Tim peneliti dari Universitas Nusantara PGRI (UNP) Kediri menggelar sosialisasi instrumen penelitian bertajuk "Penerapan Model Pembelajaran Hibrida dengan Media AR Cerita Panji Berbantuan AI untuk Meningkatkan Keterampilan Menulis Kreatif Murid SMP/MTs Wilayah Kediri" di SMP Negeri 8 Kota Kediri, Selasa (11/8/2026). Kegiatan Focused Group Discussion (FGD) tahap kedua ini merupakan bagian dari rangkaian penelitian yang berhasil lolos pendanaan pemerintah melalui skema Dana Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Tahun 2026.
Penelitian ini diketuai oleh Encil Puspitoningrum, M.Pd., dosen ahli bidang bahasa dan pembelajaran, dengan beranggotakan Danang Wahyu Widodo, M.Kom., yang berfokus pada aspek pengembangan teknologi, serta Rosa Imani Khan, M.Psi., yang menangani aspek psikologis dalam proses penelitian. Pada sosialisasi hari ini, kegiatan hanya dihadiri oleh Encil Puspitoningrum selaku ketua tim, didampingi dua mahasiswa yang tergabung dalam kepanitiaan, yakni Moh. Angga Arianto dan Kurnia Fitri Amelia, yang turut membantu jalannya acara.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas model pembelajaran hibrida berbasis Augmented Reality (AR) bertema Cerita Panji yang dipadukan dengan kecerdasan artifisial, dalam meningkatkan keterampilan menulis kreatif, khususnya menulis dongeng, pada siswa jenjang SMP Negeri dan Swasta di wilayah Kediri. Cerita Panji sendiri dipilih sebagai media pembelajaran karena merupakan warisan budaya lokal khas Kediri yang memiliki nilai historis dan sastra tinggi, sehingga diharapkan mampu menumbuhkan kecintaan siswa terhadap kearifan lokal sekaligus mengasah kemampuan literasi digital mereka melalui pendekatan teknologi terkini.
Dari sisi metode, penelitian ini menggunakan jenis penelitian pengembangan (research and development) dengan teknik penentuan objek berupa multistage area random sampling. Tim peneliti menetapkan 16 sekolah sampel yang tersebar di Kota dan Kabupaten Kediri, meliputi sejumlah SMP Negeri, SMP Swasta, hingga Madrasah Tsanawiyah (MTs) di berbagai kecamatan, seperti Mojoroto, Kota, dan Pesantren untuk wilayah Kota Kediri, serta Ngadiluwih, Pare, Tarokan, dan Ngasem untuk wilayah Kabupaten Kediri. Proses analisis data akan dilakukan setelah hasil pretes awal peserta didik diperoleh, guna melakukan uji normalitas dan homogenitas, dengan indikator capaian berupa peningkatan nilai yang signifikan dalam kemampuan menulis kreatif siswa pada tes akhir.
Untuk mendukung kelancaran penelitian, tim peneliti menggandeng MGMP Bahasa Indonesia SMP Negeri dan Swasta se-Kota dan Kabupaten Kediri sebagai mitra utama di lapangan. Kerja sama ini dinilai penting mengingat proses pengambilan data melibatkan berbagai tahapan teknis, mulai dari perekaman video saat peserta didik mengerjakan instrumen, pengumpulan data dari instrumen pretes dan postes, hingga pengurusan surat keterangan penelitian dari masing-masing sekolah. Penelitian di setiap sekolah sampel direncanakan berlangsung dalam satu kali pertemuan, mencakup pemberian instrumen pretes dan postes secara berurutan.
Kontribusi Mitra MGMP Bahasa Indonesia SMP Kota Kediri
Sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi mitra, setiap MGMP Bahasa Indonesia baik dari SMP Negeri maupun Swasta akan menerima dana pendukung sebesar Rp5.000.000 yang akan dimanfaatkan untuk mendukung kelancaran proses penelitian di lapangan. Pelibatan mitra turut dilakukan secara bergantian agar seluruh sekolah sampel dapat berperan aktif dalam keseluruhan rangkaian kegiatan.
