Lintang Siltya Utami | Ryan Farizzal
Salah satu adegan di film Enola Holmes (IMDb)
Ryan Farizzal

Film Enola Holmes merupakan adaptasi dari seri novel karya Nancy Springer yang mengangkat sosok adik perempuan Sherlock Holmes. Disutradarai oleh Harry Bradbeer dan dirilis pada 23 September 2020 secara eksklusif di Netflix, film ini berhasil menyegarkan genre misteri-petualangan dengan sentuhan feminis yang kuat dan energi muda yang menyegarkan. Dengan durasi sekitar 123 menit, Enola Holmes tidak hanya menghibur tetapi juga menyampaikan pesan tentang kemandirian, hak perempuan, dan penolakan terhadap norma sosial era Victoria yang menindas.

Kisah Keluarga Holmes yang Penuh Kejutan

Salah satu adegan di film Enola Holmes (IMDb)

Cerita berfokus pada Enola Holmes (diperankan luar biasa oleh Millie Bobby Brown), seorang gadis berusia 16 tahun yang dibesarkan secara mandiri oleh ibunya, Eudoria (Helena Bonham Carter). Pada hari ulang tahunnya yang ke-16, Enola mendapati ibunya menghilang secara misterius. Dua kakaknya, Sherlock Holmes (Henry Cavill) dan Mycroft Holmes (Sam Claflin), datang untuk mengurusnya.

Mycroft yang konservatif berencana mengirim Enola ke sekolah penamat untuk menjadi wanita sejati, sementara Sherlock lebih tertarik pada kasus ibu mereka. Menolak nasib tersebut, Enola melarikan diri ke London untuk mencari ibunya sendiri. Di perjalanan, ia bertemu dengan Lord Tewkesbury (Louis Partridge), seorang pemuda bangsawan yang melarikan diri, dan terlibat dalam konspirasi politik yang mengancam Reformasi Pemilu di Inggris.

Penampilan Millie Bobby Brown menjadi pondasi utama kesuksesan film. Ia membawakan karakter Enola dengan kecerdasan, keberanian, dan humor yang menawan. Brown kerap berbicara langsung ke kamera, menciptakan ikatan intim dengan penonton, seolah mengajak kita ikut serta dalam petualangannya.

Henry Cavill menghadirkan Sherlock yang karismatik namun agak dingin, sementara Sam Claflin sukses memerankan Mycroft sebagai figur otoriter yang kontras dengan semangat Enola. Helena Bonham Carter memberikan nuansa misterius dan penuh semangat sebagai Eudoria, ibu yang progresif. Chemistry antara Enola dan Tewkesbury juga menjadi salah satu daya tarik, menambahkan elemen romansa ringan yang manis tanpa mendominasi cerita utama.

Review Film Enola Holmes

Salah satu adegan di film Enola Holmes (IMDb)

Secara visual, film ini memukau dengan sinematografi yang kaya warna, kostum era Victoria yang detail, dan adegan aksi yang dinamis. Skor musik mendukung suasana petualangan dengan baik. Kekuatan utama Enola Holmes terletak pada tema pemberdayaan perempuan.

Film ini mengkritik norma patriarki melalui perjuangan Enola melawan ekspektasi masyarakat, sambil tetap menghormati warisan Sherlock Holmes. Meski demikian, sedikit kritikku tentang plot yang agak predictable dan elemen misteri tidak sekompleks cerita Sherlock klasik. Akan tetapi, sebagai film keluarga, ia berhasil menyeimbangkan antara ketegangan, humor, dan inspirasi.

Sebagai produksi orisinal Netflix, Enola Holmes telah tersedia untuk ditonton di Netflix Indonesia sejak tanggal rilis globalnya, yaitu 23 September 2020. Film ini tetap dapat diakses hingga saat ini buat kamu pelanggan Netflix. Tidak ada batasan wilayah khusus yang menghalangi akses di Indonesia, asalkan memiliki langganan aktif. Netflix Indonesia secara rutin menyediakan subtitle dan dubbing dalam bahasa Indonesia, sehingga lebih mudah dinikmati oleh penonton lokal.

Salah satu adegan paling dramatis adalah saat Enola menyadari konspirasi yang lebih besar di balik hilangnya ibunya dan ancaman terhadap Tewkesbury. Klimaks di gudang atau tempat persembunyian melibatkan perkelahian sengit, di mana Enola menggunakan kecerdasan dan keterampilan bela diri yang diajarkan ibunya untuk melawan musuh.

Ketegangan mencapai puncak ketika Enola menghadapi pilihan sulit antara menyelamatkan teman barunya atau mengungkap kebenaran tentang ibunya. Adegan ini penuh emosi, menampilkan determinasi Enola yang kuat di tengah rasa takut dan kesepian, disertai visual aksi yang intens dan musik yang mendebarkan.

Adegan paling berkesan secara pribadi adalah momen Enola dan Tewkesbury di ladang bunga atau saat mereka berinteraksi di kereta. Tewkesbury yang naif dan antusias dengan botani kontras dengan kepribadian Enola yang tegas, menciptakan chemistry yang lucu dan menyentuh. Adegan di mana Enola berpikir Tewkesbury terluka parah juga sangat emosional, hampir menuju momen romantis yang membuatku terharu.

Selain itu, adegan Enola melarikan diri dari kakak-kakaknya dengan menggunakan korset sebagai simbol pemberontakan terhadap norma sosial menjadi metafor kuat yang sulit dilupakan. Adegan-adegan ini tidak hanya menghibur tetapi juga memperkuat tema utama film tentang menemukan jati diri.

Jadi bisa kusimpulkan, Enola Holmes adalah film yang cerdas, menyenangkan, dan relevan. Selain sukses mencuri perhatian sebagai salah satu film orisinal Netflix yang paling banyak ditonton, tayangan ini menyajikan paket lengkap. Isinya tidak hanya memikat para pencinta misteri dan petualangan, tetapi juga menyuguhkan kisah inspiratif tentang perempuan muda

Film ini berhasil memperkenalkan Enola sebagai pahlawan baru yang setara dengan kakaknya yang legendaris, sekaligus membuka pintu bagi sekuel yang telah sukses. Bagi yang belum menonton, segera tonton di Netflix untuk merasakan kegembiraan menyelesaikan misteri bersama Enola. Rating pribadi: 7.5/10.