Pernahkah kamu merasa sulit tuk menerima diri sendiri? Terkadang merasa insecure, khawatir, kecewa hingga menyesal dengan diri sendiri? Kalau pernah, stop jangan lakukan itu lagi. Ini akan memberikan hal negatif bagi dirimu. Bahkan bisa menyebabkan depresi, stres hingga hilangnya kepercayaan diri kamu.
Mulai sekarang, yuk belajar mencintai dan menerima diri sendiri dengan lagu BTS bertajuk ‘Love Myself’ ini. Karena sejatinya manusia itu memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Jadi, untuk apa dikhawatirkan?
BTS merupakan salah satu boygrup ternama asal Korea Selatan yang beranggotakan tujuh pria tampan yang banyak disanjung wanita, RM, Jin, Suga, J-Hope, Jimin, V, dan Jungkook ini memang selalu menjadi topik bahasan yang hangat di semua kalangan di seluruh dunia. Tak ada satu pun yang tak mengenal boygrup asuhan Hybe Labels ini.
Tapi, tahukah kamu kalau kita juga bisa belajar tuk menerima diri sendiri dan self-love. Lagu dari BTS ‘Love Myself’ ini dirilis pada Agustus 2018 di dalam album bertajuk ‘Love Yourself: Answer’. Dari lagu yang menjadi hits di kalangan ARMY (sebutan penggemar BTS) dan non-ARMY ini pun menyisipkan beberapa nilai positif termasuk untuk menerima dan mencintai diri sendiri.
Selain menyisipkan pesan untuk menerima diri sendiri atas segala hal, single BTS berjudul ‘Love Myself’ sendiri bermakna sangat indah di mana juga memberi pesan untuk tampil percaya diri dan mengabaikan apapun perkataan orang lain. Karena setiap orang pasti memiliki standar hidup masing-masing, maka kamu jangan pernah menyamakan standar dan kualitas dirimu. Ingat, kita dilahirkan dengan keberagaman dan memiliki keunikan tersendiri. Tak perlu membandingkan apapun yang terjadi padamu. Cintai dirimu dan kamu akan merasa lebih baik.
Hal ini juga dibuktikan melalui kutipan lirik lagu BTS ‘Love Myself’ ini yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia yang berbunyi “Mari kita maafkan diri sendiri, hidup kita panjang, percayalah pada dirimu sendiri saat berada di dalam labirin.”
So, dari sini masih maukah kamu terus menyalahkan diri sendiri? Yuk, jangan lagi khawatir tentang segala hal. Karena kamu sudah diciptakan dengan sebaik-baiknya manusia. Mari cintai diri sendiri dan terus semangta menggapai mimpi!***
Baca Juga
-
Review Crystal Lake: Teror, Darah, dan Obsesi Seorang Ibu
-
Bahasa Indonesia Kalah Populer di Negeri Sendiri, Mengapa?
-
Pembalut Kena Pajak, di Mana Letak Keadilan bagi Perempuan?
-
Dilema Guru Bahasa Inggris: Ketika Bahasa Ibu Tersisih di Era Gen Z
-
Pergeseran Bahasa Indonesia di Era Gen Z: Evolusi atau Ancaman Identitas?
Artikel Terkait
Ulasan
-
Ulasan Love in Contract: Menguji Arti Komitmen Lewat Bisnis Nikah Kontrak
-
Menguliti Sisi Gelap Dunia Kerja di Novel Kami (Bukan) Jongos Berdasi
-
Mengungkap Wajah Kelam Kemiskinan dan Ketidakadilan di Buku Oliver Twist
-
Membaca Pikiran Orang Seperti Membaca Buku: Memahami Bahasa Tubuh Manusia
-
Novel Salt to the Sea: Mengenang Tragedi Maritim Terbesar dalam Sejarah
Terkini
-
Tren Renting Generation: Mengapa Anak Muda Pilih Sewa Dibanding Setor KPR?
-
Sinopsis Akka, Series Kriminal India Terbaru Radhika Apte di Netflix
-
Jadwal dan Prediksi Liga Champions: Misi Bangkit Barcelona hingga Manchester United
-
Soroti Aksi 28 Oktober, LBH Yogyakarta Ungkap 32 Korban dan Dugaan Kekerasan
-
Sisi Gelap 'Magang': Kerja Profesional, Kenapa Dihargai Upah Sukarela?