Kampung Gebulen merupakan tempat tinggal Abdi Dalam yang menyiapkan api untuk memasak, Gebulen sendiri memiliki arti tungku. Tungku merupakan alat pembakaran yang menggunakan kayu sebagai bahan bakar yang biasanya digunakan untuk memasak. Di kampung Gebulen ini terdapat para pengrajin kesenian salah satu diantaranya adalah wayang kulit.
BACA JUGA: Menilik Keindahan 5 Destinasi Wisata di Kota Suci Madinah Al-Munawwarah
Wayang Kulit
Wayang memiliki arti yaitu bayangan, karena pertunjukan kesenian wayang ini dimainkan di belakang layar yang memanfaatkan siluet pada layar pertunjukkan. Pembuatan wayang kulit ini tidaklah sembarangan karena setiap bentuk dalam pembuatan wayang pasti memiliki arti atau makna dan untuk pembentukan hingga finishing semua sudah ada aturan dalam pembuatan wayang kulit ini.
Bahan Dasar Pembuatan Wayang Kulit
Dalam pembuatan wayang kulit tentunya tidak sembarangan, seperti di kampung Gebulen ini wayang dibuat dari kulit kerbau. Kerbau yang digunakan pun kerbau yang berasal dari daerah Sulawesi yang bukan merupakan kerbau pembajak sawah.
Alat yang digunakan untuk pembentukan atau pembuatan wayang ini juga tidak sembarangan, alat palu yang digunakan dalam proses pemahatan ini terbuat dari tanduk kerbau. Wayang kulit yang asli seperti tidak akan patah atau bengkok jika digulung.
BACA JUGA: Bedebah di Ujung Tanduk: Lanjutan Kisah Thomas antara Hidup dan Mati
Aturan dalam Pembuatan Wayang Kulit
Pada saat melakukan pemahatan dalam proses pembuatan wayang kulit ini diperlukan kehati-hatian dan konsentrasi, karena apapun garis atau bentuk dalam proses pembuatan wayang ini akan menjadi sebuah simbol yang makna atau arti.
Pembuatan wayang kulit di kampung Gebulen ini juga mempunyai waktu yang ditentukan dalam pengerjaannya. Dari proses pembentukan, pemahatan, pewarnaan hingga finishing ditetapkan harus selesai dalam tujuh hari pengerjaan. Tidak hanya itu, tongkat panjang yang berfungsi sebagai pegangan pada tangan wayang juga terbuat dari tanduk kerbau.
BACA JUGA: Mengenal Altruisme: Sikap Senang Membantu Orang Lain yang Punya Banyak Manfaat
Simbol dan Makna yang Terkandung pada Wayang
Bisa kita lihat bahwa pada tokoh wayang kulit ini setiap garisnya dan apapun yang terlihat memiliki arti tersendiri seperti burung yang ada di punggung tokoh wayang yang merupakan simbol dari langit, mahkota sebagai simbol cinta, tekanan dan harmoni, serta lainnya yang juga memiliki makna tersendiri.
Berikutnya, wayang yang berbentuk gunung ini disebut gunungan, gunungan biasanya ditampilkan sebelum pertunjukkan wayang dimulai. Secara keseluruhan gunungan ini memiliki arti kemakmuran. Namun, jika dibedah atau dibahas lebih lanjut, di dalam gunungan ini terdapat simbol-simbol dengan maknanya tersendiri.
Seperti puncak tertingginya bermakna pikiran, wajah raksasa simbol dari perlindungan dan simbol lainnya sebagai simbol tertentu.
Itulah proses pembuatan wayang di Kampung Gebulen.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Artikel Terkait
-
Berencana Liburan ke Keraton Yogyakarta? Ini Harga Tiket dan 5 Pengalaman Unik yang Didapat
-
Tips Memilih Jasa Pembuatan PT yang Resmi
-
Panduan Lengkap Memilih Jasa Pembuatan Aplikasi yang Tepat untuk Bisnis
-
Mengintip Perayaan Cap Go Meh di Kawasan SCBD
-
Fakta Unik Keraton Kilen Yogyakarta: Tempat Jokowi Bertemu Empat Mata dengan Sultan Hamengkubuwono X
Ulasan
-
Review Novel 'TwinWar': Pertarungan Harga Diri di Balik Wajah yang Sama
-
Ulasan Webtoon Our Secret Alliance: Perjanjian Palsu Ubah Teman Jadi Cinta
-
Novel The Good Part: Makna Perjuangan yang Menjadikan Hidup Lebih Sempurna
-
Buku The Psychological of Money: Perspektif Psikologis dalam Mengelola Uang
-
Cafe Hello Sapa, Kombinasi Sempurna antara Kopi dan Pemandangan Danau Sipin
Terkini
-
Piala Asia U-17: Timnas Indonesia Kembali Gendong Marwah Persepakbolaan Asia Tenggara
-
Pemain PC Kini Bebas dari PSN! Sony Ubah Kebijakan Akun PlayStation
-
Timnas Indonesia, Gelaran Piala Asia dan Bulan April yang Selalu Memihak Pasukan Garuda
-
Lee Jung-eun Siap Jadi Bibi Kim Ji-won dalam Drama Baru 'Doctor X'
-
Jadi Couple di 'The Haunted Palace', Chemistry Yook Sungjae dan Bona Dipuji