House of Gucci (2021) merupakan film yang terinspirasi dari kisah imperium keluarga di balik rumah mode Italia, Gucci. Dibintangi oleh Lady Gaga dan Adam Driver, rating yang diberikan IMDb pada film ini adalah 6,9/10 dari 38.000 penilaian.
Sementara itu, Rotten Tomatoes memberikan skor sebesar 61% dari reviewer dan 83% audience. Penayangan perdana film ini dilaksanakan pada 9 November 2021 di Odeon Luxe Leicester Square, London.
Pada 1978, Patrizia Reggiani (Lady Gaga), orang dari luar lingkaran fashion menikah dengan putra dari keluarga Gucci, Maurizio Gucci (Adam Driver). Maurizio merupakan pewaris 50% saham rumah mode Gucci dari ayahnya, Rodolfo Gucci.
Maurizio sudah diperingatkan oleh ayahnya bahwa Patrizia hanyalah mengejar kekayaannya. Rodolfo bahkan sampai mengancam bahwa hak warisnya akan dicabut bila nekat menikahi Patrizia.
Singkat cerita, Maurizio lebih memilih Patrizia dan meninggalkan keluarganya. Seiring waktu, dugaan Rodolfo terbukti benar. Ambisi Patrizia mulai terlihat dan menunjukkan manuver-manuver pengkhianatan, balas dendam, hingga pembunuhan.
Selain Lady Gaga dan Adam Driver, House of Gucci dibintangi Jared Leto, Al Pacino, Jeremy Irons, dan Salma Hayek. Ridley Scott juga terlibat dalam film ini sebagai sutradara, setelah mendapat hak atas buku karya Sara Gay Forden pada 2001 berjudul The House of Gucci: A Sensational Story of Murder, Madness, Glamour, and Greed. Berdasarkan cerita pada buku inilah, House of Gucci dibuat.
Ulasan dalam Film Updates menyebutkan, tak seperti film Scott sebelumnya (The Last Duel) yang berfokus pada epik sejarah dan tetap berada di jalur itu, House of Gucci berusaha menjadi segalanya. Crime, drama keluarga, dan satire secara bersamaan. Akhirnya, film ini malah menjadi tak konsisten dan membosankan, terlepas dari beberapa momen brilian yang ditunjukkan, yang justru membuat penonton kebingungan.
House of Gucci seharusnya berfokus pada Patrizia Reggiani, perempuan muda Italia yang bekerja di perusahaan ayahnya, bertemu dengan Maurizio Gucci pada suatu malam. Tertarik dengan nama belakangnya, Patrizia langsung menjalin hubungan dengan Maurizio yang canggung dan pemalu hingga berhasil menikahinya. Sepeninggal Rodolfo Gucci, ayah Maurizio, Patrizia melihat kesempatan untuk mengambil alih bisnis dan brand Gucci dengan mempermainkan semua orang.
Alih-alih mengikuti Patrizia dan keputusan besar yang mengubah hidup orang-orang di sekitarnya, Scott justru meninggalkannya di sepertiga terakhir film. Fokusnya dialihkan pada perebutan kekuasaan yang dialami Maurizio dalam mengambil alih bisnis keluarga Gucci.
Terasa seperti pengkhianatan pada performa mengagumkan Gaga dan sekaligus pada penonton yang terlanjur dibuat percaya bahwa film ini adalah tentang Patrizia. Pembawaan peran aktor lain pun dirasa kurang memuaskan dan menambah kesan inkonsitensi pada House of Gucci. Terlalu banyak elemen yang dipaksakan untuk film ini.
Baca Juga
-
5 Tips Memilih Rekomendasi Klinik dan Dokter Hewan
-
Kim Sejeong Comeback Melalui Drama Korea A Business Proposal, Ini 6 Faktanya!
-
BTS Berhasil Shooting di Grand Central Station, Berikut 3 Rahasia yang Harus Kamu Ketahui!
-
HyunA dan DAWN Resmi Tunangan, Ini 7 Fakta Perjalanan Asmara Mereka Selama 6 Tahun
-
5 Fakta Drama Korea 'All of Us Are Dead,' Variasi Zombie hingga Latihan Fisik
Artikel Terkait
Ulasan
-
Harapan dari Tempat Paling Jauh: Saat Ekspektasi Orang Tua Membunuh Jiwa
-
Belajar Menerima Setiap Luka di Novel Matahari Minor karya Tere Liye
-
Buku Ada Kalanya: Catatan Menemukan Diri dari Kedai Kopi
-
Sisi Tergelap Surga: Menggugat Batas Benar dan Salah di Tengah Miskin
-
Sebuah Seni untuk Bersikap Bodo Amat: Mengapa Terlalu Berusaha Justru Menjauhkan Bahagia?
Terkini
-
Nama Besar YouTube Indonesia, Tara ArtsGema Show Guncang Marapthon!
-
Fenomena OOTD Lebaran: Ekspresi Diri atau Budaya Pamer?
-
4 Rekomendasi HP untuk Game Berat Paling Murah 2026: Anti Lag, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Thom Haye dan Marceng Bakal Absen, Siapa yang Layak Gantikan Peran Keduanya di Timnas?
-
4 Moisturizer Korea Mugwort untuk Rawat Kulit Breakout yang Mudah Kemerahan