Jujur saja, saya memiliki sisi wibu karena cukup senang menonton anime. Salah satunya adalah anime Naruto karya Masashi Kishimoto yang pastinya cukup terkenal di seluruh penjuru dunia.
Anime Naruto sendiri secara garis besar menyajikan tema persahabatan, pengkhianatan, dan perjuangan meraih cita-cita. Tema tersebut selalu relate di segala situasi dan usia. Selain itu, anime ini juga diiringi dengan backsound yang cukup melegenda, seperti Blue Bird (opening ke-3 Naruto Shippuden), Toumei Datta Sekai (opening ke-7 Naruto Shippuden), Silhouette (opening ke-16 Naruto Shippuden), dan lainnya.
Namun, hal yang ingin saya kulik di sini adalah salah satu jurus dalam anime ini, yakni Kuchiyose: Edo Tensei.
Jutsu Terlarang yang Disalahgunakan
Sebagaimana melansir dari Suara.com, Edo Tensei alias Kuchiyose: Edo Tensei adalah suatu kinjutsu paling terlarang di anime Naruto karena melibatkan DNA tertentu untuk ritual pembangkitan orang mati.
Edo Tensei sendiri diciptakan oleh Hokage ke-2, Tobirama Senju, dengan tujuan untuk memanggil pasukan ninja yang sudah mati bila sewaktu-waktu terlibat perang. Namun sayangnya, jutsu ini justru disempurnakan oleh Orochimaru dan disalahgunakan oleh Kabuto. Akibatnya, ninja yang dibangkitkan akan tetap memiliki ingatan kehidupannya, tetapi tidak bisa mengontrol diri mereka sendiri.
Mereka dikendalikan jarak jauh oleh Kabuto dalam rangka Perang Dunia Ninja ke-4. Hal yang cukup menegangkan adalah pasukan ninja yang dibangkitkan tidak main-main. Ada para mantan Jinchuriki, mantan Kazekage, mantan anggota Akatsuki, hingga para ninja terkuat.
Edo Tensei adalah Senjata Psikologis!
Dalam perang shinobi, Edo Tensei berhasil memanggil deretan ninja tersohor dengan kemampuan hebat. Tidak hanya itu, mereka juga dibekali kemampuan regenerasi tinggi sehingga memungkinkan pertarungan berdurasi lama.
Liciknya, Kabuto sengaja menjadikan Edo Tensei sebagai senjata psikologis dalam perang shinobi. Alih-alih pertarungan fisik, kehadiran ninja Edo Tensei menyerang mental dan psikologis para ninja. Kabuto sudah merancang sedemikian rupa agar ninja Edo Tensei tertentu menghadapi kelompok shinobi yang memiliki ikatan emosional dengannya.
Contohnya adalah Rasa (mantan Kazekage ke-4) yang dihadapkan pada Gaara (Kazekage ke-5), Temari, dan Kankuro yang merupakan anak-anaknya sendiri. Ada pula Asuma Sarutobi yang dihadapkan pada ketiga muridnya, yakni Shikamaru, Ino, dan Choji. Bahkan, terdapat adegan lucu tokoh Daimaru (salah satu ninja Sunagakure dan teman masa kecil Temari) yang menyatakan cinta kepada Temari walaupun ditolak. Alhasil, Daimaru dapat disegel dengan mudah.
Lepas dari Edo Tensei, Malah Menjadi Diri Sendiri
Meski jutsu ini begitu kuat, nyatanya ada beberapa ninja yang berhasil keluar dari pengaruhnya. Contohnya adalah Itachi Uchiha, Madara Uchiha, dan para mantan Hokage: Hashirama Senju, Tobirama Senju, Hiruzen Sarutobi, serta Minato Namikaze.
Sayangnya, Madara Uchiha terlalu kuat dan overpowered (OP) untuk dihadapi para ninja muda. Ditambah lagi, Obito Uchiha ikut bergabung. Kekuatan mereka terlalu sulit dihadapi oleh pasukan shinobi yang sudah dibentuk dari aliansi berbagai desa. Keduanya memiliki ambisi besar yang dibalut dendam masa lampau. Madara dengan rasa sakit melihat adiknya terbunuh, sedangkan Obito dendam karena Rin terbunuh demi sebuah misi. Semuanya menjadi jembatan untuk terus menyerang.
