Tidak tanggung-tanggung, Fuad Nashori dalam buku berjudul Kiat-Kiat Menjadi Penulis Muslim Kreatif terbitan Quranic Media Pustaka 2005 ini, menawarkan 19 upaya untuk menjadi penulis muslim yang kreatif.
Apa saja upaya tersebut? 5 di antaranya akan saya bocorkan dalam tulisan kali ini.
1. Membaca buku atau majalah
Buku atau majalah merupakan sumber untuk menangkap suatu persoalan secarai detail. Penulis muslim kreatif menjadikan buku atau majalah sebagai sumber informasi utama. Seorang penulis novel bernama Achmad Munif, menuturkan bahwa membuka-buka buku di toko buku dapat menjadi stimulus bagi hadirnya suasana hati positif. Dengan suasana hati yang baik itu gairah menulis akan kembali datang.
Pengalaman yang saya alami juga demikian, saat mood tak muncul untuk menulis, biasanya butuh diciptakan dengan mendatangi toko-toko buku. Di sana buka-buka buku meski sebentar. Mendadak seketika mood untuk menulis hadir lagi.
2. Berdiskusi dengan orang lebih ahli
Kebiasaan penulis muslim saat merasa ada kesulitan yang tak bisa dipecahkan adalah mendatangi orang-orang yang lebih ahli untuk diajak diskusi atau konsultasi. Ketika saya, misalnya, saat menulis tiba-tiba mentok, sudah untuk melanjutkan sebab sudah tidak lagi punya ide, maka segeralah berkunjung ke rumah orang yang dianggap lebih ahli untuk diminta pendapat dan tanggapannya.
3. Melakukan salat tahajud atau hajat
Bagi seorang penulis yang beragama Islam, salat fardu dan sunah merupakan sarana untuk mendapat ide-ide kreatif dari Allah. Salat dapat mendekatkan hati seorang penulis dengan Sang Penuang ide. Salat dapat membeningkan hati. Dari itu, salat mempunyai keterkaitan dengan lahirnya ide-ide yang luar biasa.
Salah satu penulis buku ekonomi Islam, bernama Muhammad, menuturkan bahwa salat hajat dan tahajud dapat menjadi pemecah kebuntuan dalam menulis. Lebih lanjut ia berkata, “Jika mengalami kebuntuan dalam menulis, saya alat hajat atau tahajud. Saya punya kebiasaan seperti itu, jadi kalau mencari inspirasi, itulah jalan keluar dari kebuntuan.”
4. Berdoa
Berdoa kepada Allah agar mendapat ide-ide yang brilian adalah salah satu cara yang harus dijalani oleh penulis muslim untuk menghasilkan ide-ide yang super baik. Ide diperoleh dengan usaha. Sedangkan usaha dilakukan melalui proses pencarian dan berdoa.
5. Berpuasa
Berpuasa juga sarana untuk menangkap ide yang luar biasa. Ketika seorang penulis berpuasa, ia sedang berproses membersihkan hati dan pikirannya. Tak jarang, penulis yang membersihkan hati dan pikirannya dengan berpuasa, banyak mendatangkan cahaya pengetahuan dari Allah. Dan cahaya itu adalah ide.
Inilah lima kiat-kiat menjadi penulis muslim yang kreatif. Semoga manfaat. Semoga kita diberi kemampuan untuk mempraktikkan dalam degup kepenulisan kita sehingga sesaat kemudian lahirlah ide-ide brilian dalam denyut kreativitas kita.
Baca Juga
-
Rilis di Tiongkok, Vivo Y500i Ditenagai Baterai 7200 mAh dan Isi Cepat 44W
-
Realme P4 Power Siap Meluncur 29 Januari di India, HP Baru Bawa Baterai Setara Power Bank
-
Oppo A6 5G Meluncur di Indonesia: Baterai 7000 mAh Pengisian Daya Cepat SUPERVOOC 45W
-
4 Rekomendasi Tablet Murah Anti Lemot, RAM 8 GB Harga Mulai Rp 1 Jutaan
-
4 Rekomendasi HP Murah Usung Kamera Optical Image Stabilization, Ambil Foto dan Video Anti Goyang
Artikel Terkait
Ulasan
-
Menguliti Film THE RIP 2026: Loyalitas, Kriminal dan Aksi Tak Biasa
-
Review Film Pabrik Gula: Horor Psikologis yang Menguliti Dosa Masa Lalu
-
Novel 23:59: Saat Patah Hati Harus Berdamai dengan Jawaban
-
Langit Goryeo: Ketika Cahaya Menemukan Langitnya di Tengah Puing-puing Luka
-
Ketika Waktu Menjadi Ancaman: Ulasan Film Sebelum 7 Hari
Terkini
-
Maju Satu Pekan, Film Ready or Not 2: Here I Come Tayang 20 Maret 2026
-
Viral Video Jisoo BLACKPINK 'Diabaikan' di Hong Kong, BLINK Beri Pembelaan Menohok
-
Muramnya Tata Kelola Kekuasaan Indonesia: Nepotisme Jadi Budaya?
-
Anti Bosan! Intip 4 Inspirasi Daily OOTD ala Yuta NCT 127!
-
Lingkaran Setan Side Hustle: Antara Tuntutan Hidup dan Ancaman Burnout Anak Muda