Ngomong-ngomong soal kopi, mungkin bukan lagi hal tabu bagi kita. Lantunan kata "sudahkah Anda ngopi hari ini" masih menjadi bahan pamungkas untuk dijadikan status di media sosial, seperti WhatsApp maupun facebook.
Bahkan bapak dan kakek nenek kita pun mungkin masih dijumpai ngopi saat pagi hari, sore hari, hingga malam hari pun. Kopi memang pengisi waktu tersisa kita, penyemangat dan penghangat suasana.
Nah, ada hal menarik nih soal kopi. Jenis dan aroma rasa kopi bisa jadi para sahabat pembaca pernah mencobanya. Tapi, apakah sahabat pembaca pernah dengar "Kalapuaq Coffee", ataupun memang sudah pernah nyobain rasanya.
Soal rasa sih, mungkin tidak jauh beda dengan kopi yang ada di cafe-cafe, terutama cafe-cafe yang ada di daerah Majene, Sulawesi Barat. Mengingat "Kalapuaq Coffee" ini juga ada kafenya lho yang bisa kita tongkrongi, walau hanya sekedar ngumpul bersama kawan, termasuk bersama ayang juga boleh.
Sedikit gambaran bahwa Kalapuaq Coffee mempermudah penikmatnya, karena sudah bisa dinikmati tanpa harus ke kafe, asalkan ada kemasan kopinya dibeli ya. Kalapuaq Coffee adalah jenis kopi kemasan atau teknik sari, di mana kita sudah bisa membuatnya sendiri.
Pemesanannya pun gampang, bisa secara online maupun langsung ke pemiliknya, ya tentunya harga sangat bersahabat. Lalu seketika itu kita bisa buat sendiri kopinya karena sudah diolah dalam bentuk kemasan. Artinya lebih praktis dan lebih memandirikan kita untuk buat kopi.
Saat ngobrol santai bersama pemilik Kalapuaq Coffee, pemiliknya sih biasa disapa Iin. Ia banyak cerita soal Kalapuaq Coffee dan prospek yang sudah dilalui. Walau inisiatif Kalapuaq Coffee dalam bentuk kemasan belum terlalu lama ia jalankan.
Menurutnya, inovasi Kalapuaq Coffee menjadi kopi kemasan karena mungkin masih sedikit jenis kopi yang ada di cafe dijadikan kemasan yang bisa lebih praktis bagi penikmatnya, terutama di daerah Sulawesi Barat. Selain itu, dikit-dikit juga bisa mengangkat dan memajukan UMKM dengan brand lokal.
Penamaan nama Kalapuaq pun juga ada alasannya sendiri menurut Iin, Kalapuaq adalah penamaan hewan kura-kura dengan bahasa daerah. Tetapi yang jelas mungkin ada alasan lebih mendalam kenapa kopi kemasan yang ia buat diberi nama Kalapuaq Coffee.
"Yah, Kalapuaq itu kan pelan-pelan tapi pasti," ujar Iin saat bincang santai di cafenya usai saya menanyakan kenapa harus pakai Kalapuaq, Rabu (18/5/2022) malam.
Sebenarnya, Iin sudah agak lama menjadi barista kopi seperti yang biasa dinikmati di kafe-kafe, tetapi Kalapuaq Coffee dengan teknik sari bermula pada bulan April lalu. Untuk pengelolaannya juga berada di Majene, tetapi kopinya berasal dari berbagai daerah.
Waktu awal launching Kalapuaq Coffee, Iin pernah menjual 50 kemasan dalam waktu tiga hari. Kalapuaq Coffee juga diikutkan di pameran saat Festival Kota Majene yang baru beberapa hari ini sudah digelar. Harapannya, semoga Coffe Kalapuaq bisa terus berkembang, seperti filosofinya pelan-pelan tapi pasti.
Baca Juga
-
Sampah dan Dosa Kecil yang Dianggap Biasa
-
Dompet Tak Berbunyi, Saldo Diam-Diam Mati: Dilema Hidup Serba Digital
-
Niat Jahat yang Tidak Sampai: Ketika Hukum Tidak Selalu Perlu Ikut Panik
-
Uang Tidak Bisa Membeli Kebahagiaan Adalah Kebohongan Terbesar yang Kita Percaya
-
Menonton Sirkus Kemiskinan: Sisi Gelap Konten Sedekah di Media Sosial
Artikel Terkait
-
Kisah Sri Wigatiningsih, Berdayakan Perempuan Hingga Ekspor Ribuan Kerajinan Tangan ke 4 Negara Asia
-
Dimeriahkan Banyak Musisi dan Penyanyi, Konser Peringatan 25 Tahun Rossa Berkarya Dapat Dukungan dari Brand Skincare Ini
-
Pertamina Jamin Ketersediaan Pasokan LPG Bagi UMKM Lewat Program Pinky Movement
-
Mahasiswa Kesehatan Majene Minta Tertibkan Perbub Usaha Sarang Walet
Ulasan
-
Neko to Kiss: Mengadopsi Kucing yang Merupakan Jelmaan Teman Satu Kelas
-
Ulasan Propeller One-Way Night Coach: Film yang Asyik Curhat Sendiri
-
50 Cara Merayakan Luka dan Menertawakan Kehilangan di Buku Eminus Dolere
-
Dari Wattpad ke Layar Lebar: Menimbang Adaptasi Film After yang Pro-Kontra
-
Review Film Passenger: Horor Road Trip yang Semakin Langka di Hollywood
Terkini
-
Dibanderol Rp750 Juta, Ponsel Lipat Vertu AlphaFold Dilapisi Kulit Eksotis dan Emas Berlian
-
Acer AR Vision GR0 Resmi Meluncur, Kacamata Pintar Bisa Terhubung ke Android, iPhone, dan PC
-
Bocoran Galaxy Z Fold8: Bodi Super Ringan 210 Gram dan Minim Lipatan Layar
-
5 Masker Rambut yang Ampuh Atasi Rambut Rusak untuk Wanita Berhijab
-
Menakar Tren Slash Career: Alasan Gen Z Tak Cukup Punya Satu Profesi