Edo Tensei sebagai Kesempatan Bertarung Kembali
Menurut saya, Edo Tensei di Perang Shinobi ke-4 lebih cenderung menjadi "kesempatan kedua" bagi para ninja yang sudah mati. Mereka dibangkitkan kembali untuk menemui orang-orang, entah hadir sebagai musuh atau sekadar menyampaikan perpisahan sebelum disegel.
Hal ini terlihat jelas lewat pertarungan sengit antara Madara dan Hashirama yang di kehidupan lampau pernah menjadi sahabat sekaligus musuh. Mereka bertempur habis-habisan dengan segala jutsu dan jurus yang sukses membuat pasukan ninja melongo. Barangkali Anda juga akan mengakui kehebatan Madara dan Hashirama yang sesungguhnya seimbang.
Ada pula kesempatan Minato bertemu dengan Naruto. Mereka berbagi cakra Kyubi dan bersama-sama menghadapi musuh, hingga Minato mengucapkan selamat ulang tahun dan ucapan perpisahan kepada Naruto sebelum akhirnya disegel. Jujur, pada adegan ini saya menangis berat.
Memang benar, dalam seri anime, Edo Tensei dideskripsikan sebagai jutsu terlarang. Selain tidak bermoral karena membangkitkan orang mati, jutsu ini juga menyerang mental. Mereka dibangkitkan dan dipaksa menyerang orang-orang yang disayangi semasa hidup dulu.
Sedangkan dari sisi pasukan shinobi, mereka sudah tertekan secara mental bila harus menyerang mantan teman, mantan guru, hingga mantan pemimpin desa yang mereka hormati. Situasinya serba salah. Namun, begitulah Edo Tensei ini dirancang oleh Kabuto.
Jadi, benarlah bahwa Edo Tensei adalah jurus terlarang. Ia tidak hanya mampu melukai fisik, tetapi juga menyerang mental musuhnya.
Baca Juga
-
Sepasang Tangan dan Kaki dalam Shift Malam di Pabrik Roti
-
Lelaki yang Membawaku Naik Kapal dan Kabur ke Singapura
-
Pocong yang Membesar sambil Menyeringai Gila di Kebun Pisang
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Teror Kepala Babi hingga Air Keras: Harga Mahal yang Dibayar Jurnalis Demi Kebenaran
Artikel Terkait
-
The Big 3 Are Back! Naruto, One Piece, Bleach Tayang Bersamaan Lagi di 2026
-
Konsep Kekuatan Anime Gachiakuta: Mirip Naruto dan One Piece?
-
37 Kode Redeem FF Terbaru 23 Agustus 2025, Bundle Orochimaru dan Akatsuki Siap Klaim
-
32 Kode Redeem FF Hari Ini 22 Agustus 2025, Klaim Bundle Obito dan Ribuan Diamond
-
45 Kode Redeem FF Terbaru 21 Agustus 2025, Klaim Senjata M4A1 Naruto dan SG2 Incaran
News
-
Membawa Ruh Yogyakarta ke Bandung: Sinergi Budaya dan Bisnis LBC Hotels Group
-
Upacara Adat Majemukan Desa Glagahan: Merajut Syukur dan Menjaga Warisan Leluhur
-
Mahasiswa UBSI Gelar Penyuluhan Toleransi Beragama di TPQ Aulia
-
Living Walls: Saat Dinding Hotel di Yogyakarta Berubah Jadi Galeri Seni dengan Sentuhan Naive Art
-
Delegasi Terbaik MEYS 2026 Diumumkan, Ini Dia Jajaran Pemenangnya!
Terkini
-
Gulir Panas LCC 4 Pilar MPR RI Kalbar: Memandang Wajah Indonesia dalam Satu Ruangan
-
Miswan Tek Mina, Rahasia Kuah Segar di Balik Syahdunya Jambi Seberang
-
Ulasan Film Son-In-Law: Kisah Menarik tentang Impian Jos yang Hancur Total
-
Review Off Campus: Tema Persahabatan dan Trauma yang Disajikan Elegan
-
aespa Rangkul Kompleksitas Identitas diri di Lagu Whole Different Animal