Novel Act of Money karya Dinda Delvira, terbitan Rainbook Publishing, merupakan salah satu teenlit populer. Dengan tebal 367 halaman, novel ini mengusung trope klasik enemies to lovers dalam balutan dunia sekolah elit, konflik keluarga, dan romansa penuh drama.
Secara narasi, gaya bahasa Dinda Delvira cukup rapi, mengalir, dan mudah dibaca. Ilustrasi visualnya juga menjadi nilai tambah. Konflik bisnis keluarga Kalandra, tekanan sosial, serta tuntutan hidup kelas atas memberi lapisan cerita tambahan, meski tidak selalu digarap secara mendalam.
Sinopsis Novel
Kisah dimulai dari pertemuan tidak biasa. Kalandra ditilang polisi karena melanggar aturan lalu lintas saat berangkat sekolah, lalu ditolong seorang siswi berseragam sama bernama Hazel.
Dari momen singkat itu, lahir cinta pandangan pertama. Namun alih-alih bersikap manis, Kalandra justru tampil sebagai sosok angkuh, posesif, penuh kuasa, dan menyebalkan. Hazel, yang cerdas, sederhana, dan berprestasi, justru menjadi target sikap arogan itu.
Relasi mereka dibangun dari dinamika klasik “benci jadi cinta”: hinaan, konflik, kesalahpahaman, hingga perlahan berubah menjadi perhatian, perlindungan, dan ketergantungan emosional.
Kalandra digambarkan sebagai “cowok kaya raya yang bisa melakukan apa saja”, sementara Hazel adalah “gadis baik dari keluarga sederhana”. Pola ini mengingatkan pembaca pada formula romansa populer ala drama Asia atau serial remaja klasik: dominasi, kuasa, dan transformasi cinta.
Interaksi Kalandra–Hazel yang memang dirancang untuk membuat pembaca gemas. Perubahan sikap Kalandra menjadi titik utama perkembangan cerita.
Dari sosok arogan, manipulatif, dan penuh kontrol, ia berkembang menjadi karakter yang rela berjuang, berkorban, dan memikirkan masa depan bersama Hazel. Di sinilah karakter development Kalandra terasa cukup kuat dan konsisten secara emosional.
Kelebihan dan Kekurangan
Novel Act of Money menuai kritik serius dari sisi logika dan realisme. Salah satu adegan paling kontroversial adalah ketika Kalandra membawa Hazel ke Paris dalam kondisi tidur. Sebuah adegan yang secara logis sulit diterima.
Proses imigrasi, visa, bandara, penerbangan internasional, hingga perjalanan fisik, semua dilewati tanpa penjelasan rasional.
Hal ini memperlihatkan lemahnya riset dan pengabaian detail realistis demi efek dramatis. Cerita terasa seperti AU (alternate universe) fantasi remaja yang jika dibawa ke bentuk novel realistis justru menciptakan plot hole.
Selain itu, ekspektasi pembaca terhadap latar Paris juga tidak sepenuhnya terpenuhi. Meski kota tersebut menjadi simbol romantis dalam cover dan promosi, deskripsinya justru minim dan kurang eksploratif, padahal Paris memiliki potensi naratif yang sangat besar untuk memperkaya suasana cerita.
Dari sisi genre, novel ini jelas berada di wilayah teenlit, bukan office romance atau metropop dewasa. Konfliknya berkisar pada dunia remaja: sekolah, geng pertemanan, konflik keluarga, kekuasaan sosial, dan relasi emosional khas usia muda.
Rekomendasi Pembaca
Bagi pembaca yang mencari romansa realistis, matang, dan logis, novel ini bisa terasa terlalu fantasi dan dipaksakan. Namun bagi pembaca remaja atau penikmat trope populer, Act of Money justru terasa ringan, menghibur, dan emosional.
Kesimpulannya, Act of Money adalah novel yang kuat secara emosi dan romansa, tetapi lemah dalam realisme dan riset. Ia bekerja sangat baik sebagai fantasi romantis remaja, namun rapuh jika dibaca sebagai cerita yang menuntut logika dunia nyata. Novel ini cocok bagi pembaca yang menyukai:
- Trope enemies to lovers
- Karakter cowok dominan yang berubah karena cinta
- Kisah cinta remaja penuh drama
- Cerita emosional dan romantis
Namun akan terasa kurang cocok bagi pembaca yang mencari realisme, konsistensi logika, dan kedalaman konflik sosial yang matang.
Pada akhirnya, Act of Money bukan novel yang sempurna, tapi ia jujur pada identitasnya sebagai teenlit populer. Menghibur, emosional, penuh fantasi, dan dirancang untuk membuat pembaca “baper”.
Identitas Buku
- Judul: Act of Money
- Penulis: Dinda Delvira
- Penerbit: Rain Books Publishing
- Tahun Terbit: 2023
- Tebal Halaman: 370 Halaman
- ISBN: 9786-235-266-76-3
- Genre: Fiksi Remaja
Baca Juga
-
Keteguhan Perempuan dalam Sunyi: Membaca Realisme Sosial dalam Novel Mirah
-
Terluka Bertubi-tubi di Novel Asavella Karya Alfida Nurhayati Adiana
-
Belajar Rela saat Takdir Tak Selalu Memihak di Novel L Karya Kristy Nelwan
-
Novel Melukis Langit Dermaga: Pemulihan Diri di Kota Pelabuhan Kecil Jerman
-
Ulasan Novel Deuce: Tak Semua Remaja Tumbuh dengan Kenyamanan
Artikel Terkait
-
Keteguhan Perempuan dalam Sunyi: Membaca Realisme Sosial dalam Novel Mirah
-
Cerita Rocky Gerung Bantu Prabowo 'Serang Balik' Jokowi lewat Buku Francis Fukuyama
-
Bamsoet Kenalkan Buku Prabowo: Politik Akal Sehat Tanpa Panggung, Ungkap Sikap Ekonomi-Politik
-
Jeng Yah dan Perlawanan Sunyi Merebut Ruang Sejarah dalam 'Gadis Kretek'
-
Terluka Bertubi-tubi di Novel Asavella Karya Alfida Nurhayati Adiana
Ulasan
-
Keteguhan Perempuan dalam Sunyi: Membaca Realisme Sosial dalam Novel Mirah
-
Sianida di Balik Topeng Kesopanan Bangsawan Inggris dalam An English Murder
-
Jeng Yah dan Perlawanan Sunyi Merebut Ruang Sejarah dalam 'Gadis Kretek'
-
Terluka Bertubi-tubi di Novel Asavella Karya Alfida Nurhayati Adiana
-
Film Jangan Seperti Bapak: Drama Aksi yang Sarat Pesan Keluarga