Ilustrasi pria (Pixabay)
Ia tampak arogan dan menang sendiri.
Di depan mata ia bersikap seperti dewa.
Lalu saat ia pergi malah berubah bagaikan iblis.
Mereka haus kekuasaan dan terbius kekayaan dunia.
Mereka sangat pandai menyembunyikan kebusukannya.
Mereka yang mengumandangkan persatuan, tetapi mereka pula yang mengingkari.
Mereka lihai bersilat lidah hingga lawannya pun tak mampu berkutik.
Hingga mereka tertawa terbahak-bahak di atas derita orang lain.
Sungguh kejam kehidupan ini.
Para manusia tak kenal lagi ia sebagai musuh atau kawan.
Mereka dapat menerjang di dalam selimut.
Bahkan mereka dapat memusnahkan secara perlahan dan halus.
Mereka adalah manusia-manusia egois.
Nipa, 31 Juli 2021
Baca Juga
-
Hari Raya Idul Fitri, Memaknai Lebaran dalam Kebersamaan dan Keberagaman
-
Lebaran dan Media Sosial, Medium Silaturahmi di Era Digital
-
Ketupat Lebaran: Ikon Kuliner yang Tak Lekang oleh Waktu
-
Dari Ruang Kelas ke Panggung Politik: Peran Taman Siswa dalam Membentuk Identitas Bangsa
-
Menelisik Sosok Ki Hajar Dewantara, Pendidikan sebagai Senjata Perlawanan
Artikel Terkait
-
Posisi HP Jokowi saat Bikin Konten Reaksi Lagu 'Waktu Ku Kecil' Disorot: Minimal Kalau Mau Ngibul...
-
Gibran Ngaku Senasib dengan Stefanus Gusma Usai Dipecat, Politikus PDIP: Wapres kok Bohong?
-
Ini 2 Hoaks Besar yang Kerap Menerpa Freeport Indonesia
-
251 Kelompok Relawan Dukung RK-Suswono, Timses Minta Tak Ada yang Sebar Hoaks
-
Sebut Mulyono Pabrik Kebohongan, Amien Rais: Jokowi Bukan Pembohong Profesional, Dia Pembohong Pathologis
Sastra
Terkini
-
Menelisik Kiprah Ki Hadjar Dewantara dalam Pendidikan dan Politik Indonesia
-
4 Skincare dengan Cactus Extract, Rahasia Hidrasi Kulit Tanpa Lengket!
-
Review Norma - Antara Mertua dan Menantu: Film Selingkuh Menariknya Apa?
-
4 Film Adaptasi Novel Stephen King yang Bisa Kamu Tonton di Netflix
-
Ulasan Your Friendly Neighborhood Spider-Man: Fresh, Fun, dan Penuh Aksi!