Sudah menjadi sebuah rahasia umum jika hubungan antara dua negara Korea tak pernah akur semenjak meletusnya perang tahun 1950. Bagi kedua negara, meskipun mereka serumpun dan sebangsa, tetapi status keduanya adalah musuh besar. Sehingga hal ini seringkali melahirkan konflik dan friksi-friksi yang terkadang berujung pada jatuhnya korban jiwa. Lalu, apakah tentara kedua negara bisa Bersatu? Sementara dalam peperangan terbuka, keduanya justru saling menghantam? Jika penasaran dengan pertanyaan tersebut, maka teman-teman wajib menonton film berjudul Welcome to Dongmakgol.
Film ini mengambil latar Perang Korea di tahun 1950an, di sebuah desa bernama Dongmakgol yang terletak di daerah terpencil. Bahkan saking terpencilnya, desa ini tak tersentuh oleh perang Korea yang tengah menghebat di waktu itu. Sehingga, kehidupan di Dongmakgol pun masih tetap damai tanpa adanya gangguan dari pihak utara maupun pihak selatan.
Kericuhan terjadi ketika secara tak sengaja, Dongmakgol menjadi tempat pelarian bagi seorang pilot pesawat terbang Amerika Serikat yang pesawatnya jatuh di pegunungan, tiga tentara Korea Utara yang sedang mundur, dan dua tentara Korea Selatan yang terpisah dari unitnya. Ketiga unsur militer ini secara tak sengaja, sama-sama bertemu di Dongmakgol. Kaget? Tentu saja iya. Dan mereka pun saling curiga satu sama lain hingga hampir meletuskan peperangan di desa tersebut.
Namun, penduduk desa dengan sigap segera bertindak dan menjadikan mereka tawanan serta memaksa mereka semua untuk menyetujui gencatan senjata. Tentu saja hal tersebut menjadi sebuah hal yang aneh. Pasalnya, mereka berenam harus hidup bersama dengan musuh-musuhnya di sebuah desa kecil. Hingga suatu ketika, mereka berenam tersadar dengan keunikan desa tempat mereka singgah, setelah sebuah granat meledak dan menghancurkan Gudang makanan penduduk desa. Maka, mau tak mau mereka harus membantu para petani setempat.
Puncak konflik terjadi ketika komandan militer AS meyakini bahwa Korea Utara tengah menyiapkan tentara yang besar di lokasi jatuhnya pesawat yang hilang. Sehingga, mereka merencanakan serangan udara untuk menghancurkan Dongmakgol. Tak ingin desa tempat mereka tinggal hancur, keenam tentara tersebut pada akhirnya bergabung dan berusaha sekuat tenaga untuk menghindarkan Dongmakgol dari kehancuran. Mampukah mereka melakukannya? Temukan jawabannya di film ini ya!
Meski film ini sudah rilis belasan tahun yang lalu (tepatnya tahun 2005), tetapi jangan salah, jalan cerita film ini masih sangat bisa dinikmati hingga kini lho. Jadi, silakan menuju layanan streaming kesayangan teman-teman ya!
Baca Juga
-
Jika FIFA Bertindak Tegas, Kuota AFC di Piala Dunia Bisa Berkurang Gegara Tim-Tim Arab!
-
Bukan Arab Saudi apalagi Qatar, Kepulangan 4 Tim Ini Bikin Greget Piala Dunia 2026 Jadi Berkurang
-
Piala Dunia 2026: 7 Wakil Asia Pulang Kampung, Qatar Harusnya Jadi yang Paling Malu!
-
Makin Hari Makin Terbukti, Qatar dan Arab Saudi Lolos ke Piala Dunia 2026 dengan Cara Ilegal
-
Portugal vs Kolombia: Laju Os Navegadores di Tangan Suasana Hati Bruno Fernandes
Artikel Terkait
-
Timnas Indonesia U-19 Dibikin Babak Belur Yeungnam University, Tumbang dengan skor Telak 5-1
-
Jelang Uji Tanding Perdana di Korea Selatan, Ini Harapan Pemain Timnas Indonesia U-19
-
4 Makanan Khas asal Korea Selatan yang Sering Muncul di Drakor
-
Korea Selatan Sepakat Beli 10 Juta Dosis Vaksin Buatan Sendiri, Kapan Bakal Disuntikkan ke Masyarakat?
-
Sinopsis Your Eyes Tell, Film Jepang Hasil Remake dari Korea Selatan dengan Pengisi Soundtrack BTS!
Ulasan
-
Membaca Doorstoot naar Djokja: Menyelami Hari-Hari Paling Genting Indonesia
-
Harimau Galak Pensiun Jadi Penjual Kue? Intip Menggemaskannya 'Mr. Tigers Snacks'
-
Review Film 'Obsession': Terlalu Cinta Berubah Malapetaka
-
Hansel and Gretel: Dongeng Klasik yang Berubah Jadi Aksi Berdarah
-
Review Husbands in Action: Detektif dan Dokter Hewan Lawan Sindikat Jahat!
Terkini
-
Afrika Selatan Gagal, Kanada Lolos 16 Besar Siap Lawan Belanda atau Maroko?
-
Piala Dunia 2026 dan Seni Melupakan Masalah Selama 90 Menit
-
Debut Sensasional, Cape Verde Jadi Tim Anomali di Ajang Piala Dunia 2026
-
Syarat Berpenampilan Menarik di Lowongan Kerja, Bentuk Beauty Privilege?
-
AI Sudah Jadi Teman Curhat, Apa yang Dicari Gen Z dari Hubungan Digital?