Gokil, konyol bin banyol menjadi ciri khas keistimewaan buku karya Netty Virgiantini ini. Kelucuan yang diciptakan Netty dalam tiap lembar pada buku ini seolah bahan pokok yang merata. Deskripsi, narasi, diksi dan dialog, semuanya konyol.
Identitas Buku
Judul: The Kolor of My Life
Penulis: Netty Virgiantini
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
Cetakan: I, Desember 2008
Tebal: 216 halaman
ISBN: 978-979-22-4221-8
Sinopsis Buku
Untuk mengantisipasi munculnya berbagai macam penafsiran kata "kolor" yang berpotensi menimbulkan pro kontra dan berimbas pada terganggunya ketenangan dan ketertiban masyarakat, penulis mengimbau kepada pembaca budiman sebangsa setanah air untuk menguatkan niat, bulatkan tekad, dan satukan hati untuk sama-sama mengartikan kata "kolor" dalam novel gokil ini sebagai: celana kain bertali, yang dipadukan dengan kaus oblong dan biasa dipakai saat santai sehari-hari di rumah.
Sebagai pemakai kolor yang sudah cukup senior, mau bilang: jadikanlah kolor sebagai bagian dari gaya hidup kita. Dijamin praktis.
Ulasan Buku
The Kolor of My Life merupakan judul buku pemenang I dalam Lomba Cerita Konyol Remaja Tahun 2008. Menjadi pemenang I dalam lomba cerita konyol, buku ini memang sangat layak. Dari awal hingga akhir, tidak sepi dari kekonyolan.
Dalam profil penulis yang tertera di lembar akhir buku ini, Netty memang punya hobi tertawa dan selalu ingin mengajak orang lain tertawa bersama.
Selain itu, wanita kelahiran Magetan, 7 September 1970 ini punya kegemaran membaca buku dari spesies omnivora alias pembaca segala buku, termasuk membaca undangan hajatan tetangga sebagai bahan bacaan ringan.
Bagian pertama berjudul Makhluk Halus Penghuni Genteng Rumah Simbah, membuka perjuangan Neyra dalam mengangkat kolornya dari jemuran ketika hujan turun. Neyra bergegas menuju tempat jemuran di lantai dua hendak mengangkat celana kolor pendek bermotif batik kawung.
Begitu kolor itu tergenggam tangannya, tiba-tiba angin kencang bertiup dan menerbangkan kolor dari tangan Neyra. Saat Neyra berusaha memungut kolor yang jatuh di lantai itu, seketika angin berembus kencang dan menerbangkan kolor yang sudah nyaris tergenggam di tangannya.
Dengan gerakan slow motion kolor kesayangan Neyra tersebut terbang hingga menghinggap di genteng Simbah. Neyra lalu menangis menerima kejadian itu. Tangisannya didengar oleh ibu Neyra. Ibu Neyra menduga anaknya telah disambar petir.
Kemudian ia berteriak minta tolong. Datanglah Simbah dengan membawa air dalam botol dan mengira Neyra sedang kerasukan makhluk halus penghuni jemuran.
Pendek kata, membaca novel konyol ini, sejenak pikiran kita jadi refresh dan mampu melupakan aktivitas yang melelahkan. Selamat membaca!
Baca Juga
-
Temukan Potensi Diri dan Kekuatan Pikiran dalam Buku Mind Power Skills
-
Ulasan Buku Memaknai Jihad, Mengenal Pemikiran Prof. Dr. KH. Quraish Shihab
-
Cinta Datang dari Ranum Buah Mangga dalam Buku Kata-Kata Senyap
-
Proses Perubahan Ulat Menjadi Kupu-Kupu dalam Buku Metamorfosis Sempurna
-
Kritik Tajam tapi Santai dalam Buku Kumpulan Cerpen Jreng Karya Putu Wijaya
Artikel Terkait
-
3 Rekomendasi Novel Penulis Indonesia tentang Pendakian Gunung, Sudah Baca?
-
Bikin Hati Adem, Ini 3 Novel Jepang Berlatar Toko Buku dan Perpustakaan
-
Review Novel 'TwinWar': Pertarungan Harga Diri di Balik Wajah yang Sama
-
Novel The Good Part: Makna Perjuangan yang Menjadikan Hidup Lebih Sempurna
-
Review Novel 'Kerumunan Terakhir': Viral di Medsos, Sepi di Dunia Nyata
Ulasan
-
Review Film Exorcism Chronicles - The Beginning: Visual Ajaib tapi Cerita Kacau?
-
Review Anime Yuru Camp, Menjelajahi Keindahan Alam Jepang
-
Review Pulse: Series Medis Netflix yang Tegang, Seksi, dan Penuh Letupan
-
Tuhan Selalu Ada Bersama Kita dalam Buku "You Are Not Alone"
-
3 Rekomendasi Novel Penulis Indonesia tentang Pendakian Gunung, Sudah Baca?
Terkini
-
Pengabdi Setan Origins: Batara, Darminah, dan Asal Mula Teror
-
Timnas Indonesia Disokong Mentalitas 'Anti Banting', Siap Jaya di Piala Asia U-17?
-
Menang 0-1 Atas Korea Selatan, Jadi Modal Penting Bagi Timnas Indonesia U-17
-
Bangkit dari Kematian, 4 Karakter Anime Ini Jadi Sosok yang Tak Tertandingi
-
Women in STEM, Mengapa Tidak?