Prinsip adalah sesuatu hal penting yang harus dimiliki oleh setiap orang. Orang yang memiliki prinsip akan mampu membentengi dirinya dari pengaruh-pengaruh buruk yang datang dari lingkungan sekitar kita.
Selain membekali diri dengan prinsip, setiap orang juga harus berusaha memiliki visi dan misi dalam hidupnya, sehingga dia tidak mudah dipengaruhi atau dikendalikan oleh siapa pun.
Zen Alvin menjelaskan, seseorang yang tidak memiliki visi pada dasarnya terjadi karena kepribadiannya lemah. Hal yang paling fatal dari kehidupan tanpa visi adalah ketidakadaan keberanian untuk berkata ‘tidak’ pada setiap permintaan atau perintah.
Kemampuan berkata ‘tidak’ sangat terkait dengan lemahnya kepribadian seseorang. Sebab jika kepribadian seseorang kuat, maka visi hidupnya akan lebih jelas. Pada akhirnya, ia tahu mana yang harus diprioritaskan dan mana yang harus ditinggalkan (hlm. 20).
Setiap orang mestinya harus berani berkata ‘tidak’ ketika ada orang yang mengajak atau menyuruh untuk melakukan hal yang di luar kemampuan kita, atau tidak sesuai dengan prinsip hidup kita. Tentu saja, penolakan tersebut harus dilakukan dengan baik, misalnya dengan ucapan yang ramah, sopan, tapi tegas. Kalau perlu, berikan alasan-alasan mendasar yang masuk akal.
Zen Alvin dalam buku ‘Seni Berkata Tidak’ memaparkan, ketika menghadapi orang lain, kita sering menghadapi dilema yang membuat kita serba salah. Kadang kita merasa orang lain terlalu menyetir hidup kita. Kendali atas hidup tidak berada di tangan kita sendiri sehingga kita sangat sedikit merasakan kebebasan dalam membuat keputusan tentang apa yang harus kita lakukan.
Teman, saudara, orang tua, atasan, tetangga adalah sejumlah jenis orang yang senang mengendalikan diri kita. Kita merasa tidak enak jika tidak melakukan sesuatu seperti yang mereka sarankan atau perintahkan. Perasaan tidak enak ini akhirnya membuat diri kita seperti orang tanpa visi (hlm. 3).
Hal yang penting digarisbawahi di sini, bukan berarti kita lantas menjadi manusia yang egois, selalu menolak apa yang disarankan orang lain, atau tidak memiliki empati, semisal enggan membantu sesama yang sedang membutuhkan pertolongan kita.
Tentu sangat baik bila ada orang yang meminta tolong tentang sesuatu yang baik, lalu kita bisa membantunya dengan kerelaan hati kita. Demikian juga ketika orangtua menyuruh kita melakukan hal-hal baik, maka kita harus mematuhinya. Dan seterusnya.
Hal yang harus kita hindari sehingga kita harus berani berani berkata ‘tidak’ adalah ketika ada orang yang selalu menyetir kehidupan kita. Seolah kita selalu berada di bawah tekanannya, harus selalu mematuhi apa pun perintah atau sarannya, tidak peduli dengan kondisi kita saat itu sedang lelah atau sedang memiliki kesibukan lain.
Bagi Anda yang saat ini merasa hidupnya selalu dikendalikan oleh orang-orang di sekitar Anda, saya sarankan membaca buku “Seni Berkata Tidak” karya Zen Alvin (terbitan Araska, 2022) ini, sebuah buku yang mengupas bagaimana menjadi pribadi tangguh agar tidak mudah dikendalikan orang lain.
Video yang Mungkin Anda Suka.
Baca Juga
Artikel Terkait
Ulasan
-
Buku Secret Admirer: Puisi-Puisi tentang Cinta yang Disimpan dalam Diam
-
Sinopsis Lengkap Lima Sekawan: Di Pulau Harta, Seri Pembuka yang Menegangkan
-
Review Novel Kubah Ahmad Tohari: Kisah Menyentuh Tentang Kesempatan Kedua
-
Review Film It Was Just an Accident: Kritik Rezim Lewat Thriller yang Tajam
-
Dilema dan Konflik Batin Tokoh Kolonial dalam Buku Semua untuk Hindia
Terkini
-
Agensi Pribadi Lee Hi Tak Terdaftar Selama 5 Tahun, Berpotensi Kena Sanksi
-
Pemain Naturalisasi Join Liga Indonesia, EXCO PSSI Sindir Kualitas Liga!
-
Rampung Syuting, Uhm Jung Hwa Kembali Bintangi Film Korea Okay! Madam 2
-
Bukan HP Flagship, tapi Kenapa Oppo Reno 15 Pro Max Segarang Ini?
-
Rilis 6 Februari 2026, The Strangers: Chapter 3 Teror Topeng dan Paranoia