Peperangan di era modern tidak hanya bisa dilakukan secara sendiri oleh sebuah negara. Ada kalanya negara tersebut membentuk sebuah aliansi untuk mencapai kemenangan dalam pertempuran. Hal inilah yang terjadi saat ini di perang Rusia-Ukraina. Perang yang sudah berjalan lebih dari setahun tersebut memberikan gambaran pertempuran modern antara Rusia dan Ukraina yang didukung oleh bantuan pihak lain di masing-masing kubu.
Ukraina hingga saat ini masih memperoleh bantuan dari negara-negara aliansi barat yang dikomandoi oleh NATO. Bantuan tersebut umumnya berupa uang, suplai makanan dan obat-obatan serta tentunya peralatan militer. Melansir dari situs indomiliter.com, salah satu peralatan militer kelas berat yang disumbang salah satu negara aliansi NATO, yakni Polandia adalah sistem artileri gerak AHS Krab.
Didesain Sejak Pertengahan Dekade 1990-an
Polandia yang dahulunya merupakan negara Pakta Warsawa memang saat ini telah bergabung dengan aliansi NATO. Hal ini membuat beberapa sistem persenjataan peninggalan Uni Soviet yang diadaptasi oleh Polandia mulai ditinggalkan secara bertahap. Kelahiran sistem artileri AHS Krab merupakan salah satu dari kebijakan tersebut. Melansir dari artikel berjudul “From 30 to 155 mm. Expanded Barrel Manufacturing Facility at HSW” dalam situs hsw.pl, pengembangan sistem artileri AHS Krab ini dimulai pada tahun 1997 dan demi mulai mengadopsi sistem artileri barat.
Pemerintah Polandia saat itu membuka tender mengenai sistem artileri baru tersebut. Hal ini membuat pemerintah Inggris dari BAE System ikut andil dalam tender beserta Rheinmetall dari Jerman. BAE kemudian memenangkan tender ini dan menyodorkan sistem penembakan dari AS-90M.
BACA JUGA: Ulasan Buku Jilbab Pertama: Kisah Keluarga yang Bahagia
Sistem tersebut kemudian diadaptasi oleh pabrikan lokal Polandia, yakni Howa Stalowa Wola (HSW). Protoype pertama kemudian lahir di tahun 2001 dan segera dilakukan beragam uji coba. Sistem artileri ini kemudian dikenal dengan nama Krab atau dalam penyebutan umumnya “AHS Krab”.
Meskipun mulai masuk dinas pada tahun 2008, akan tetapi pengembangan dari sistem artileri ini masih dilakukan. Melansir dari situs Armyrecognition.com, pihak pemerintah Polandia menandatangani perjanjian dengan pabrikan asal Korea Selatan, yakni Samsung Techwin untuk pembelian beberapa unit sistem artileri K9 Thunder dan untuk pengembangan AHS Krab varian terbaru yang didasarkan pada teknologi K9 Thunder milik Korea Selatan. Direncanakan varian terbaru ini akan mulai diperkenalkan pada tahun 2023.
Spesifikasi Dan Rekam Jejak Penggunaan AHS Krab
Spesifikasi dari sistem artileri gerak AHS Krab tentunya menyesuaikan dengan standar dari pihak barat. Melansir dari situs militarytoday.com, sistem artileri AHS Krab menggunakan meriam dengan kaliber 155 mm. Hal ini berbeda dengan standar dari blok timur yang menggunakan kaliber 152 mm untuk meriam sejenis. Chasis kendaraan ini pada varian awal menggunakan tipe UPG-NG yang merupakan pengembangan dari chasis tank T-72 dan MT-S tracktor. Sedangkan untuk varian terbaru direncanakan akan mengadaptasi chasis dari K9 Thunder buatan Korea Selatan.
Kendaraan ini dioperasikan oleh 5 orang meskipun apabila dalam keadaan terdesak dapat dioperasikan oleh 3 orang saja. Artileri yang memiliki berat sekitar 47 ton ini mampu menembakkan beragam amunisi artileri buatan barat yang dapat mencapai jarak jangkauan sekitar 40-50 km. Untuk sistem persenjataan sekunder, sistem artileri AHS Krab dipersenjatain senapan mesin kaliber 7.62 mm atau 12.7 mm sebagai perlindungan jarak dekat.
Sistem artileri ini mulai merasakan pertempuran saat diturunkan di perang Rusia-Ukraina. Melansir dari situs reuters.com, pemerintah Polandia menyetujui bantuan 18 unit sistem artileri Krab kepada Ukraina untuk dipergunakan melawan Invasi Rusia. Pada akhir tahun 2022 lalu, pemerintah Rusia dan Ukraina menyetujui pembelian sekitar 20 unit sistem artileri Krab beserta paket pendukungan dan direncanakan akan datang pada tahun 2023 ini.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Bakal Dipermanenkan Dewa United, Ivar Jenner Diambang Penurunan Karier?
-
Thom Haye Absen, Siapa yang Layak Jadi Jendral Lini Tengah Timnas Indonesia?
-
Justin Hubner di Belanda: Sudah Murah, Gacor, Eh Ditaksir PSV Eindhoven Pula!
-
Tunjukkan Performa Memukau, Ezra Walian Layak Comeback ke Timnas Indonesia!
-
Tanpa Matthew Baker dan Mierza? Bongkar Alasan Dua Pilar Utama Absen di Timnas U-19 Jelang AFF 2026!
Artikel Terkait
Ulasan
-
Review Abang Adik: Siap-siap Banjir Air Mata dari Kisah Pilu Dua Saudara
-
Novel When My Name Was Keoko, Perjuangan Identitas di Bawah Penjajahan Jepang
-
Menjaga Kesehatan Mental dengan Bercerita dalam Buku Psikologi Cerita
-
Dinamika Kehidupan dan Filosofi Man Shabara Zhafira dalam Karya Ahmad Fuadi
-
Na Willa, Film yang Berhasil Bikin Orang Dewasa Merasa Jadi Anak Kecil Lagi
Terkini
-
Annyeonghaseyo! Korea Gratiskan Visa Liburan WNI, Syaratnya Cuma Gak Boleh Pergi Sendiri
-
Rahasia Hutan Ajaib
-
Bangkit dari Post Holiday Blues Usai Mudik Lebaran: 7 Cara Cerdas Balik ke Realita Tanpa Drama
-
HP Panas Padahal Gak Main Game? Waspada, Mungkin Ada "Tamu Tak Diundang" Lagi Ngintip
-
Bukan soal Nominal, Ini Alasan Pentingnya Menghargai Nilai dari Uang Kecil