M. Reza Sulaiman | Firsty Molyndi
Ini adalah gambar arak-arakan Barong, tari tradisional khas Suku Osing. (Sumber : Koleksi Pribadi Kang Edai)
Firsty Molyndi

Bagi Kang Edai, Desa Kemiren bukanlah sekadar tanah kelahiran, melainkan juga tempat menanam benih impian untuk melestarikan budaya suku Osing. Desa Kemiren terletak di Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Desa Kemiren menjadi tempat tinggal yang nyaman bagi penduduk suku Osing sejak runtuhnya Kerajaan Blambangan. Kini desa ini dikenal sebagai desa wisata yang telah berkembang pesat.

Desa Kemiren resmi menjadi Desa Sejahtera Astra sejak tahun 2024. Tepat setelah kunjungan dari Bapak Sandiaga Uno yang saat itu masih menjabat sebagai Menparekraf. Menurut Kang Edai, tantangannya saat itu adalah menyesuaikan program dan menemukan strategi yang tepat untuk mempopulerkan Desa Kemiren sebagai desa wisata.

Kurangnya SDM dan pendanaan untuk pengembangan desa wisata disinyalir menjadi hambatan tersendiri. Kang Edai tentunya menginginkan program-program yang bisa meningkatkan taraf hidup masyarakat setempat. Namun ternyata, setelah dua tahun dinobatkan sebagai Desa Sejahtera Astra, Kang Edai dan penduduk desa mulai merasakan manfaatnya.

Potensi Lokal yang Kian Bergairah

Turis Asing Pengunjung Desa Kemiren

Ada Pasar Kuliner Kampung Osing di Desa Kemiren. Pasar ini menjual aneka kuliner khas lokal seperti Pecel Phitik dan Kue Kucur. Awalnya Kang Edai sempat mengaku pesimis. Kenyataannya setelah pasar ini berdiri, ternyata membawa perubahan positif dalam perekonomian warga. Didirikan sejak tahun 2018, pasar kuliner ini bisa berkelanjutan. Meskipun hanya beroperasi di hari Minggu saja.

Menjadi bagian dari Desa Sejahtera Astra, Desa Kemiren menjadi rumah bagi 40 pelaku usaha lokal yang bergerak di bidang kuliner, kerajinan, dan kopi. Di sana telah pula berkembang penginapan dan homestay milik warga lokal. Totalnya ada 50 homestay dengan 92 kamar. Keterampilan dan aktivitas usaha masyarakat juga meningkat pesat.

Keinginan Kang Edai dan para pemuda suku Osing lainnya tidak muluk-muluk. Mereka semua hanya ingin desanya terkenal. Mungkin dulu hanya sebatas impian, tetapi pelan-pelan sudah menjadi kenyataan. Kang Edai bahu-membahu menyadarkan masyarakat sekitar bahwa budaya Osing layak mendunia.

Para wisatawan yang datang ke Desa Kemiren ingin melihat dari dekat budaya suku Osing yang asli. Bukan mencari pusat perbelanjaan yang mewah, tetapi menyaksikan langsung kehidupan sehari-hari dan keramahan warga lokal. Salah satu yang menjadi daya tariknya adalah rumah adat Osing milik mereka sendiri.

Menurut para turis asing itu, budaya asli Kemiren sangat unik dan autentik. Mereka terpesona melihat bangunan tradisional yang masih lestari, hamparan sawah, kuliner, hingga tarian tradisionalnya. Semua ini tidak ada di negara mereka. Budaya tradisional di sana sudah banyak yang hilang. Berbeda dengan di Desa Kemiren di mana banyak pemudanya terlibat aktif melestarikan budaya lokal.

Pendidikan Budaya Dikenalkan Sejak Dini

Foto paket wisata

Kang Edai optimis budaya suku Osing akan tetap terjaga. Sebabnya, pendidikan budaya telah ditanamkan sejak usia dini. Baik itu di lingkungan keseharian mereka, maupun di jenjang pendidikan PAUD. Sehingga perlahan-lahan telah tertanam kecintaan anak-anak pada kesenian daerahnya.

Di Desa Kemiren, kita bisa melihat berbagai pertunjukan seni anak-anak menari tari Gandrung dan Barong. Ada pula anak-anak yang belajar memainkan musik tradisional dengan riangnya. Menurut Kang Edai, mengenalkan seni pada anak-anak adalah langkah yang tepat. Hal ini dikarenakan merekalah yang kelak akan meneruskan perjuangan untuk melestarikan budaya yang tumbuh dan hidup di masyarakat.

