Fenomena langit langka gerhana matahari hibrida diperkirakan bakal muncul besok pada 20 April. Fenomena Gerhana Matahari Hibrida ini merupakan kejadian yang membuat langit menjadi gelap di sebagian besar wilayah Indonesia, terutama di bagian timur.
Mengutip pengertian dari BBC, gerhana matahari hibrida ialah gerhana matahari yang dalam jalurnya mengalami dua fase sekaligus, yaitu fase cincin dan fase total.
Gerhana Matahari Hibrida
Lantas, bagaimana gerhana matahari hibrida bisa terjadi?
Secara singkatnya, gerhana ini terjadi sebab matahari, bulan, dan bumi berada tepat segaris. Ketika bulan berada di antara matahari dan bumi membuat cahaya matahari menjadi terhalang, sehingga cahaya tidak sempurna sampai ke bumi.
Namun fase fenomena ini tampak berbeda di beberapa daerah, tergantung dari lokasi pengamat. Hal ini disebabkan oleh kelengkungan bumi.
Seperti yang dijelaskan melalui laman Jateng Kemenag, pada tempat tertentu piringan bulan akan terlihat lebih kecil dari piringan matahari. Sehingga di tengah-tengah matahari akan gelap, sementara pada sisinya tampak terang layaknya cincin.
Adapun dari tempat lainnya, piringan bulan sama dengan piringan matahari. Sehingga matahari seakan-akan tertutupi oleh bulan.
Gerhana Matahari Hibrida Diprediksi Muncul Besok!
Fenomena langit langka ini diprediksi oleh para pengamat astronomi akan muncul pada 20 April 2023, atau esok hari. Melansir laman BMKG, gerhana ini dapat disaksikan di berbagai wilayah di dunia, termasuk Indonesia.
Gerhana akan melintasi Samudra Hindia, kemudian ke bagian utara Australia, lalu bergeser ke Timor Leste, selanjutnya ke 11 wilayah di Indonesia bagian timur, dan berakhir di Samudera Pasifik.
Seperti yang sudah dijelaskan di atas, fenomena ini dapat terlihat berbeda tergantung lokasi pengamat.
Pengamat di Samudera Hindia dan Samudera Pasifik akan disuguhi gerhana matahari cincin; Sementara pada sisi Australia, Timur Leste, dan 11 wilayah di Indonesia timur akan menyaksikan gerhana matahari total.
Sayangnya, fenomena ini tidak dapat disaksikan oleh lima kabupaten/kota di Aceh, yakni Sabang, Banda Aceh, Pidie, Aceh Jaya, dan Aceh Besar, melainkan hanya bisa menyaksikan gerhana matahari sebagian.
Keseluruhan proses gerhana digadang-gadang berlangsung selama 5 jam 25 menit. Puncak gerhana diperkiraan terjadi sekitar pukul 13.30 sampai 14.30 Waktu Indonesia bagian Timur.
Saking langkanya fenomena ini, jika kamu terlewatkan maka waktu terdekat untuk mengamati gerhana matahari hibrida kembali adalah pada tahun 2049. Cukup lama bukan? Maka dari itu pasang pengingat dan catat waktunya. Jangan sampai ketinggalan fenomena langka satu ini, ya.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Tag
Baca Juga
-
Makin Blak-blakan, Aaliyah Massaid Akui Bucin Ke Thariq Halilintar: Kamu Juara di Hati Aku
-
Mengenal Li Ran, Princess Eropa dari Asia Pertama, Istri dari Pangeran Charles Belgia
-
Fans Fuji Kecewa Konten Eksklusif Tersebar: Jadi Percuma Bayar
-
Nyanyi 'Cundamani' di Hadapan Happy Asmara, Celetukan Niken Salindry Bikin Ngakak Satu Venue
-
ARMY Next Level! Wanita Ini Pamer Rumah Berkonsep BTS, Semua Serba Ungu
Artikel Terkait
Ulasan
-
Review The Beast in Me: Thriller Psikologis yang Mengulik Sisi Buas Manusia
-
Ulasan Novel Lelaki Harimau: Kekerasan Rumah Tangga hingga Trauma Generasi
-
Review Film Lilim: Teror Sunyi tentang Dosa, Trauma, dan Iman yang Retak
-
Belajar Authenticity dari Prilly Latuconsina Lewat Buku Retak, Luruh, dan Kembali Utuh
-
Ulasan Drama Korea Tempest: Kisah Kang Do Woon dan Jun Ji Hyun Melawan Teror Politik
Terkini
-
Standar TikTok: Katalog Hidup Mewah yang Bikin Kita Miskin Mental
-
Agak Laen 2 Buka 2026 dengan Capai 10 Juta Penonton di Bioskop
-
Hyun Bin Bongkar Perannya di Made in Korea: Naik Berat Badan hingga 14 Kg!
-
CERPEN: Kehamilan yang Tak Pernah Diinginkan
-
Drama Pendek WIND UP Jeno dan Jaemin NCT Konfirmasi Tanggal Penayangan