Jogja memiliki kekayaan kuliner tradisional. Beberapa kuliner tradisional Jogja menjadi menu kegemaran keluarga keraton Jogja. Salah satu kuliner kegemaran priyayi tersebut ternyata mudah dibuat. Bahannya mudah didapat, proses memasaknya juga singkat.
Bendul, uniknya nama kuliner ini seunik bentuknya. Menurut Sumaryoto, General Manager Bale Raos dalam pemaparannya pada salah satu rangkaian kegiatan Webinar dan Lokakarya Internasional tentang Budaya Jawa yang digelar oleh Kraton Jogja pada 25 Juli 2021, mengatakan bahwa bendul merupakan salah satu kudapan kegemaran Sri Sultan Hamengku Buwono VIII. Tebuat dari singkong putih sebagai bahan utamanya, menjadikan menu satu ini kini banyak dihidangkan masyarakat karena bahan yang mudah didapat.
Untuk membuat bendul, dimulai dengan menyiapkan 500 gram singkong berkualitas bagus. Menurut Sumaryoto, singkong yang bagus memiliki ciri segar, tidak layu, daging dan kulitnya mudah dipisahkan. Kupas dan bersihkan singkong, lalu dikukus hingga matang dan angkat. Diamkan sebentar hingga suhu panasnya hilang. Setelah dingin, giling atau tumbuk singkong hingga halus. Tambahkan 100 gram bubuk susu, 1 sendok margarin, 2 sendok mentega, 4 sendok roem butter, gula halus, vanili dan keju secukupnya, lalu uleni hingga kalis.
Setelah adonan kalis, bentuk adonan menjadi bulatan-bulatan pipih menggunakan tangan, bentuk dan ukuran menyerupai bakpia. Selanjutnya panaskan teflon dengan api kecil,panggang adonan sebentar saja hingga bagian tengah adonan berwarna cokelat. Angkat adonan, dan tusuk menggunakan batang bambu atau batang sereh. Tata pada piring, bendul siap disajikan.
Di masa pandemi seperti saat ini, bendul bisa jadi pilihan camilan sehat keluarga karena bahannya yang alami. Selain itu, membuat bendul juga turut serta melestarikan kuliner tradisional khas Jogja.
Baca Juga
Artikel Terkait
Ulasan
-
Praktik Hukum yang Kian Rapuh di Novel Sui Generis
-
Buku Kamu Terlalu Banyak Bercanda: Ketika Tawa Menyembunyikan Luka
-
Hoppers: Film tentang Pesan Lingkungan dalam Balutan Animasi yang Memukau!
-
Petualangan Mata di Tanah Melus: Panduan Bertahan Hidup di Dunia Paralel Tanpa Sinyal
-
Mengintip Sisi Personal Presiden dalam Buku Pak Beye dan Keluarganya
Terkini
-
Puasa dari Algoritma: Cara Bijak Berkonsumsi Media Sosial di Bulan Ramadan
-
Jelang Jamu Persik Kediri, Bojan Hodak Dipusingkan dengan Masalah Ini!
-
Mindful Eating saat Puasa: Menghargai Makanan dan Mengendalikan Nafsu Berbuka
-
Kenapa Pertanyaan 'Kapan Nikah' Selalu Muncul saat Lebaran?
-
4 Tips Jalani Ramadan versi Slow Living: Kurangi Drama, Perbanyak Makna