Setiap orang pernah mengalami kecemasan. Misalnya merasa cemas dengan kehidupan di masa depan yang tak sesuai harapan, merasa cemas dengan usia yang semakin menua tapi tak kunjung menemukan jodoh, dan sebagainya.
Rasa cemas memang hal yang manusiawi. Tugas kita adalah mengelolanya dengan baik. Agar kecemasan itu tidak berujung menjadikan hidup kita menjadi terpuruk, diliputi kesedihan, dan membuat stres karenanya. Ya, rasa cemas yang berlebihan, nyatanya akan membawa pengaruh buruk bagi kehidupan kita.
Hadirnya buku Petunjuk Hidup Bebas Stres dan Cemas karya Dale Carnegie ini sangat tepat dijadikan sebagai bacaan bagi siapa saja yang tengah dilanda kecemasan atau stres menjalani ujian kehidupan.
Dalam buku ini, Anda akan mengetahui penyebab stres dan kecemasan, baik dari kehidupan pribadi maupun pekerjaan. Anda juga akan mengetahui cara menangani stres, menghindari kelelahan, serta mengembangkan dan mempertahankan sikap mental positif yang akan memampukan Anda menyingkirkan kecemasan dengan pikiran dan tindakan afirmatif.
Ada beberapa cara yang diungkap Dale Carnegie dalam buku ini untuk meminimalkan atau menghilangkan kecemasan:
Pertama, ketika menghadapi masalah yang mencemaskan, jangan memikirkannya terus-menerus. Hadapi dan tuntaskan segera kecemasan tersebut dengan membuat sebuah keputusan. Sebagian besar rasa cemas disebabkan oleh keragu-raguan. Setelah membuat keputusan, berpeganglah pada keputusan tersebut. Keputusan Anda memang belum tentu benar, tapi tindakan positif apa pun biasanya lebih baik daripada tidak mengambil tindakan sama sekali. Jangan membuat kesalahan dengan berharap untuk tidak pernah membuat kesalahan.
Kedua, tetapkan di mana logika berakhir dan di mana kecemasan bermula. Ingat, merasa cemas tidak sama dengan berpikir. Berpikir jernih sifatnya konstruktif. Sementara kecemasan itu bersifat destruktif.
Ketiga, bila ada sesuatu yang bisa kita lakukan untuk memecahkan masalah yang menjengkelkan, lakukanlah. Kita harus mengambil semua langkah untuk mengatasinya agar kecemasan tersebut lenyap.
Perlu dipahami bahwa kecemasan, apalagi dalam kurun waktu yang lama, akan memberikan dampak negatif bagi kehidupan kita. Akibat selalu dirundung kecemasan, pikiran kita jadi susah diajak berpikir positif, daya tahan tubuh kita pun akan melemah. Bahkan, bisa jadi, kita akan jatuh sakit karenanya.
Dalam buku ini dibeberkan, bila kita mencemaskan sebuah situasi—apakah nyata atau khayalan—hal itu tidak saja menurunkan vitalitas dan menghambur-hamburkan energi, tapi juga sangat memengaruhi kualitas hidup dan pekerjaan kita. Menurunkan kemampuan kita untuk menangani situasi secara realistis. Kita tidak akan merasakan kualitas hidup tertinggi bila pikiran kita terganggu. Otak tidak akan mampu berpikir secara jernih, bersemangat, dan logis. Perhatian kita tidak akan bisa dipusatkan dengan kekuatan yang sama bila sel otak diracuni oleh kegelisahan sebagaimana bila sel otak kita dialiri darah murni yang bersih.
Lewat buku karya Dale Carnegie yang diterbitkan oleh penerbit Gramedia Pustaka Utama (Jakarta) ini, pembaca akan menemukan cara menghalau kecemasan dan upaya-upaya agar hidup yang kita jalani lebih bahagia dan berkualitas. Sebuah buku motivasi yang sangat layak dibaca oleh semua kalangan. Selamat membaca.
Baca Juga
-
Lika-liku Menjadi Tukang Ojek Online: Catatan Harian Bang Ojol
-
Unpopular Opinion: Kita Butuh Cancel Culture yang Lebih Kejam untuk Figur Publik Bermasalah
-
Self Reward sebagai Bentuk Perayaan atau Pemborosan?
-
Fenomena 'Beli Teman' dan Jasa Teman Jalan: Solusi Kesepian atau Modus Terselubung?
-
Dilema Perayaan Kemerdekaan dan Iuran Besar yang Memberatkan Warga
Artikel Terkait
-
Buku Love Yourself First: Mencintai Diri Secukupnya
-
Terjebak Utang Demi Story Estetik? Pelajaran Hidup dari Buku Yang Mahal Gengsi Kita
-
Pergulatan Moral Kolonial dalam Kumpulan Cerpen Teh dan Pengkhianat
-
Lika-Liku Hidup Santri di Buku Setegar Batu Karang, Seindah Senja Sore
-
Rumah Kertas: Ketika Cinta Buku Kelewat Batas Sampai Jadi Tembok Rumah
Ulasan
-
Kesegaran Komedi Pengusutan Misteri dalam Film 'The Sheep Detective'
-
Drama A Bona Fide Killer: Pembunuh Legendaris yang Hidup Normal sebagai Ibu
-
Suicide Awareness Month: 5 Novel yang Mengajarkan Pentingnya Support System
-
Memaknai Cinta Bagi Orang Dewasa di Novel Hingga Ujung Cakrawala
-
Ujian Hubungan Jangka Panjang: Mengapa "Before Midnight" Adalah Film Paling Jujur Tentang Pernikahan
Terkini
-
Paranoia Kolonial di Tanah Suci: Membedah Politik Haji Pada Masa Penjajahan
-
Sinopsis Mame to Mugi, Drama Jepang Dibintangi Saito Asuka dan Tomita Miu
-
Hempas Kusam dan Noda Gelap! Ini 4 Sabun Muka Korea Kandungan Brightening
-
Jalan Teknokratis Suahasil Nazara Menuju Kursi Menteri Keuangan
-
Manga Gachiakuta Kembali Hiatus Tanpa Jadwal Kembali, Fans Harus Menunggu