Dalam sosialisasi tersebut, turut diperkenalkan pula sejumlah instrumen penelitian yang akan digunakan, baik instrumen yang ditujukan kepada guru maupun instrumen yang akan diisi langsung oleh murid. Selain itu, tim peneliti juga memperkenalkan aplikasi presensi kegiatan FGD dan penelitian bernama PINTAR-BIMA yang dapat diakses melalui tautan khusus, guna mempermudah proses pendataan kehadiran peserta di setiap tahapan kegiatan.
Sosialisasi instrumen penelitian ini menjadi langkah penting sebelum tim UNP Kediri bersama mitra MGMP terjun langsung ke 16 sekolah sampel untuk melaksanakan penelitian. Dengan dukungan pendanaan DPPM 2026 dan sinergi bersama para guru Bahasa Indonesia di Kota dan Kabupaten Kediri, penelitian ini diharapkan mampu menghasilkan model pembelajaran inovatif yang tidak hanya meningkatkan keterampilan menulis kreatif siswa, tetapi juga melestarikan kearifan lokal Cerita Panji melalui pendekatan teknologi Augmented Reality dan kecerdasan artifisial yang relevan dengan kebutuhan pendidikan masa kini.
Baca Juga
-
Bebas tapi Cemas: Jebakan Hampa Usia 20-an setelah Lepas Almamater
-
Fresh Graduate vs AI: Kena Mental Sebelum Sempat Punya Pengalaman Kerja?
-
Terjebak FOMO Gaji Dua Digit di Usia 20-an, Apakah Realistis?
-
Mengaku Pencinta K-Pop, tapi Gagap saat Berhadapan dengan Kebudayaan Sendiri
-
Membongkar Borok Kerja Kelompok yang Cuma Bikin Jinak Si Pemalas
Artikel Terkait
-
Saat AI Jadi Senjata Baru Gaming, Palit RTX 5060 Ti Bawa GDDR7 hingga 16GB
-
Fresh Graduate vs AI: Kena Mental Sebelum Sempat Punya Pengalaman Kerja?
-
Cetak 9 Juta Talenta Digital: ITSEC Asia Luncurkan Academy Cybersecurity dan AI Berbasis Cyber Range
-
Beyond the Search Bar! Runtuhnya Berhala Metrik, Munculnya Ekosistem Jurnalisme Tanpa Sekat
-
Ulasan 'Kapan Kau Bilang Wo Ai Ni?' : Jodoh Ada di Tangan Ibu dan Camer
News
-
Menumbuhkan Rimba Bawah Laut: Perjuangan Sunyi Nyoman Nadiana dari Desa Les
-
Di Tangan Nyoman Nadiana, Tradisi Garam Desa Les Terus Hidup dan Lekat dengan Masyarakat
-
Kasus Pertanahan Capai 56.844, Mengapa Masyarakat Perlu Melek Soal Tanah?
-
Dari Kemiren untuk Kemiren: Kiprah Kang Edai Bersama Astra
-
Nyoman Nadiana: Sosok di Balik Kebangkitan Garam Tradisional Bali yang Tembus Pasar Modern
Terkini
-
Career Break Bukan Penghalang, Mengapa Dunia Kerja Sulit Memahaminya?
-
Catat Tanggalnya! D.O. EXO Bakal Sapa Fans Indonesia Lewat Tur Asia Terbaru
-
Lusi Lindri: Perempuan yang Menolak Tubuhnya Menjadi Milik Takhta Mataram
-
Spider-Man: Brand New Day dan Konsekuensi Sebuah Pilihan
-
Membaca Patiwangi: Merenungi Suara Perempuan Bali Lewat Goresan Puisi Oka Rusmini