Setelah menunggu cukup lama, akhirnya kendaraan tempur baru yakni Pandur II telah mulai berdatangan ke Indonesia. Melansir dari situs indomiliter.com, kendaraan yang dibeli oleh pihak Kementerian Pertahanan sejak tahun 2019 ini mulai datang ke Indonesia pada bulan Agustus 2023 ini. Indonesia sendiri membeli sekitar 22 unit Pandur II dari perusahaan Excalibur Army yang berada di Republik Ceko. Tercatat, 11 unit ranpur Pandur II ini mulai datang ke Indonesia sejak Rabu (09/08/2023) lalu.
Ranpur Pandur II ini memang merupakan ranpur baru yang dibeli oleh Indonesia. Dari Total 22 unit tersebut, ranpur ini akan dibangun dalam versi pengangkut personil (APC) dan kendaraan tempur infantri (IFV). Bahkan, adapula yang menyebutkan Indonesia akan membeli varian kendaraan bantuan tembakan (FSV). Kendaraan ini nantinya akan dirakit untuk proses finishing di PT Pindad dan dilakukan re-branding dengan nama “Panser Cobra”.
Dikembangkan Sejak Akhir Dekade 1990-an
Pandur II merupakan kendaraan tempur yang dikembangkan oleh Steyr-Daimler dari Austria. Melansir dari situs militarytoday.com, ranpur ini merupakan pengembangan dari Pandur I yang merupakan ranpur berpenggerak 6x6 era perang dingin. Pandur II ditingkatkan dari basis Pandur I dan memiliki perbedaan dari sistem penggerak yang 8x8 dan memiliki pertahanan yang lebih baik daripada Pandur I.
Ranpur yang dikategorikan sebagai Armoured Personel Carrier (APC) ini mulai diproduksi secara masal sejak tahun 2001. Perusahaan Excalibur Army kemudian melisensi kendaraan ini dari Steyr-Daimler dan memiliki peran untuk memasarkan ranpur tersebut ke bebebrapa wilayah, khususnya di Asia. Ranpur ini memiliki berat sekitar 14 ton dan mampu membawa 12 orang penumpan dan 2 operator kendaraan untuk varian APC.
Persenjataan konvensional ranpur ini adalah senapan mesin kaliber 12.7 mm dan 7.62 mm. Untuk varian IFV dapat dipersenjatai kanon otomatis dengan kaliber 20 mm atai 30 mm, sedangkan untuk varian FSV dapat dipersenjatai meriam hingga kaliber 105 mm.
BACA JUGA: Populer Diperingati di Turkmenistan, Berikut 3 Fakta Unik Buah Melon
Pandur Milik TNI Dipersenjatai Kanon Buatan Brazil
Kendaraan ini memiliki performa yang terbilang cukup baik. Pandur II memiliki kecepatan maksimal 105 km/jam di jalan raya dan sekitar 90 km/jam di medan off-road. Ranpur ini juga memiliki kemampuan amfibi dan dapat berenang di air dengan kecepatan sekitar 11 km/jam. Melansir dari situs indomiliter.com, ranpur Pandur II pesanan Indonesia akan ditingkatkan dari segi kemampuan amfibi dan penyesuaian untuk kontur wilayah tropis.
Selain itu, untuk varian IFV yang dipesan oleh Indonesia akan dipersenjatai dengan kanon otomatis UT30MK2 kaliber 30 mm buatan Brazil. Meriam ini disebut sebagai salah satu meriam tercanggih di dunia karena telah memiliki sistem fully integrated Battlefield Management System (BMS) dengan desain kubah modular.
Desain ini memungkinkan kubah turret dipasangi jenis senjata lainnya. Selain itu, meriam ini juga memiliki persenjataan sekunder seperti senapan mesin 7.62 mm dan pelontar granat. Bahkan, apabila diinginkan kubah ini juga dapat dipasangi peluncur misil anti-tank (ATGM) sehingga ranpur ini dapat menghadapi tank modern.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Australia Kandas, Sepak Bola Asia Kian Alami Keterpurukan di Piala Dunia!
-
Lolos ke Babak 16 Besar, Timnas Mesir Cetak Dua Sejarah Baru di Piala Dunia
-
Spanyol Akhiri Kutukan Fase Gugur Piala Dunia Sejak 2010, Siap Juara Lagi?
-
Dikalahkan Belgia 2-3, Senegal Tak Mampu Ulang Memori Piala Dunia 2002
-
Bawa Inggris ke Babak 16 Besar, Harry Kane Kejar Gol Messi dan Mbappe
Artikel Terkait
Ulasan
-
Fireworks of My Heart: Sajikan Keseharian dan Detail Pemadam Kebakaran
-
The Mummy Tomb of the Dragon Emperor: Plot Krusial, tapi Eksekusi Fatal
-
Review Film Enola Holmes: Pemberontakan Perempuan di Tengah Norma Sosial
-
Ulasan Cold Blooded Intern: Dilema Perempuan antara Karier dan Keluarga
-
Film Pendek Singsot, dari Mitos Menjadi Mimpi Buruk
Terkini
-
Bye Skin Barrier Rusak! 4 Pelembap untuk Kulit Kombinasi tanpa Menyumbat Pori
-
Piala Dunia Tingkatkan Bursa Transfer dan Nilai Pasar Pemain, Benarkah?
-
Tren 'Match My Freak': Saat Kesamaan Jadi Kriteria Hubungan Bagi Gen Z
-
Kisah Vozinha Tembok Cape Verde, Si Kiper yang Buat Lionel Messi Frustrasi
-
Ketika PTN Berubah: Dari Subsidi Negara ke Kemandirian Kampus