‘55:15 Never Too Late’ merupakan drama Thailand terbaru yang diproduksi oleh sutradara Saranyu Jiralaksanakul, melalui rumah produksi GMMTV. Kali ini, akan dibahas sinopsis drama ‘55:15 Never Too Late’ episode 7. Sebagai pengingat, pada episode sebelumnya menceritakan kisah Thep (Kayavine) yang dipaksa menyerah sebagai petinju profesional kerena keadaan dan terkanan ekonomi di akademi tinjunya.
Lalu, bagaimana kelanjutannya? Mari simak sinopsis episode 7 berikut ini.
Sinopsis drama Thailand '55:15 Never Too Late' episode 7
Jarunee (View Benyapa) dewasa seorang guru yang taat aturan. Melihat murid-muridnya, sekarang menjadi teman sekelas, menikmati hidupnya sebagai remaja. Jarunee ingin menjajal hal tersebut agar kelak ia tidak menyesal untuk yang kedua kalinya. Jarunee melanggar aturan sekolah yang dilarang untuk mengecat rambut, tentu ia mengetahui konsekuensi yang akan didapatinya.
Kelima anggota 55:15 sudah diambang menyerah untuk kembali ke wujud dewasa mereka, mengikuti saran dari istri Thep, mereka menuju ke dukun untuk mendapatkan pencerahan. Dukun tersebut mengatakan bahwa kelimanya merupakan pendosa berat, saat ini karma sedang menimpa mereka maka dari itu untuk kembali ke wujud asal, mereka harus memperbaiki sesuatu yang mereka hancurkan di dalam hidup mereka.
Hidup di jaman yang semakin berkembang, membuat anggota 55:15 kesulitan beradaptasi. Mereka tidak mengerti apa yang anak-anak muda jaman sekarang bicarakan, hal tersebut membuat kelimanya keberatan dan stress. Untungnya ada Noinae (Pringkhing), keponakan Paul yang sudah mengetahui keadaan aneh mereka membantu menjelaskan kata-kata gaul yang tidak geng oramg dewasa tersebut pahami sebelumnya.
Jarunee bertemu dengan Bomb (Arm Weerayut), lelaki muda yang menyukainya. Bomb terkejut bertemu dengan seorang gadis yang memiliki penampilan sama persis seperti Jarunee yang mengaku sebagai keponakan wanita terkasihnya tersebut bernama Jinny.
Jarunee mendatangi dokter untuk kontrol rutin kanker yang dideritanya. Setelah diperiksa, ajaibnya penyakit yang diderita guru berkacamata tersebut hilang. Ini merupakan salah satu kelebihan berubah menjadi lebih muda yang membuat penyakitnya ikut menghilang.
Di sisi lain Jaya Janiya, si penyanyi cilik tidak berhenti untuk mencari cara untuk membuatnya kembali menjadi penyanyi terkenal. Ia meminta tolong kepada penggemar beratnya, Paul untuk membantunya meraih ketenaran yang sudah lama meninggalkan dirinya.
Itu dia sinopsis drama Thailand ‘55:15 Never Too Late’ episode 7. Bagaimana, penasaran dengan kisah Jaya yang berjuang untuk mendapatkan kembali masa kejayaannya? Atau kisah Thep yang kembali ke dunia tinju untuk menggapai mimpinya yang dahulu sempat hilang? Nantikan kisah mereka selanjutnya hanya di kanal Youtube GMMTV dan Disney+ Hotstar.
Baca Juga
-
Makin Blak-blakan, Aaliyah Massaid Akui Bucin Ke Thariq Halilintar: Kamu Juara di Hati Aku
-
Mengenal Li Ran, Princess Eropa dari Asia Pertama, Istri dari Pangeran Charles Belgia
-
Fans Fuji Kecewa Konten Eksklusif Tersebar: Jadi Percuma Bayar
-
Nyanyi 'Cundamani' di Hadapan Happy Asmara, Celetukan Niken Salindry Bikin Ngakak Satu Venue
-
ARMY Next Level! Wanita Ini Pamer Rumah Berkonsep BTS, Semua Serba Ungu
Artikel Terkait
Ulasan
-
Gamers Tidak Selalu Gagal: Perspektif Baru dari Dear Parents
-
Boyfriend on Demand: Kala AI Terasa Lebih Nyata daripada Manusia
-
No Place to Be Single, Alasan Kota Kecil Selalu Cocok untuk Film Romantis
-
Boogle Personality dalam Film 'Swapped': Berpura-PuraBaik Ternyata Busuk
-
Review Bungkam Suara: Satire Tajam J.S. Khairen tentang Ilusi Kebebasan
Terkini
-
Kenapa Orang Rela Antre demi AP x Swatch? Fenomena FOMO dan Budaya Luxury
-
Kenapa Baca Banyak Buku Tidak Otomatis Membuat Seseorang Pandai Menulis?
-
Dilema Finansial Perempuan: Gaji Tak Seberapa, Ekspektasi Setinggi Langit
-
Sisa 1 Hari Lagi, Marapthon Siapkan Konser Closing Besar di Istora Senayan
-
Budaya Belanja Generasi Sekarang: Antara Self-Reward dan Self-Destruction