Solo, salah satu kota bersejarah di Indonesia, terkenal dengan keindahan budaya dan arsitektur tradisionalnya. Namun, ada satu bangunan monumental yang mencuri perhatian di tengah keramaian kota ini, yaitu Masjid Raya Sheikh Zayed. Dibangun dengan megah dan keindahan yang memukau, masjid ini menjadi salah satu ikon baru kota Solo yang menakjubkan.
Masjid Raya Sheikh Zayed adalah sebuah masjid yang terletak di kawasan yang strategis di jantung Kota Solo. Diberi nama dari pendiri dan pemimpin Uni Emirat Arab (UEA) pertama, yaitu Sheikh Zayed bin Sultan Al Nahyan, masjid ini menjadi simbol persahabatan antara Indonesia dan UEA. Dalam membangun masjid ini, UEA memberikan sumbangan yang besar baik dari segi dana maupun tenaga ahli.
Masjid ini dibangun di atas lahan seluas 26.581 meter persegi, dengan luas 7.814 meter persegi. Bangunan masjid dua lantai ini mampu menampung 10.000 jamaah. Masjid tersebut diresmikan pada tanggal 1 Maret 2023 pada sholat subuh berjamaah yang juga dihadiri oleh Wakil Presiden RI K.H. Ma'ruf Amin dan resmi dibuka untuk umum. Sholat subuh berjamaah yang diimami oleh seorang ulama dari Uni Emirat Arab (PEA), Sheikh Mohammed Muaad Al Mahri.
Arsitektur masjid ini mencerminkan keindahan dan kemegahan budaya Islam Timur Tengah, namun dengan sentuhan khas Indonesia. Masjid yang diresmikan bulan November 2022 silam ini memiliki desain yang mencolok dengan kubah besar dan menara yang menjulang tinggi. Bangunannya terbuat dari marmer putih yang indah dan dihiasi dengan ukiran-ukiran yang rumit dan detail.
Begitu memasuki dalam masjid, kamu akan terpesona dengan keindahan ruang dalam yang luas dan indah. Lantai marmer berkilauan dan dinding yang dihiasi dengan ukiran-ukiran kaligrafi Arab memberikan nuansa yang elegan. Tidak hanya itu, masjid ini juga dilengkapi dengan fasilitas yang modern, seperti sistem tata suara yang canggih dan pendingin udara yang nyaman, sehingga para jamaah bisa menjalankan ibadah dengan nyaman.
Salah satu fitur paling menakjubkan dari Masjid Raya Sheikh Zayed adalah kubah utamanya yang megah. Kubah ini dibangun dengan tinggi yang mencapai puluhan meter dan dihiasi dengan hiasan-hiasan emas yang memesona. Saat matahari terbenam, cahaya memancar dari kubah ini menciptakan panorama yang memukau, menambah keindahan dan kemegahan masjid ini.
Tidak hanya sebagai tempat ibadah, Masjid Raya Sheikh Zayed juga menjadi pusat kegiatan sosial dan keagamaan di Solo. Di dalam kompleks masjid, terdapat ruang serbaguna yang digunakan untuk mengadakan berbagai kegiatan, seperti seminar, ceramah, dan kegiatan sosial lainnya. Masjid ini juga memiliki perpustakaan yang kaya akan koleksi buku-buku Islami dan tempat belajar Al-Qur'an bagi anak-anak.
Masjid Raya Sheikh Zayed tidak hanya menjadi daya tarik bagi umat Muslim, tetapi juga menjadi tujuan wisata bagi wisatawan dari berbagai negara. Keindahan dan keunikan arsitekturnya menjadikan masjid ini sebagai tempat yang patut dikunjungi. Tidak heran jika setiap harinya, masjid ini dikunjungi oleh ribuan orang yang ingin menyaksikan keajaibannya sendiri.
Dengan kehadiran Masjid Raya Sheikh Zayed, Solo semakin memperkaya warisan budaya dan keindahan arsitekturnya. Masjid ini tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga sebagai simbol persaudaraan antara Indonesia dan UEA. Diharapkan, keberadaan masjid ini dapat menginspirasi pembangunan bangunan religius yang lainnya di Indonesia serta mempererat hubungan antarnegara.
Sebagai sebuah mahakarya arsitektur modern yang memadukan budaya Timur Tengah dengan Indonesia, Masjid Raya Sheikh Zayed patut menjadi kebanggaan bagi masyarakat Solo dan Indonesia. Keindahannya yang memukau dan pesan persahabatan yang diusungnya akan terus dikenang dan menjadi saksi bisu dari kerjasama yang kuat antara kedua negara.
Baca Juga
-
ONF The Stranger: Lagu Ala Michael Jackson Buat Kamu Semangat Membara!
-
Review Series 'Squid Game 2', Lebih Kompleks namun Kurang Menegangkan?
-
Menapak Jejak Warisan Jokowi Selama Satu Dekade Masa Kepemimpinan
-
Ulasan Film Daisy, Perpaduan Romansa dan Thriller yang Tak Terduga
-
4 Rekomendasi Film Korea Dibintangi Ji Chang Wook, Revolver Teranyar
Artikel Terkait
-
Bolehkah Membangun Masjid dengan Dana Pinjaman? Dedi Mulyadi Singgung Al Jabbar
-
7 Fakta Menarik Masjid Al Jabbar, Disebut Dibangun Dengan Utang Rp3,4 Triliun
-
Wisata Jokowi, Rasa Cinta di Antara Suara Kritis Kita
-
Berkaca dari Ruben Onsu, Ini Keutamaan Bangun Musala atau Masjid
-
Profil Yazen Alhakimi, Imam Masjid Al Jabbar Perlihatkan Pesan Istri Ridwan Kamil
Ulasan
-
Review Film Holland: Misteri yang Gagal Mengembang dan Meledak
-
Bikin Hati Adem, Ini 3 Novel Jepang Berlatar Toko Buku dan Perpustakaan
-
Review Film A Minecraft Movie: Petualangan Konyol dan Penuh Imajinasi
-
Review Article 370: Film Thriller yang Bikin Kamu Nggak Mau Berkedip!
-
Review Novel 'TwinWar': Pertarungan Harga Diri di Balik Wajah yang Sama
Terkini
-
4 Drama dan Film China Garapan Sutradara Guo Jingming, Semuanya Booming!
-
Sentilan Luhut dan Demokrasi Sopan Santun: Ketika Kritik Dianggap Ancaman
-
Bisnis Musiman Pasca-Lebaran: Peluang yang Masih Bisa Digali
-
Gol Tunggal Bersejarah! Timnas Indonesia U-17 Bungkam Korea Selatan di Piala Asia U-17
-
Suka Nonton The Life List? Ini 5 Film dengan Vibes Serupa yang Heartwarming