Puluhan anak terlihat antusias sejak pagi menjelajahi area kebun binatang, bukan cuma buat jalan-jalan, tapi ikut program edukasi seru bertajuk Jelajah Satwa Nusantara yang digelar oleh Guru Bumi bersama Gembira Loka Zoo, Yogyakarta, Selasa (17/2/2025).
Program ini jadi ruang belajar langsung yang bikin anak-anak nggak cuma kenal satwa dari buku, tapi juga dari pengalaman nyata di lapangan. Konsepnya dibuat interaktif supaya belajar terasa seperti petualangan, bukan sekadar kegiatan formal.
“Konsep kegiatan ini kami rancang supaya anak-anak tidak hanya mengenal satwa dari buku, tapi juga melihat secara langsung agar experience-nya lebih dapet,” ujar Tania, founder Guru Bumi. Ia menekankan bahwa pengalaman langsung bikin anak lebih mudah memahami dan mengingat pengetahuan tentang satwa.
Selain belajar, kegiatan ini juga membawa pesan penting soal kepedulian terhadap alam dan konservasi sejak dini. “Semakin kenal, semakin menyayangi dan semakin melindungi,” kata Tania.
Dalam kegiatan jelajah, anak-anak diajak menebak satwa lewat gambar di buku, lalu mencocokkannya dengan satwa yang benar-benar ada di kebun binatang. Setelah itu, pemandu memberikan penjelasan ringan soal nama satwa, jenis, ciri, usia, sampai fakta unik yang bikin anak-anak makin penasaran.
Suasana belajar dibuat santai, fun, dan nggak kaku, sehingga anak-anak tetap fokus tanpa merasa seperti sedang “belajar serius”. Konsep ini membuat aktivitas edukasi terasa lebih dekat dengan dunia anak muda dan keluarga muda.
Buku-buku ensiklopedia edukatif
Di sela kegiatan, peserta juga dikenalkan dengan buku-buku ensiklopedia edukatif karya Guru Bumi seperti Jelajah Pesona Satwa Nusantara, Dari Bumi Nusantara ke Piring Kita, dan Makhluk Kecil dengan Peran Besar. Kegiatan makin hidup dengan adanya sesi kuis, hadiah edukatif, serta pertunjukan yang bikin anak-anak tetap semangat sampai akhir acara.
Menurut Anita selaku panitia pengembangan bisnis Guru Bumi, tema hewan jadi alasan utama tingginya antusiasme peserta. “Tema hewan itu lebih universal, familiar, dan acceptable untuk anak-anak,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa materi yang dikemas dengan visual menarik dan bahasa sederhana bikin anak-anak lebih mudah memahami informasi. Pendekatan ini membuat edukasi terasa lebih relevan dan nggak membosankan.
Total peserta dalam kegiatan ini mencapai sekitar 68 orang, terdiri dari anak-anak dan pendamping. Konsep kelompok kecil dipilih agar suasana tetap nyaman, kondusif, dan anak-anak bisa lebih fokus belajar.
Ke depan, Guru Bumi berencana mengembangkan kegiatan serupa dengan berbagai tema lain seperti biodiversitas, pangan lokal, hingga literasi alam Indonesia. Program ini tidak hanya jadi event sekali jalan, tapi dirancang sebagai ruang belajar berkelanjutan untuk generasi muda.
Lewat Jelajah Satwa Nusantara, belajar soal alam nggak lagi cuma soal membaca, tapi soal mengalami langsung. Literasi alam dibangun lewat pengalaman yang seru, dekat, dan relevan dengan dunia anak-anak masa kini.
Baca Juga
-
Valentine Tak Cuma soal Cinta, Pedagang Bunga Ikut Panen Rezeki
-
Imlek 2026: Mengenal Tahun Kuda Api dan Filosofinya dalam Budaya Tionghoa
-
Tren Blind Box Disorot, Singapura Rancang Aturan Baru Tekan Risiko Judi
-
FOMO yang Menggerakkan: Mulai dari Ikut Tren Jadi Rutinitas Hidup Sehat Anak Muda
-
Cari TWS Murah Berkualitas? Ini 5 Pilihan Terbaik 2026 Rekomendasi David GadgetIn
Artikel Terkait
-
Edukasi dan Inovasi Jadi Kunci Tingkatkan Kesadaran Kesehatan Gigi dan Mulut Lintas Generasi
-
Melihat Destinasi Wisata Konservasi Pesut Mahakam di Kaltim
-
Tiket Museum Nasional Naik Drastis, Pengamat: Edukasi Jangan Dijadikan Bisnis!
-
Wajah Baru Planetarium Jakarta, Destinasi Edukasi Favorit di Libur Nataru
-
Ingin Upgrade Skill Digital? 5 Channel YouTube Ini Wajib Kamu Tonton
News
-
Dopamine Detox Paling Elit: E-Ink Reader Bikin Fokusmu Jadi Nggak Rumit
-
Pentingnya Berpikir Skeptis Digital di Era Banjir Informasi
-
Childfree dalam Perspektif Psikologi: Pilihan Rasional atau Respons Trauma?
-
Piala Dunia 2026: Ambisi Gila FIFA dan Nasib Kita yang Cuma Jadi Zombie Kopi
-
Nostalgia Perubahan Wajah Mal Kelapa Gading dan La Piazza dari Masa ke Masa
Terkini
-
7 Rekomendasi Dashcam Mobil Terbaik 2026: Dari Entry-Level Rp400 Ribuan hingga Kelas Premium 4K!
-
Kisah Rumput Liar yang Bertahan Hidup
-
3 Fakta Mengejutkan tentang Takdir Yuji Itadori di Jujutsu Kaisen: Modulo
-
Bulan Bolong dan Awal Mula Saya Jatuh Cinta pada Fiksi
-
Topeng Sosial dan Kerapuhan Diri dalam Drama 'The Art of Sarah'