Pada tanggal 16 September kali ini kembali diperingati sebagai Hari Panda Merah Internasional atau International Red Panda Day. Melansir dari situs National Today, peringatan yang diinisiasi sejak tahun 2010 ini merupakan bentuk kampanye pelestarian spesies panda merah dari ancaman perburuan liar dan kepunahan.
Panda merah atau yang memiliki nama latin Ailurus fulgens menjadi salah satu spesies hewan yang paling terancam punah di dunia. Melansir dari data yang dirilis oleh IUCN, populasi panda merah di alam diperkirakan hanya berkisar 5.000-10.000 ekor saja.
Hal inilah yang mendorong terciptanya International Red Panda Day sebagai bentuk kampanye pelestarian satwa dengan wajah lucu ini. Berikut 3 fakta unik dari satwa panda merah yang menarik untuk diketahui.
1. Diidentifikasi Pada Awal Abad Ke-19
Panda merah diketahui teridentifikasi pada abad ke-19 masehi. Melansir dari buku “Red Panda: Biology and Conservation of the First Panda”, spesies panda merah baru diketaui pada tahun 1821 dan teridentifikasi pada tahun 1825.
Specimen ini ditemukan di pegununang utara di kawasan India. Orang pertama yang memberikan nama latin Ailurus fulgens adalah Frederic Cuvier yang juga didasarkan pada catatan seorang naturalis, Alfred Duvaucel.
2. Diketahui Tidak Hanya Memakan Bambu
Hewan yang dapat berusia hingga 10-15 tahun ini banyak ditemukan di beberapa daerah pegunungan di Nepal, India, Pakistan, Cina dan Bhutan dan Myanmaar dengan habitan di ketinggian antara 2.000-4.000 meter di atas permukaan laut.
Melansir dari artikel dengan judul “Red Panda ecology”, spesies panda merah diketahui merupakan hewan yang mengonsumsi jenis tanamamn bambu-bambuan seperti kerabatnya, yakni panda raksasa atau beruang panda.
Namun, panda merah tidak hanya mengonsumsi tanaman seperti bambu saja sebagai asupan nutrisi hariannya. Hewan ini diketahui juga memakan tanaman lainnya dan beberapa jenis buah-buahan. Bahkan, tidak jarang pula hewan ini juga mengonsumsi telur burung, serangga dan beberapa mamalia atau reptile berukuran kecil lainnya guna mendapatkan nutrisi tambahan dari sumber makanan tersebut.
3. Dipercaya Sebagai Hewan Dengan Banyak Manfaat
Spesies panda merah diburu tidak hanya sebagai hewan peliharaan semata. Melansir dari artikel berjudul “People and Red Pandas: the Red Panda's role in economy and culture”, panda merah dipercaya memiliki beragam khasiat bagi pengobatan tradisional. Dagingnya kerap kali dikonsumsi untuk pengobatan dan menambah stamina. Kuku dan tulangnya juga dipercaya dapat menjadi obat-obatan tertentu.
Selain itu, bulu dan kulitnya juga dipercaya dapat menjadi jimat keberuntungan dengan diolah menjadi penutup kepala atau pakaian. Hal inilah yang membuat perburuan terhadap satwa ini masih banyak dilakukan oleh para pemburu liar.
Nah, itulah beberapa fakta unik dan menarik dari panda merah. Semoga informasi ini bermanfaat bagi kita semua.
Baca Juga
-
Tanpa Matthew Baker dan Mierza? Bongkar Alasan Dua Pilar Utama Absen di Timnas U-19 Jelang AFF 2026!
-
Elkan Baggott Comeback, Peluang Duet Tiang Kembar Pertahanan di Timnas?
-
Disebut Diminati Klub Juventus, ke Mana Karier Emil Audero akan Berlanjut?
-
Gunakan Format Kompetisi, Indonesia Bakal Bertemu Bulgaria di FIFA Series?
-
Luke Vickery Sudah Komunikasi dengan PSSI, Segera Bela Timnas Indonesia?
Artikel Terkait
-
Panda Nababan Bocorkan 5 Pertanyaan Megawati yang Tak Bisa Dijawab SBY
-
5 Pertanyaan Megawati yang Tak Bisa Dijawab SBY, Dibocorkan Panda Nababan
-
Mobil Listrik Wuling Air ev Gunakan Livery Khusus Bertemakan Satwa
-
Panda Nababan Cap Budiman Sudjatmiko Pengkhianat: Omong Kosong Bakal Tetap di PDIP!
-
Diperingati sebagai Hari Orangutan Internasional, Berikut 3 Fakta Unik Satwa Satu Ini
Ulasan
-
Perebutan Kuasa Tertinggi Asia Pasifik, Membaca Kisah Bujang di Novel Pergi
-
Review Film Nuremberg: Duel Psikologis di Balik Pengadilan Sejarah Terbesar
-
Ramadan di Wisconsin
-
Film Komang: Angkat Kisah Cinta Penyanyi Raim Laode dan Toleransi Beragama
-
Menanam Mindset Baru, Setiap Luka Bisa Jadi Peluang di From Zero to Survive
Terkini
-
Lebaran Jalur Bugis: Lupakan Nastar, Mari Berenang di Lautan Gula Merah Bolu Peca
-
Harmoni dalam Perbedaan: Refleksi Nyepi dan Dinamika Idulfitri di Indonesia
-
Konspirasi Basa-Basi: Lebaran Itu Silaturahmi atau Ruang Interogasi?
-
Kuda Lumping Diplomasi: Misi Jakarta Merayu Pawang di Panggung Board of Peace
-
Tarian Darah dari Rawa