Dalam bidang pendidikan, Astra menyediakan program untuk meningkatkan pendidikan dasar dan kualitas sekolah. Saat ini Astra menyalurkan bantuan berupa penyediaan sarana belajar dan alat permainan edukatif. Selain itu, Astra juga mendukung pengenalan dan edukasi budaya lokal kepada generasi muda di Desa Kemiren.

Proyek Percontohan Merawat Lingkungan

Desa Kemiren dari Udara

Dalam upaya mendukung pariwisata yang berkelanjutan, bukan hanya manusia saja yang kita pikirkan, tetapi juga kesejahteraan lingkungan. Untuk itu Astra mendampingi masyarakat untuk memanfaatkan sampah dan limbah ternak agar tidak mencemari alam, dengan cara mengolahnya menjadi kompos dan biogas.

Kang Edai awalnya mengajak satu-dua orang yang memang tertarik pada lingkungan. Mereka adalah Bapak Ribut dan Mas Dikri. Kang Edai didampingi Astra memberikan mereka pelatihan pembuatan pupuk organik. Guna menyokong pelatihan tersebut, Astra juga memberikan bantuan berupa alat-alat dan kebutuhan lainnya.

Dari pelatihan tersebut, Kang Edai berhasil membentuk kelompok kecil sebagai proyek percontohan. Harapannya dari mereka inilah akan tercipta gerakan masyarakat yang sadar lingkungan. Setelah kelompok ini mahir, maka mereka bisa berbagi ilmu kepada masyarakat lain. Sehingga nantinya warga lain akan tergerak membuat pupuk organik dan memanfaatkan limbah di sekitarnya.

Penguatan Posyandu Simbol Kesehatan Warga Lokal

Kang Edai saat bertemu dengan Raline Shah

Dengan adanya Desa Sejahtera Astra, Posyandu Desa Kemiren juga ikut terkena imbas positif. Sebabnya, kesehatan warga desa tak kalah penting. Melalui program Desa Sejahtera Astra, Posyandu Desa Kemiren mendapatkan bantuan berupa alat dan sarana kesehatan dasar. Kadernya juga diberikan pelatihan. Tak hanya itu, Astra juga memberikan dukungan bagi kesehatan ibu dan anak serta edukasi kesehatan kepada warga lokal.

Melalui aneka bantuan tersebut, diharapkan akan meningkatkan kualitas pelayanan Posyandu Desa Kemiren. Dengan begitu, kesehatan dan kesejahteraan masyarakat juga akan meningkat.

Menurut Kang Edai, kesehatan warga haruslah terjamin dan fasilitasnya terpenuhi. Tujuannya agar warga bisa aktif menjaga lingkungan, mengenyam pendidikan, berwirausaha dan mengembangkan pariwisata. Kalau tidak, maka semua upaya bersama ini akan terasa sia-sia.

Pemuda Osing, Menjadi Raja di Tanah Sendiri

Foto Sama Menteri Pariwisata

Hingga kini, Kang Edai terus mencari peluang agar pemuda Desa Kemiren tidak keluar dari desa mereka. Harapan Kang Edai tak lain agar desa wisata ini terus bertumbuh. Desa Kemiren telah banyak meraih penghargaan nasional dan internasional sebagai desa wisata terbaik. Di antaranya Penghargaan Wonderful Indonesia Impact dan Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) oleh Kementerian Pariwisata.

Terbaru, desa ini menyabet The Best Tourism Village Upgrade Program 2025. Tentunya keberhasilan ini tak lain merupakan upaya Kang Edai menyatukan semua pihak seperti Pemerintah Desa, Kepala Desa, PKK, kader Posyandu, Lembaga Adat, dan Pokdarwis. Tak ketinggalan inisiasi dari Astra, sehingga semuanya bisa berkolaborasi dengan baik.

Kang Edai, selaku Penggerak Desa Sejahtera Astra dan Ketua Desa Wisata Kemiren, berharap apresiasi ini bukanlah akhir, melainkan awal dari kemajuan. Dirinya ingin agar Desa Kemiren terus melesat dalam bidang pariwisata, tetapi tetap berakar pada budaya Osing. Kang Edai juga menginginkan agar penghargaan ini bisa memacu semangat, tidak lekas berpuas diri, dan terus bekerja dengan giat untuk memajukan Desa Kemiren.