Lintang Siltya Utami | Oktavia Ningrum
Hiranya & Margonda (Dok.Pribadi/Oktavia)
Oktavia Ningrum

Tidak lagi sekadar bercerita tentang romansa yang manis, banyak novel kini mengangkat isu keluarga, kesehatan mental, trauma, dan pencarian identitas. Salah satu karya yang berhasil memadukan berbagai tema tersebut adalah Hiranya & Margonda, buku karya Zhitara yang terbit pada Juni 2024 melalui penerbit Akad.

Novel setebal 340 halaman ini mengajak pembaca menyusuri kisah dua mahasiswa muda yang dipertemukan oleh takdir di tengah padatnya kehidupan kampus dan ramainya Jalan Margonda, salah satu kawasan paling ikonik di Depok.

Dengan latar yang dekat dengan kehidupan mahasiswa, Hiranya & Margonda tidak hanya menyajikan kisah cinta yang menghangatkan hati, tetapi juga perjalanan emosional tentang menerima luka, membangun mimpi baru, dan menemukan arti rumah dalam diri orang lain.

Sinopsis Novel

Tokoh utama dalam novel ini adalah Hiranya Jayastu Martaka dan Darapuspita Harum. Keduanya hadir sebagai karakter yang tampak berbeda di permukaan, tetapi sama-sama menyimpan luka yang tidak terlihat. Hiranya digambarkan sebagai pemuda tertutup yang terpaksa meninggalkan Bandung dan memulai kehidupan baru di Depok. Perpindahan itu bukan sekadar soal kota, melainkan juga tentang kehilangan mimpi yang selama ini ia perjuangkan.

Konflik terbesar Hiranya berawal dari keputusan ayahnya yang menentukan jurusan kuliah tanpa mempertimbangkan keinginannya. Setelah bertahun-tahun mengikuti harapan orang tua, ia harus menerima kenyataan bahwa satu-satunya impian yang benar-benar ia miliki tidak dapat terwujud.

Dalam kondisi tersebut, ibunya memberikan nasihat sederhana namun bermakna: menemukan satu hal menarik di Jalan Margonda dan menceritakannya ketika ia lulus nanti. Pesan itu menjadi simbol perjalanan Hiranya dalam menemukan tujuan hidup yang baru.

Di sisi lain, Darapuspita Harum tampil sebagai mahasiswi semester dua yang ceria, konyol, dan mudah bergaul. Namun di balik sikapnya yang tampak menyenangkan, ia menyimpan luka mendalam akibat konflik keluarga yang kompleks. Ayahnya, Magani Harum, merupakan pengacara terkenal yang kerap menjadi sorotan media. Popularitas tersebut justru membawa tekanan besar bagi keluarganya.

Novel ini menggambarkan bagaimana tekanan sosial dan tuntutan kesempurnaan dapat menghancurkan keharmonisan keluarga. Ibu Darapuspita mengalami gangguan mental yang kemudian memengaruhi pola pengasuhan terhadap anak-anaknya. Situasi tersebut berkembang menjadi kekerasan fisik yang meninggalkan trauma mendalam bagi Darapuspita.

Bahkan, ia tumbuh dengan ketakutan terhadap keramaian dan kilatan kamera, sesuatu yang terus menghantuinya hingga dewasa. Perceraian kedua orang tuanya pada tahun 2019 menjadi titik balik yang semakin memperumit kehidupannya.

Pertemuan pertama Hiranya dan Darapuspita terjadi secara tidak sengaja dalam parade universitas. Momen itu menjadi awal dari serangkaian pertemuan yang terus berulang seolah telah dirancang oleh takdir. Dari perjumpaan-perjumpaan tersebut lahirlah sebuah hubungan palsu yang menjadi salah satu daya tarik utama novel ini.

Kelebihan dan Kekurangan

Tema fake relationship atau hubungan pura-pura memang bukan hal baru dalam sastra remaja. Namun, Zhitara berhasil mengolahnya dengan cara yang lebih emosional. Hubungan palsu yang dijalani Hiranya dan Darapuspita bukan sekadar alat untuk menghadirkan konflik romantis, melainkan menjadi ruang bagi keduanya untuk saling mengenal, memahami luka masing-masing, dan bertumbuh bersama.

Selain kisah cinta, aspek persahabatan juga menjadi kekuatan novel ini. Kehidupan Hiranya bersama teman-temannya di Kos Babeh menghadirkan suasana hangat yang sangat dekat dengan kehidupan mahasiswa Indonesia. Kehadiran tokoh seperti Tyaga, Gentala, Gama, Mario, dan Jati memberikan warna tersendiri dalam cerita. Hubungan mereka memperlihatkan bagaimana persahabatan dapat menjadi tempat berlindung ketika kehidupan terasa terlalu berat untuk dijalani sendirian.

Demikian pula dengan Darapuspita yang menemukan dukungan emosional dari sahabat-sahabatnya, Rosiana, Nares, dan Reno. Kehadiran mereka menunjukkan bahwa proses penyembuhan tidak selalu datang dari keluarga atau pasangan, tetapi juga dari lingkaran pertemanan yang sehat.

Pesan Moral

Novel ini berbicara tentang mimpi yang kandas, trauma keluarga, kesehatan mental, persahabatan, dan keberanian untuk memulai kembali. Melalui karakter-karakter yang terasa hidup dan konflik yang dekat dengan realitas generasi muda, Zhitara menghadirkan cerita yang tidak hanya menghibur, tetapi juga mengajak pembaca memahami bahwa setiap orang memiliki luka yang berbeda.

Di tengah keramaian Jalan Margonda, Hiranya dan Darapuspita menemukan sesuatu yang selama ini mereka cari. Seseorang yang bersedia memahami tanpa menghakimi dan menemani tanpa harus mengubah siapa diri mereka sebenarnya.

Identitas Buku

  • Judul: Hiranya dan Margonda
  • Penulis: Zhitara
  • Penerbit: Akad 
  • Tahun Terbit: Juni 2024
  • ISBN: 9786235953854
  • Tebal: 340 halaman
  • Kategori: Fiksi / Novel Remaja