Bekerja di salah satu BUMN dalam bidang pengelolaan bandar udara dengan cabang di berbagai provinsi, membuat saya mengenal rekan kerja dari berbagai daerah. Walau banyak yang belum pernah bertemu bahkan banyak juga yang tidak saling mengenal, terutama yang berasal dari departemen yang berbeda.
Namun demikian, sangatlah terasa bahwa perusahaan tempat kami bekerja ini, orang-orangnya sangatlah beragam. Bahkan ketika pertemuan virtual dalam satu lingkup departemen yang sama pun sudah sangat terlihat keanekaragaman dari masing-masing cabang, terutama yang memang orang aslli daerah.
Di setiap cabang, tidaklah berarti orang-orangnya hanya dari daerah. Karena di perusahaan ini, mutasi bisa ke cabang mana saja. Jadi, dalam satu kantor cabang sudah terlihat adanya keragaman karyawan yang berasal dari daerah, suku, juga agama berbeda.
Di kantor cabang tempat saya bekerja saat ini, khususnya dalam lingkup departemen saya, rekan kerja saya ada yang suku Bugis, Jawa, Banjar dan Padang. Masing-masing mempunyai keunikan tersendiri. Dengan adanya keberagaman tersebut, kami tak pernah memandang hal tersebut sebagai sesuatu yang berbeda, melainkan sebuah kondisi yang biasa saja. Kami bahkan sering bertukar cerita tentang adat atau kebiasaan asal daerah kami masing-masing.
Situasi yang sama, bisa ditangani dengan cara yang berbeda oleh adat dari suku yang berbeda. Misalnya saja ketika ada undangan aqiqah bayi, beda suku beda pula prosesi acara yang kami hadiri. Kami senang berbagi cerita. Tak jarang kami takjub oleh cara dari suku yang berbeda namun semua mempunyai tujuan yang baik. Banyaknya perbedaan justru menjadi hal yang menarik dan memperkaya pengetahuan. Kami pun belajar bahwa memandang suatu persoalan tak selalu bisa serta merta dinilai benar atau salah, pantas atau tidak. Perlu juga untuk terlebih dahulu mengetahui latar belakang dari tindakan yang diambil oleh seseorang.
Perbedaan asal daerah sering memengaruhi karakter seseorang. Dan memang rekan-rekan kerja saya punya keunikan dengan caranya masing-masing. Awal-awal kenal atau ketika ada karyawan yang baru dimutasi dari cabang lain, biasanya mungkin agak canggung. Namun sebenarnya, kami sama-sama dalam proses mengamati dan mempelajari kebiasaan masing-masing.
Perbedaan atau keberagaman bukanlah hal untuk diributkan atau dirayakan dengan aneka glorifikasi, melainkan suatu kondisi yang seharusnya disikapi biasa saja . Kami sama-sama berusaha menyadari bahwa tujuan kami adalah untuk bekerja sama melaksanakan tugas dan pekerjaan. Kami harus mengesampingkan perbedaan-perbedaan yang tidak ada gunanya untuk diperdebatkan. Justru bekerja dengan rekan kerja aneka gaya dan cara berbicara kadang-kadang menjadi hiburan tersendiri.
Baca Juga
-
3 Kesalahan saat Mengenakan Pakaian Baru di Tempat Kerja
-
3 Kebiasaan Buruk yang Membuat Meja Kerja Kamu Sering Berantakan
-
5 Tips Mengubah Hobi Membuat Buket Bunga Jadi Uang, Berani Coba?
-
3 Ide Hadiah untuk Seorang Backpacker, Pilih yang Praktis!
-
3 Macam Celebrity Worship, Jangan sampai Kebablasan Memuja!
Artikel Terkait
Rona
-
Harmoni dalam Perbedaan: Refleksi Nyepi dan Dinamika Idulfitri di Indonesia
-
Kisah Perjalanan YouthID: Saat Anak Muda Menembus Batas, Mendengar Suara Disabilitas di Aceh
-
Menikmati Strike Tak Terduga di Sagara Makmur
-
Ingin Coba Mendaki? Inilah Daftar 10 Gunung di Indonesia Paling Ramah Pemula
-
Dari Sampah hingga AI, Sahya Vidya Nusantara Jadi Ruang Belajar Alternatif di LPB Nasional 2025
Terkini
-
Novel Padang Bulan: Antara Cinta dan Mimpi yang Sama-sama Harus Dikejar
-
Lindungi Hak sebagai Artis, EXO-CBX Ajukan Pemutusan Kontrak dengan INB100
-
Koleksi Wajah di Tas Ayah
-
The Rose Umumkan Rencana 2026: Album Baru, Tur Dunia, Hiatus Pasca-Tur
-
Side Hustle Bukan Gila Kerja, Tapi Perjuangkan Pekerja UMR untuk Bertahan