Banyak nasabah masih mengira seluruh uang di rekening bisa ditarik kapan saja tanpa sisa. Padahal, hampir semua bank memiliki aturan saldo minimum yang wajib mengendap agar rekening tetap aktif. Jika tidak diperhatikan, rekening bisa terkena potongan administrasi, berstatus dormant, bahkan berisiko ditutup otomatis.
Aturan ini kembali menjadi perhatian setelah pembaruan ketentuan saldo minimum sejumlah bank besar nasional berlaku per Mei 2026. Tiga bank dengan jumlah nasabah terbesar di Indonesia yakni Bank Mandiri, Bank Rakyat Indonesia, dan Bank Negara Indonesia, memiliki nominal saldo minimum yang berbeda-beda tergantung jenis tabungan yang digunakan.
Meski terlihat sepele, banyak nasabah justru baru sadar pentingnya saldo minimum saat rekening tiba-tiba tidak bisa dipakai transaksi.
Kenapa Saldo Minimum Itu Penting?
Saldo minimum adalah sejumlah dana yang harus tetap tersisa di rekening dan tidak boleh habis ditarik. Fungsi utamanya bukan hanya menjaga status rekening tetap aktif, tetapi juga menjadi cadangan untuk biaya administrasi bulanan dan layanan perbankan lainnya.
Kalau saldo berada di bawah batas minimum terlalu lama, rekening bisa dianggap tidak aktif. Dalam beberapa kasus, rekening dormant bahkan dapat diblokir sementara sampai nasabah melakukan aktivasi ulang.
Karena itu, memahami aturan saldo minimum bukan cuma soal teknik perbankan, tapi juga bagian dari pengelolaan keuangan pribadi.
Saldo Minimum Bank Mandiri 2026
Untuk nasabah Bank Mandiri, nominal saldo minimum cukup bervariasi tergantung jenis tabungan.
Produk Tabungan Rupiah misalnya, menetapkan saldo minimum Rp100 ribu. Sementara Tabungan NOW memiliki batas lebih rendah, yakni Rp25 ribu.
Untuk rekening payroll atau tabungan gaji, saldo minimum hanya Rp10 ribu. Sedangkan TabunganKu menetapkan saldo minimal Rp20 ribu.
Ada juga produk seperti Tabungan SiMakmur yang tidak menerapkan biaya minimum tertentu. Sementara Simpanan Pelajar (SimPel) tetap menjadi yang paling ringan dengan batas hanya Rp5 ribu.
Skema ini menunjukkan bahwa produk pelajar dan inklusi keuangan memang dirancang agar lebih ramah bagi masyarakat dengan kemampuan finansial terbatas.
BRI Masih Jadi Favorit dengan Saldo Ringan
Bank Rakyat Indonesia juga mempertahankan kebijakan saldo minimum yang relatif terjangkau.
Produk Simpedes dan BritAma sama-sama menetapkan saldo minimum Rp50 ribu. Begitu juga dengan BritAma Bisnis, BritAma Pro, dan BritAma X.
Untuk TabunganKu, nominal minimal tetap Rp20 ribu. Sedangkan tabungan anak muda seperti Junio menetapkan batas Rp50 ribu.
Sama seperti bank lain, produk SimPel di BRI hanya mensyaratkan saldo Rp5 ribu.
Tak heran jika BRI masih menjadi pilihan utama masyarakat di daerah maupun pelaku UMKM karena syarat tabungannya dinilai cukup ringan dan mudah dijangkau.
BNI Punya Saldo Minimum Tertinggi
Berbeda dengan dua bank sebelumnya, Bank Negara Indonesia memiliki beberapa produk dengan saldo minimum cukup tinggi.
BNI Taplus misalnya, mensyaratkan saldo minimal Rp150 ribu. Untuk Taplus Bisnis bahkan mencapai Rp1 juta.
Namun, ada juga produk yang sangat fleksibel. Taplus Muda misalnya, tidak memiliki ketentuan saldo minimum sama sekali alias Rp0.
BNI Pandai juga termasuk produk tanpa batas minimal saldo. Sementara SimPel dan TabunganKu tetap mengikuti skema inklusi keuangan nasional dengan batas Rp5 ribu dan Rp20 ribu.
