Penulis buku berjudul Graceling ini adalah Kristin Cashore, wanita asal Pennsylvania ini menghadirkan dengan sebuah karya luar biasa di awal debutnya. Buku setebal 494 halaman ini tidak terasa membosankan, karena setiap uraian yang ditampilkan Kristin membuat kita ikut bertualang secara langsung dengan Katsa. Sosok gadis bangsawan yang dianugerahi bakat dan memiliki dua bola mata yang berbeda warna (Heterochromia).
Gadis ini adalah sosok Graceling. Kelompok langka yang dianugerahi bakat luar biasa. Bakat yang bisa dimiliki seorang Graceling berbeda-beda. Ada yang bisa memasak, membaca pikiran, bertarung, berhitung mundur, menjinakkan hewan liar, menahan nafas di dalam air, bahkan membunuh. Sejak kemampuannya diketahui, Katsa mengetahui bakat yang ia miliki. Bakat yang sangat berbahaya untuk banyak orang.
Kisahnya mulai dari ulang tahun pamannya. Seorang sepupu dari Katsa mulai mengganggunya. Hal sepele, karena Katsa memiliki mata dengan warna yang berbeda. Ia mengolok-olok Katsa dengan menanyakan bakatnya. Apakah mendongeng? Siapa sangka ini adalah hari terakhir sepupunya hidup. Katsa meluncurkan satu bogem mentah yang langsung membuat hidung lelaki itu masuk ke otak. Ia langsung tewas tanpa merasakan sakit.
"Benar, bakat Katsa adalah membunuh."
Kabar itu langsung menyebar ke seluruh daerah. Sebagai paman dari Katsa, Raja Randa tentu mengambil kesempatan ini. Ia menobatkan anak 8 tahun itu sebagai juru pukulnya. Katsa mulai berlatih mengendalikan bakatnya dengan panglima istana, Oll dan Gidon. Walau yang lain tak menerima Katsa, kedua lelaki ini menganggap Katsa sebagai rekan yang luar biasa.
Mereka memang menjadi juru pukul raja, namun mereka juga menjalankan misi penyelamatan luar biasa. Misi membantu kaum-kaum lemah. Saat menjalankan misinya, Katsa bertemu dengan Pangeran Po. Pangeran Lienid, negeri seberang lautan yang memiliki kemampuan bertarung. Mereka mendapatkan kesempatan bertemu kembali dan berteman. Siapa sangka, berteman dengan Po membuat Katsa mengetahui sebuah fakta mengejutkan daaksi ini telah diterbitkan versi terjemahannya oleh PT Gramedia Pustaka Utama dan laris manis di Indonesia.
Dalam debutnya, Kristin berhasil memikat pembaca dalam setiap untaian kalimatnya. Mengikuti petualangan Katsa jadi sangat mengasikkan, memikat, dan membuat pembaca jadi terhanyut dengan aksi Katsa.
Baca Juga
-
Sinopsis Don't Touch My Gang: Kisah Anak Kampung Hadapi Kerasnya Bangkok!
-
Profil Nonnie Pitchakorn, Bintang Baru di Only Friends, Adik Nanon Korapat!
-
Angkat Kisah Kehidupan setelah Kematian, Ini Sinopsis Death is All Around!
-
Relate dengan Guru Muda, Ini Sinopsis Drama Thailand "Thank You Teacher"
-
Sinopsis Serial '6ixtynin9', Dus Mie Instan Berisi Uang yang Berakhir Petaka
Artikel Terkait
Ulasan
-
Sisi Gelap Politik di Balik Budaya Pop Indonesia dalam Buku Ariel Heryanto
-
Review Am I Loving You Alone: Vanesha Prescilla Resmi Jadi Vokalis Trio
-
Pindang Bikcik Way Mayang: Kuah Segar Meresap, Makan Enak Gak Pake Tapi
-
Film Mortal Kombat II dan Nostalgia Era Rental PS2 yang Sulit Dilupakan
-
Menilik Kukungan Mama Atas Nama Kasih Sayang Film Crocodile Tears
Terkini
-
Menakar Filosofi Ki Hajar Dewantara di Era Kecerdasan Buatan, Masihkah Relevan?
-
Bye PIH! 4 Tinted Sunscreen Rp30 Ribuan untuk Wajah Flawless Anti Dempul
-
Tayang 22 Mei di Netflix, Ladies First Hadirkan Kisah Parallel World Unik!
-
Dijual 18 Mei, Tiket Konser The Weeknd di Jakarta Mulai Rp950 Ribu
-
6 Alasan Mengapa Kamu Suka Menggoyangkan Kaki Saat Duduk, Ada Hubungannya dengan Kepribadian?