“Mengambil hikmah dari sebuah peristiwa atau kejadian yang biasa dialami sehari-hari adalah sebuah anugerah dari Allah yang semestinya bisa dibagikan pada sesama. Tidak semua orang bisa mengambil pelajaran atau sisi positif dari sebuah kegiatan yang mungkin dianggap sia-sia oleh orang lain.” (Testimoni Katherine Setiawan)
Manusia dikaruniai akal untuk berpikir dan siapa yang cerdas dalam menggunakan akalnya, niscaya ia akan mampu melihat setiap makna dalam peristiwa paling sederhana sekalipun. Sebab, sejatinya tidak ada hal yang sia-sia. Sesuatu yang kita lihat dan alami, orang-orang yang kita temui, setiap tempat yang kita kunjungi, pastilah memberi kita pelajaran dan hal inilah yang harus bisa kita gali lebih dalam.
Sebagian orang yang memiliki kemampuan untuk menggali amanat dalam berbagai peristiwa, menyimpan pemikiran mereka untuk diri sendiri. Namun, sebagian lainnya mampu membagi rangkaian hikmah kehidupan tersebut kepada orang lain lewat berbagai cara, salah satunya lewat tulisan.
Buku Jejak-jejak yang Terserak merupakan karya tulis Rifki Asmat Hasan yang diterbitkan pada tahun 2013. Buku ini berisi berbagai hikmah dari peristiwa dalam kehidupan sehari-hari yang kerap tidak terpikirkan dan luput dari perhatian kita. Sejak membuka buku dan membaca prakata yang memuat ucapan terima kasih penulis, pembaca sudah diajak untuk menelaah arti dari sebuah ucapan terima kasih tersebut.
Setiap cerita yang tersaji dalam buku ini adalah kisah-kisah kehidupan, baik yang berasal dari sang penulis sendiri maupun dari orang-orang di sekitarnya. Apa yang penulis lihat dan alami, semuanya dikembalikan lagi kepada diri sendiri dan dijadikan bahan introspeksi. Buku ini dipenuhi perenungan, rasa syukur dan prasangka baik, tapi juga mengajak kita untuk jeli melihat kesalahan-kesalahan di dalam diri. Tak hanya itu, penulis juga menyelipkan sajak-sajak indah dalam ceritanya.
Buku Jejak-jejak yang Terserak sangat direkomendasikan untuk dapat mengasah kepekaan akal dan hati. Melalui buku ini, sang penulis membantu para pembacanya untuk selalu berpikir positif, bersikap optimis, berbaik sangka dan menemukan kebahagiaan sejati dalam kehidupan. Selamat membaca!
Baca Juga
-
Wajib Tahu! Ini 3 Alasan Pentingnya Riset bagi Penulis
-
Selamat! Go Ayano dan Yui Sakuma Umumkan Pernikahan Mereka
-
Selamat! Keita Machida Resmi Menikah dengan Aktris Korea-Jepang Hyunri
-
4 Manfaat Membuat Kerangka Karangan dalam Kegiatan Menulis
-
NiziU Nyanyikan Lagu Tema Film Animasi 'Doraemon: Nobita's Sky Utopia'
Artikel Terkait
Ulasan
-
Sinopsis Museum of Innocence, Kisah Obsesi dan Cinta yang Tayang Februari 2026
-
Membaca Ulang Makna Perceraian di Novel Setelah Putus Karya Isrina Sumia
-
Jika Kucing Lenyap dari Dunia: Tentang Kehilangan dan Arti Kehidupan
-
Malam 3 Yasinan: Horor Psikologis yang Menggali Luka dan Rahasia Keluarga
-
Hana Tara Hata: Prekuel yang Menghidupkan Kembali Series Bumi
Terkini
-
Membaca Adalah Olahraga Otak: Cara Alami Tingkatkan Daya Ingat dan Fokus
-
Maskeran Pakai Bubble Mask? Ini 5 Pilihan Biar Wajah Auto Glowing
-
Kesepian Kolektif di Era Konektivitas: Banyak Teman, Minim Kelekatan
-
Usai Diterpa Rentetan Kontroversi, Jule Ungkap Ingin Jadi Diri Sendiri?
-
Mengenal Non-Apology Apology: Analisis Permintaan Maaf Azkiave yang Tuai Kritik.