Mahasiswa PGSD 2017 Universitas PGRI Semarang mengikuti program KKN-T (Kuliah Kerja Nyata - Tematik) yang bertema Covid-19 dilaksanakan pada tanggal 17 Agustus-17 September 2020 di lingkungan tempat tinggal masing-masing yang diselenggarakan oleh Kemdikbud.
Program KKN-T merupakan salah satu bentuk pengabdian dan pemberdayaan masyarakat dengan pendekatan lintas keilmuan. Atas bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) kelompok 32 Bapak Valdyan Drifanda, S.Pd., M.Pd. Mahasiswa Universitas PGRI Semarang yang bernama Rizqi Kurnia Rahman telah berhasil menyelesaikan program kerja yang telah direncanakan. Salah satu program kerja yang direncanakan dan dilaksanakan adalah (Edukasi Pembuatan Hand Sanitizer).
Program kerja tersebut bertujuan untuk mengedukasi masyarakat sekitar bagaimana membuat hand sanitizer secara mandiri. Dikarenakan adanya penyebaran Covid-19 di Indonesia saat ini, hand sanitizer menjadi langka dan semisal ada harganya cukup mahal. Dengan adanya kegiatan warga diharap bias membuat hand sanitizer sendiri. Mahasiswa tersebut memberikan edukasi pembuatan hand sanitizer melalui video edukasi yang disebar di Grup WhatsApp warga rt 02 rw 05 Tegalsari, Desa Rowosari, serta video tersebut dapat diakses pada link berikut .
"Semoga dengan adanya video pendidikan tersebut dapat menginspirasi warga sekitar serta dapat dijadikan alternatif untuk mengatasi kelangkaan pembersih tangan dan sebagai ladang usaha di masa pandemi seperti ini" - Ujar Bapak Supar (ketua RT 02 RW 05 Tegalsari, Desa Rowosari).
Pada edukasi pembuatan hand sanitizer tersebut, Rizqi menggunakan bahan sederhana yang mudah didapat yaitu daun sirih dan jeruk nipis. Harapan mahasiswa tersebut, video edukasi yang dibuatnya mampu memberikan edukasi mengenai pembuatan hand sanitizer secara mandiri.
”Saya memilih jeruk nipis karena sifat kuman itu tidak suka asam. Cuka bisa saja, tapi harganya mahal. Mending memanfaatkan tanaman di sekitar rumah. Meskipun bahan-bahannya dibeli juga murah. Nah bahan-bahan yang asam itu, ketika disemprotkan pada benda tidak masuk kuman, karena PH-nya rendah. Sementara daun sirih fungsinya sebagai antiseptik mengandung fenol yang bisa membunuh kuman,” ujar Rizqi Kurnia Rahman Mahasiswa KKN-T UPGRIS 2020.
Rizqi Kurnia Rahman dari 32 kelompok yang dibimbing oleh Dosen Pembimbing Lapangan, Valdyan Drifanda S.Pd., M.Pd. KKN-Tematik Literasi dan Numerasi ini merupakan kolaborasi dari Dijten Kemendikbud bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19, Kementrian Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi yang dilaksanakan sejak tanggal 17 Agustus-17 September 2020.
Baca Juga
Artikel Terkait
-
Menembus Batas, Menyapa Cengkeh: Petualangan KKN Paling Berkesan di Tanah Dengeng-Dengeng
-
Aksi Nyata Kelompok 04 IPB di Malaysia: Blusukan ke Chow Kit Demi Misi Kemanusiaan
-
Stop Judi Online! KKN UNISA Yogyakarta Edukasi Pemuda Jomblangan
-
Mengenal Insinerator Sederhana Buatan Mahasiswa UMY: Murah dan Efektif Seharga Rp1 Jutaan
-
KKN-MAs Kelompok 19 Kenalkan Dimsum Lele untuk PMT Balita di Puthukrejo
Release
-
Mahasiswa KKN UIN Walisongo Ikut Serta dalam Kegiatan Posyandu
-
Bantu Program Sekolah Kampung, KKN UIN Walisongo Gagas Model Pembelajaran Baru
-
Gowes dan Tanam: Aksi Nyata Menjaga Bumi ala Pencinta Alam UIN Jakarta
-
Ekspor Indonesia Alami Penurunan, Akibat Pandemi Covid-19?
-
Komunikasi Publik dalam Pemilu Lahirkan Pemilih Cerdas dan Berdaulat
Terkini
-
Review Resident Evil: Hujan Fan Service yang Memanjakan Gamer Sekaligus Mengorbankan Ending
-
Relatable! Ini Alasan Novel Harga Teman Cocok Dibaca Pejuang Quarter-Life Crisis
-
Sinopsis Vibe, Film India yang Dibintangi Kunal Kemmu dan Preity Zinta
-
Bye Warna Kalem! Tren Cewek Buah Bikin Tampilan jadi Lebih Segar
-
Terjebak Clickbait dan Misinformasi: Ketika Kecepatan Membunuh Ketelitian Membaca