Perbedaan ini biasanya disesuaikan dengan segmentasi pengguna. Produk bisnis membutuhkan saldo lebih besar karena berkaitan dengan intensitas transaksi dan fasilitas tambahan yang diberikan bank.
Kenapa Banyak Orang Tidak Sadar Rekeningnya Bermasalah?
Salah satu masalah paling sering terjadi adalah rekening lama yang jarang dipakai. Banyak orang menyimpan rekening hanya untuk menerima transfer atau kebutuhan tertentu tanpa rutin mengecek saldonya.
Padahal, biaya administrasi terus berjalan setiap bulan. Ketika saldo terlalu kecil dan berada di bawah batas minimum, rekening perlahan bisa “tergerus” hingga habis sendiri. Akibatnya, saat ingin digunakan kembali, rekening ternyata sudah tidak aktif.
Fenomena ini cukup umum terjadi, terutama pada rekening kedua, rekening bekas payroll kantor lama, atau tabungan yang dibuat untuk kebutuhan sesaat.
Tabungan Pelajar Jadi yang Paling Ringan
Menariknya, hampir semua bank besar kini memberi perhatian khusus pada produk tabungan pelajar dan inklusi keuangan.
Program seperti SimPel dan TabunganKu memang dibuat agar masyarakat, termasuk anak sekolah, tetap bisa menabung tanpa terbebani saldo besar. Langkah ini juga sejalan dengan upaya meningkatkan literasi dan inklusi keuangan nasional sejak usia dini.
Karena itu, nominal saldo minimum produk pelajar cenderung jauh lebih kecil dibanding tabungan reguler atau bisnis.
Nasabah Jangan Asal Simpan Rekening
Di tengah semakin banyaknya layanan digital banking, masyarakat kini memang lebih mudah membuka rekening baru. Namun, semakin banyak rekening yang dimiliki, semakin penting pula memahami aturan masing-masing bank.
Jangan sampai rekening hanya dibiarkan aktif tanpa dipantau. Selain bisa terkena potongan rutin, rekening yang tidak aktif terlalu lama juga berpotensi menimbulkan masalah administrasi di kemudian hari.
Mengecek saldo minimum mungkin terdengar sederhana, tapi sering kali justru hal kecil seperti inilah yang menentukan apakah rekening tetap aman digunakan atau malah “mati diam-diam”.
Baca Juga
Artikel Terkait
-
Kanwil DJP Intensif Penagihan Aktif, Nunggak Pajak Rekening Bisa Diblokir?
-
Alasan Rekening Warga Senilai Rp330 Miliar Tiba-tiba Diblokir Dirjen Pajak
-
Dompet Tak Berbunyi, Saldo Diam-Diam Mati: Dilema Hidup Serba Digital
-
Langkah Tegas, DJP Jawa Timur Blokir Rekening 3.185 Penunggak Pajak di 11 Bank
-
15 Juta Penduduk Usia Produktif Belum Punya Rekening Bank
News
-
Lebih dari 1.000 Lampion akan Terangi Langit Borobudur saat Waisak 2026
-
Rupiah Melemah, Beli iPhone Murah di Luar Negeri Tak Lagi Menggiurkan?
-
Ironi Lulusan Sekolah Kejuruan: Mengapa Penyumbang Pengangguran Terbesar Masih dari SMK?
-
Kenapa Iduladha Identik dengan Kurban? Begini Awal Mula dan Maknanya
-
WFC Gak Se-Estetik di Medsos! Tantangan Pekerja Remote Menepis Stigma Negatif
Terkini
-
Usai Park Ji Hoon, Jang Dong Yoon Berpeluang Bintangi Drama Korea Promotor
-
Ungkap Misteri Puteri Gunung Ledang dalam Bukuloka: Janji Di Puncak Ledang
-
TikTok Made Me Buy It: Saat Budaya Konsumtif dan FOMO Berkolaborasi
-
Bakar Sampah Bukan Solusi Praktis: Mengapa Cara Tradisional Ini Justru Mengancam Nyawa?
-
5 Rekomendasi Parfum Wangi White Floral yang Cocok Dipakai ke Kondangan