Buah merah merupakan salah satu tanaman yang seringkali ditemukan di daerah Indonesia timur, khususnya di wilayah Papua. Buah yang memiliki bentuk seperti jagung tapi dengan ukuran besar dan berwarna merah tersebut memang dikenal sebagai salah satu buah yang dapat dijumpai ketika berkunjung ke daerah Papua. Buah-buahan yang masuk ke dalam keluarga Pandanaceae tersebut memang lebih sering ditemukan tumbuh secara liar maupun dikembangbiakkan di kawasan Papua.
Buah ini juga dianggap sebagai salah satu buah penting bagi masyarakat asli Papua. Banyak upacara adat dan upacara keagamaan dalam kultur masyarakat di Papua yang selalu menyajikan buah yang terkenal dengan warnanya yang merah terang tersebut. Namun, ternyata ada beberapa fakta unik yang menarik untuk diketahui dari buah ini. Berikut 3 fakta menarik dan unik dari buah merah khas Papua.
1. Merupakan Tanaman Pandan-pandanan
Jika kamu bukan orang asli Papua mungkin belum pernah melihat tanaman atau pohon dari buah merah. Namun, jika pernah melihatnya sepintas bentuk daun dari tanaman ini mirip seperti daun pandan. Hal itu tidaklah keliru karena memang tanaman buah merah merupakan salah satu keluarga dari tananam pandan-pandanan. Secara klasifikasi, tanaman ini masuk ke dalam genus Pandanus yang masih berkerabat dengan daun pandan yang seringkali ditemukan di dalam olahan makanan khas Asia.
BACA JUGA: Mengulik Sejarah, Pernikahan Kontroversi Presiden Soekarno dan Naoko Nemoto
Spesies buah merah sendiri memiliki nama latin Pandanus Conoideius dan penyebarannya dominan ditemukan di kawasan Pulau Papua. Pohon buah merah dapat tumbuh hingga tinggi sekitar 2 hingga lebih dari 3 meter dan umumnya tumbuh bergerombol dengan di satu kawasan terdapat sekitar 12-30 pohon. Pohon buah merah umumnya mulai menghasilkan buah pada usia sekitar 2-5 tahun setelah ditanam.
2. Dipercaya Dapat Menghambat Pertumbuhan Sel Kanker
Tanaman buah merah memang sejak lama dipercaya memiliki beragam khasiat bagi tubuh. Masyarakat asli Papua juga seringkali mengkonsumsi buah merah untuk tujuan kesehatan ataupun mengolahnya menjadi minyak untuk beragam obat. Beberapa penelitian terkini mengenai manfaat buah merah mengemukakan buah tersebut dapat menghambat pertumbuhan sel kanker dalam tubuh.
Buah merah diyakini memiliki kandungan tokoferol atau senyawa dalam vitamin E yang berguna untuk menetralisir zat antioksidan. Selain itu, tanaman ini memiliki kandungan betakaroten yang cukup tinggi yang dapat menjaga kesehatan mata.
Buah merah juga dipercaya memiliki kandungan untuk melawan penyakit HIV/AIDS. Kandungan senyawa tokoferol dan betakaroten yang cukup tinggi dari buah merah ini diyakini dapat menghambat perkembangan virus HIV dan memperkuat sistem imun dalam tubuh. Selain itu, masyarakat tradisional Papua juga mempercayai buah merah dapat meningkatkan stamina dan mengandung beberapa zat yang cocok untuk tumbuh kembang balita dan anak-anak.
BACA JUGA: Ulasan Buku You Never Existed: Kumpulan Puisi tentang Patah Hati dan Berusaha Melupakan
3. Buah yang Dianggap Sakral Bagi Masyarakat Papua
Buah merah dianggap sebagai buah yang cukup sakral bagi kultur adat masyarakat asli Papua. Melansir dari situs Mongabay, mitos buah ini dahulunya berwarna hitam, kemudian dikisahkan makhluk mistis mengatakan buah tersebut akan berubah merah dan diyakini dapat bermanfaat bagi kehidupan masyarakat lokal. Namun, adapula mitos yang menyebutkan bahwa beberapa kaum wanita dari suku tertentu pantang memakan buah ini karena dipercaya warna merah buah tersebut merupakan darah wanita.
Buah merah juga dianggap memiliki nilai sosial yang cukup tinggi bagi beberapa suku di Papua. Ada kepercayaan di beberapa suku di Papua bahwa siapapun yang dapat menanam buah ini di area pekarangan atau lahan tertentu maka akan menaikkan derajat pemiliknya. Selain itu, buah ini juga seringkali digunakan sebagai alat barter yang cukup bernilai bagi masyarakat tradisional Papua. Buah merah ini seringkali digunakan sebagai salah satu bahan makanan dalam acara adat di Papua. Salah satu yang terkenal adalah dalam upacara bakar batu dalam masyarakat adat Papua.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Debut Sensasional, Cape Verde Jadi Tim Anomali di Ajang Piala Dunia 2026
-
Patah Tulang di Lapangan! Aksi Brutal Pemain Qatar Bikin Publik Dunia Murka
-
Piala Dunia 2026: Hanya Loloskan Dua Wakil, Sepak Bola Asia Masih Stagnan?
-
Bak Serial Anime! Laga Jepang vs Brazil Jadi Warna di Piala Dunia 2026
-
Comeback Sensasional Afrika Selatan: Resmi Lolos 32 Besar Pertama Kalinya
Artikel Terkait
Ulasan
-
Menguliti Kebobrokan Sistem Peradilan dalam Series I Will Find You
-
Membaca Doorstoot naar Djokja: Menyelami Hari-Hari Paling Genting Indonesia
-
Harimau Galak Pensiun Jadi Penjual Kue? Intip Menggemaskannya 'Mr. Tigers Snacks'
-
Review Film 'Obsession': Terlalu Cinta Berubah Malapetaka
-
Hansel and Gretel: Dongeng Klasik yang Berubah Jadi Aksi Berdarah
Terkini
-
Snowball Earth Umumkan Musim Kedua, PV Perdana Tampilkan Babak Baru
-
Deretan Anime Musim Semi 2026 yang Dipastikan Berlanjut ke Season Baru
-
Pajak Dana Pensiun: Benar Secara Hukum, Adilkah dalam Praktik?
-
Lee Sun Bin dan Bae Hyeon Seong Bintangi Film Komedi The Taste of Prison
-
LG UltraGear 45GX950A-B, Monitor OLED 45 Inci Cocok untuk Gamer Profesional