Apa yang akan terlintas di benak kalian jika kalian mendengar kata "cerpen"? Tentu kalian akan berpikir bahwa cerpen adalah sebuah karangan prosa yang memiliki alur dan tidak terlalu panjang ceritaannya. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), cerpen atau yang memiliki kepanjangan cerita pendek adalah kisahan (ceritaan) pendek yang berisi sekitar 10.000 kata, yang memberikan kesan tunggal yang dominan dan memusatkan diri hanya pada satu tokoh saja.
Secara sederhana, cerpen dapat dikatakan sebagai suatu cerita yang ditulis dengan tidak terlalu panjang dan hanya berfokus pada satu tokoh utama saja, dengan masalah utama yang dihadapinya. Dan berbicara tentang cerpen, tentu tak lengkap bila kita tak membahas contoh karyanya, dengan ulasan-ulasan terhadap karya tersebut tentu saja.
Pada kesempatan kali ini, saya akan mengulas salah satu buku kumpulan cerpen yang merupakan buku antologi cerpen pilihan surat kabar Kompas pada tahun 1996, yang berjudul Pistol Perdamaian. Penasaran seperti apa isi bukunya? Mari kita simak ulasannya.
Pistol Perdamaian adalah sebuah buku kumpulan cerpen terbitan Kompas yang memuat cerpen-cerpen terbaik pilihan Kompas di sepanjang tahun 1996. Adapun judul buku tersebut diambil dari salah satu judul karya cerpen yang termuat di dalamnya, yakni Pistol Perdamaian karya Kuntowijoyo.
BACA JUGA: Media Vietnam: Shin Tae-yong Kasih Permintaan Sulit Timnas Indonesia U-20 Disuruh Tiru Lionel Messi
Dalam buku kumpulan cerpen Pistol Perdamaian, terdapat tujuh belas cerpen karya berbagai pengarang Indonesia, antara lain ialah Pistol Perdamaian dan Sampan Asmara karya Kuntowijoyo; Dongeng Sebelum Tidur dan Sukab dan Sepatu karya Seno Gumira Ajidarma; Doa Seorang Perawan karya Bondan Winarno; Eksperimen Moral karya T.B. Raharjo; Mang Santa karya Jordi Ariadinata; Menanam Karen di Tengah Hutan karya Afrizal Malna; Meteorit dan Sentimentalisme Calon Mayat karya Sony Karsono; Orang Besar karya Jujur Prananto; Penumpang Kelas Tiga karya A.A. Navis; Rong karya Gendut B. Riyanto; Orok Dani karya Aria Kamandaka; Sang Pengeluh karya Yusrizal K.W.; Separo Jalan karya Ismet Fanany; dan Warung Pinggir Jalan karya Lea Pamungkas.
Selain itu, dalam buku kumpulan cerpen Pistol Perdamaian ini, juga terdapat kajian singkat atas cerpen-cerpen yang termuat di dalamnya, yang ditulis oleh seorang Guru Besar Luar Biasa Fakultas Sastra Universitas Indonesia, yakni Toety Heraty; dan Prof. Faruk yang merupakan seorang Guru Besar dan Professor di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada.
Hal utama yang membuat buku kumpulan cerpen Pistol Perdamaian ini menjadi sangat menarik adalah isinya. Karena dari berbagai cerpen yang dimuat dalam buku ini, semuanya memiliki keunikannya atau ciri khasnya masing-masing. Contohnya saja seperti yang terdapat pada cerpen Eksperimen Moral karya T.B. Raharjo dan Meteorit karya Sony Karsono.
BACA JUGA: Geli Makan di Rumah Bunda Corla, Ivan Gunawan Ungkap Kondisinya: Bau Amis dan Berantakan
Keduanya memiliki genre yang berbeda, yaitu realis dan surealis; di mana pada cerpen Eksperimen Moral banyak diceritakan mengenai hal-hal yang terjadi di kehidupan nyata (realitas), sedangkan pada cerpen Meteorit banyak diceritakan mengenai hal-hal yang di luar nalar manusia (surealis).
Akan tetapi, meskipun berbeda genre, kedua cerpen tersebut tetap merujuk dan bertumpu kepada tujuan yang sama, yaitu kritik sosial dan moral terhadap manusia. Selain itu, hal lain yang membuat buku kumpulan cerpen Pistol Perdamaian ini menjadi sangat menarik adalah gaya kepenulisan para pengarangnya.
Sebab dalam buku kumpulan cerpen Pistol Perdamaian ini, terdapat beberapa pengarang yang sudah memulai debutnya sebagai seorang cerpenis sejak awal, seperti A.A. Navis dan Kuntowijoyo; serta sebagian besar pengarang lainnya yang baru memulai debutnya sebagai seorang cerpenis, seperti Afrizal Malna dan Bondan Winarno. Dan tentu saja, hal itu dapat menjadi pembeda atas berbagai gaya kepenulisan cerpen dari masa ke masa.
Nah, itu tadi merupakan sedikit ulasan mengenai sebuah buku kumpulan cerpen pilihan Kompas yang berjudul Pistol Perdamaian. Adapun ulasan ini merupakan ulasan pribadi, berdasarkan buku tersebut. Menurut saya, buku kumpulan cerpen Pistol Perdamaian ini sangat pas untuk kalian baca, karena selain isinya yang beraneka ragam, kalian juga bisa mengetahui corak kepenulisan cerpen karya berbagai pengarang dari masa ke masa. Semoga bermanfaat!
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Ulasan Film Never Back Down: Kisah Remaja yang Mendalami Mix Martial Arts
-
Ulasan Film Warrior: Kisah Kakak-beradik yang Kembali Bertemu di Atas Ring
-
Ulasan Film Unbroken: Kisah Atlet Olimpiade yang Menjadi Tawanan Perang
-
Ulasan Film The Fighter: Kisah Seorang Pria Meraih Gelar Juara Tinju Dunia
-
Ulasan Film Rocky: Kisah Petinju Lokal Meraih Kesuksesan di Dunia Tinju
Artikel Terkait
-
Tragedi di Pesta Pernikahan dalam Novel Something Read, Something Dead
-
Review Novel 'Kokokan Mencari Arumbawangi': Nilai Tradisi di Dunia Modern
-
Perjalanan Menemukan Kebahagiaan dalam Ulasan Novel The Burnout
-
7 Manfaat Kesehatan Mengejutkan dari Membaca Buku Setiap Hari
-
Novel Homicide and Halo-Halo: Misteri Pembunuhan Juri Kontes Kecantikan
Ulasan
-
Ulasan Buku Jadilah Pribadi Optimistis, Lebih Semangat Mengarungi Kehidupan
-
Tragedi di Pesta Pernikahan dalam Novel Something Read, Something Dead
-
Webtoon My Reason to Die: Kisah Haru Cinta Pertama dengan Alur Tak Terduga
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat
-
Review Novel 'Kokokan Mencari Arumbawangi': Nilai Tradisi di Dunia Modern
Terkini
-
MBC Resmi Tunda Penayangan Drama 'Crushology 101', Ternyata Ini Alasannya
-
Lee Shin Young Akan Bergabung dalam Drama 'The Moon Flows Over the River'
-
Tayang Mei, Bae Doo Na Alami Cinta Tak Terkendali dalam Film Korea Virus
-
3 Tahun Hiatus, Yook Sung Jae Beberkan Alasan Bintangi 'The Haunted Palace'
-
Hanya 4 Hari! Film Horor Pabrik Gula Capai 1 Juta Penonton di Bioskop