Jalur Pantai Utara atau yang lebih dikenal dengan nama Jalur Pantura, adalah salah satu jalan utama yang ada di Pulau Jawa. Jalur Pantura juga disebut Jalan Nasional Rute 1. Nama lain dari Jalur Pantura adalah Jalan Raya Pos (De Grote Postweg), atau bisa juga disebut sebagai Jalan Daendels. Nama ini identik pada masa penjajahan Belanda. Berikut 4 fakta Jalur Pantura!
1. Dibuat pada zaman penjajahan Belanda
Jalur Pantura dibangun pada masa penjajahan Belanda. Alasan Belanda membuat jalur ini adalah untuk memperlancar distribusi kebutuhan Belanda di sepanjang pulau Jawa. Ada juga yang menyebutkan alasan Belanda membangun jalur ini adalah untuk mempertahankan Pulau Jawa dari serangan Inggris. Pada saat itu, pembangunan jalur ini dipimpin oleh Herman Willem Daendels, seorang Gubernur Jenderal Hindia Belanda. Maka dari itu, Jalur Pantura juga disebut sebagai Jalan Daendels.
2. Terbentang dari barat sampai timur Pulau Jawa
Jalur Pantai Utara atau Jalur Pantura memiliki panjang jalan sekitar 1.300 km yang terbentang dari barat sampai timur Pulau Jawa. Tepatnya dari Pelabuhan Merak sebagai ujung barat dari jalur ini sampai ke Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, sebagai ujung paling timur dari Jalur Pantura ini.
3. Dibuat dengan sistem kerja paksa
Penjajah Belanda membangun Jalur Pantura dengan sistem kerja paksa. Pada waktu itu, pembuatan jalur ini dipimpin oleh Gubernur Jenderal Hindia Belanda yaitu Herman Willem Daendels. Pada proses pembanguna jalur ini, banyak para pekerja yang meninggal karena sistem penjajah Belanda dirasa cukup berat. Jalur pantura menjadi saksi bisu bagaimana kekejaman sistem kerja paksa pada waktu itu.
4. Melewati 5 provinsi
Jalur Pantura melewati 5 provinsi di sepanjang pesisir pantai utara Jawa. 5 provinsi yang dilalui jalur pantura adalah Banten, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur, dengan Provinsi Banten sebagai ujung paling barat dari Jalur pantura. Sedangkan sebegai ujung paling timur dari Jalur Pantura adalah Provinsi Jawa Timur. Bisa dibayangkan bagaimana panjangnya Jalur Pantai Utara ini.
Itulah fakta Jalur Pantura yang perlu kamu ketahui.
Tag
Baca Juga
-
Program Makan Bergizi Gratis: Berkah atau Beban? Menanti Hasil dan Manfaat di Tengah Anggaran Fantastis
-
RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta Gelar Seminar Pencegahan Stunting
-
RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta dan Gamping Berpartisipasi di MJE 2023
-
RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta Gelar Peringatan World Prematurity Day 2023
-
Ini 7 Tips Membersihkan Sistem Komputer agar Mendapatkan Performa Optimal
Artikel Terkait
-
Benarkah Muhammadiyah Pelopor Modernisasi Halal Bihalal di Indonesia? Ini Faktanya
-
Ole Romeny Cetak Sejarah Baru 2 Kali Debut Timnas Indonesia
-
Selangkah Lagi Timnas Indonesia Kembali Cetak Sejarah
-
Ulasan Novel Pulang Karya Leila S. Chudori: Sejarah Kelam Indonesia
-
Sinopsis Drama Korea Scandal, Dibintangi Son Ye Jin, Ji Chang Wook Hingga Nana
Ulasan
-
First Impression Series 'Leap Day': Saat Ulang Tahun Jadi Kutukan Mematikan
-
6 Rekomendasi Tempat Wisata Viral di Bandung, Cocok untuk Liburan Keluarga
-
Review The Recruit, Aksi Spionase Menegangkan dengan Sentuhan Humor Segar
-
Review Norma - Antara Mertua dan Menantu: Film Selingkuh Menariknya Apa?
-
Ulasan Your Friendly Neighborhood Spider-Man: Fresh, Fun, dan Penuh Aksi!
Terkini
-
4 Drama Korea Terbaru di Netflix April 2025, Dari Thriller hingga Romansa!
-
AI Ghibli: Inovasi atau Ancaman Para Animator?
-
Jadi Ibu Bijak, Ini 5 Tips Kelola Uang THR Anak
-
Hadapi Korea Selatan, Timnas Indonesia U-17 Wajib Raih Minimal 1 Poin
-
5 Rekomendasi Film Baru dari Netflix untuk Rayakan Libur Lebaran 2025