suatu kinjutsu paling terlarang di anime Naruto karena melibatkan DNA tertentu untuk ritual pembangkitan orang mati.

Edo Tensei sendiri diciptakan oleh Hokage ke-2, Tobirama Senju, dengan tujuan untuk memanggil pasukan ninja yang sudah mati bila sewaktu-waktu terlibat perang. Namun sayangnya, jutsu ini justru disempurnakan oleh Orochimaru dan disalahgunakan oleh Kabuto. Akibatnya, ninja yang dibangkitkan akan tetap memiliki ingatan kehidupannya, tetapi tidak bisa mengontrol diri mereka sendiri.

Mereka dikendalikan jarak jauh oleh Kabuto dalam rangka Perang Dunia Ninja ke-4. Hal yang cukup menegangkan adalah pasukan ninja yang dibangkitkan tidak main-main. Ada para mantan Jinchuriki, mantan Kazekage, mantan anggota Akatsuki, hingga para ninja terkuat.

Edo Tensei adalah Senjata Psikologis!

Dalam perang shinobi, Edo Tensei berhasil memanggil deretan ninja tersohor dengan kemampuan hebat. Tidak hanya itu, mereka juga dibekali kemampuan regenerasi tinggi sehingga memungkinkan pertarungan berdurasi lama.

Liciknya, Kabuto sengaja menjadikan Edo Tensei sebagai senjata psikologis dalam perang shinobi. Alih-alih pertarungan fisik, kehadiran ninja Edo Tensei menyerang mental dan psikologis para ninja. Kabuto sudah merancang sedemikian rupa agar ninja Edo Tensei tertentu menghadapi kelompok shinobi yang memiliki ikatan emosional dengannya.

Contohnya adalah Rasa (mantan Kazekage ke-4) yang dihadapkan pada Gaara (Kazekage ke-5), Temari, dan Kankuro yang merupakan anak-anaknya sendiri. Ada pula Asuma Sarutobi yang dihadapkan pada ketiga muridnya, yakni Shikamaru, Ino, dan Choji. Bahkan, terdapat adegan lucu tokoh Daimaru (salah satu ninja Sunagakure dan teman masa kecil Temari) yang menyatakan cinta kepada Temari walaupun ditolak. Alhasil, Daimaru dapat disegel dengan mudah.

Lepas dari Edo Tensei, Malah Menjadi Diri Sendiri

Meski jutsu ini begitu kuat, nyatanya ada beberapa ninja yang berhasil keluar dari pengaruhnya. Contohnya adalah Itachi Uchiha, Madara Uchiha, dan para mantan Hokage: Hashirama Senju, Tobirama Senju, Hiruzen Sarutobi, serta Minato Namikaze.

Sayangnya, Madara Uchiha terlalu kuat dan overpowered (OP) untuk dihadapi para ninja muda. Ditambah lagi, Obito Uchiha ikut bergabung. Kekuatan mereka terlalu sulit dihadapi oleh pasukan shinobi yang sudah dibentuk dari aliansi berbagai desa. Keduanya memiliki ambisi besar yang dibalut dendam masa lampau. Madara dengan rasa sakit melihat adiknya terbunuh, sedangkan Obito dendam karena Rin terbunuh demi sebuah misi. Semuanya menjadi jembatan untuk terus menyerang.

Edo Tensei sebagai Kesempatan Bertarung Kembali

Menurut saya, Edo Tensei di Perang Shinobi ke-4 lebih cenderung menjadi "kesempatan kedua" bagi para ninja yang sudah mati. Mereka dibangkitkan kembali untuk menemui orang-orang, entah hadir sebagai musuh atau sekadar menyampaikan perpisahan sebelum disegel.

Hal ini terlihat jelas lewat pertarungan sengit antara Madara dan Hashirama yang di kehidupan lampau pernah menjadi sahabat sekaligus musuh. Mereka bertempur habis-habisan dengan segala jutsu dan jurus yang sukses membuat pasukan ninja melongo. Barangkali Anda juga akan mengakui kehebatan Madara dan Hashirama yang sesungguhnya seimbang.

Ada pula kesempatan Minato bertemu dengan Naruto. Mereka berbagi cakra Kyubi dan bersama-sama menghadapi musuh, hingga Minato mengucapkan selamat ulang tahun dan ucapan perpisahan kepada Naruto sebelum akhirnya disegel. Jujur, pada adegan ini saya menangis berat.

Memang benar, dalam seri anime, Edo Tensei dideskripsikan sebagai jutsu terlarang. Selain tidak bermoral karena membangkitkan orang mati, jutsu ini juga menyerang mental. Mereka dibangkitkan dan dipaksa menyerang orang-orang yang disayangi semasa hidup dulu.

Sedangkan dari sisi pasukan shinobi, mereka sudah tertekan secara mental bila harus menyerang mantan teman, mantan guru, hingga mantan pemimpin desa yang mereka hormati. Situasinya serba salah. Namun, begitulah Edo Tensei ini dirancang oleh Kabuto.

Jadi, benarlah bahwa Edo Tensei adalah jurus terlarang. Ia tidak hanya mampu melukai fisik, tetapi juga menyerang mental musuhnya.