Banyak cara yang bisa kita gunakan untuk mendapatkan tambahan penghasilan. Salah satunya ialah dengan menekuni profesi sebagai penulis. Baik penulis lepas di berbagai media massa, maupun penulis buku-buku beragam genre.
Ada begitu banyak keuntungan yang bisa kita peroleh dari menjadi seorang penulis, selain uang yang masuk ke dalam nomor rekening kita. Misalnya, nama kita menjadi lebih dikenal oleh masyarakat luas, pikiran dan perasaan kita menjadi lebih lega karena kita bisa mengungkapkan semua yang kita pikirkan dan rasakan lewat karya tulis.
Dalam buku “Meraih Passive Income dari Menulis” karya Ahmad Bahar dibeberkan beberapa manfaat jika mau menekuni profesi sebagai penulis. Berikut penjelasan ringkasnya:
Pertama, bisa dijadikan kegiatan sambilan. Bagi mereka yang belum yakin benar bahwa kegiatan menulis mampu memberi penghasilan, jadikan kegiatan menulis ini sebagai kegiatan sampingan. Artinya, kegiatan menulis buku bukanlah kegiatan utama. Bisa saja seseorang memiliki jabatan tertentu atau profesi sebagai dosen, karyawan, atau pengusaha sekalipun, namun tetap menjalankan aktivitas menulis di sela-sela kegiatan utamanya.
Kedua, bisa memperoleh tambahan penghasilan. Profesi penulis bisa memberi tambahan penghasilan. Yakni sebuah penghasilan di luar penghasilan utamanya. Semisal, seseorang menjadi dokter kandungan. Dari pengetahuan dan pengalamannya sebagai dokter kandungan kemudian ia tulis. Apabila karya tersebut laku di pasaran, maka ia langsung mendapatkan penghasilan tambahan berupa royalti dari buku yang diterbitakannya.
BACA JUGA: Berkemah Seru di Pulau Merak Kecil, Petualangan Murah Meriah Dekat Jakarta
Ketiga, bisa memperoleh popularitas. Sebagai seorang penulis buku, mau tidak mau namanya akan terpajang di toko buku dan di media lain. Efek lain yang mungkin diterima adalah dikenalnya nama penulis oleh publik.
Keempat, tidak memerlukan modal besar. Untuk menjadi seorang penulis tidak perlu memiliki modal besar. Bahkan tidak harus berasal dari kalangan yang berpendidikan tinggi, semisal mesti lulusan sarjana, pascasarjana atau pendidikan formal lainnya. Modal utama seorang penulis adalah tekad dan kemauan.
Sarana dan prasarana juga tidak terlalu menjadi pertimbangan mendasar untuk menjadi seorang penulis. Cukuplah dengan sarana komputer (kalau sekarang laptop atau notebook) sudah bisa dijadikan modal dasar untuk mengembangkan kemampuan menulis.
Jangan lupa, sebagai (calon) penulis, jangan pernah malas untuk membaca. Bila kita ingin menjadi seorang penulis, berusahalah untuk rajin membaca beragam buku, termasuk beragam info atau berita yang tengah viral di berbagai media online atau media sosial.
Menurut saya, buku karya Ahmad Bahar (terbitan Pena Multi Media, 2008) ini layak dijadikan sebagai salah satu bacaan yang akan memotivasi Anda yang ingin menekuni dunia kepenulisan. Meski di dalam buku ini masih dijumpai kesalahan penulisan, tetapi tak terlalu mengurangi isi buku ini. Semoga ulasan ini bermanfaat.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Bedah Buku 'Sebilah Lidah': Ketika Puisi Menelanjangi Sisi Gelap Manusia Modern
-
Lika-liku Menjadi Tukang Ojek Online: Catatan Harian Bang Ojol
-
Unpopular Opinion: Kita Butuh Cancel Culture yang Lebih Kejam untuk Figur Publik Bermasalah
-
Self Reward sebagai Bentuk Perayaan atau Pemborosan?
-
Fenomena 'Beli Teman' dan Jasa Teman Jalan: Solusi Kesepian atau Modus Terselubung?
Artikel Terkait
Ulasan
-
Ulasan Cerpen Lotre dalam Buku Lotre dan Cerita-Cerita Lainnya
-
Review Laut Bercerita: Ketika Luka Sejarah Menolak Tenggelam dalam Ingatan
-
Review Film The Doll Ghawiah: Misteri Boneka Berdarah Paling Menakutkan!
-
Review Buku The Hate U Give: Suara Saksi Seseorang yang Tak Mau Diam
-
Ulasan Novel Loversation: Belajar Menerima Diri dan Berdamai dengan Masa Lalu
Terkini
-
Rayakan 20 Tahun The Black Parade, MCR Rilis Film Pendek Prelude to The End
-
Fenomena Tren Hopping: Ambisi Kekinian yang Merusak Identitas Diri
-
Tak Hanya Menyembuhkan, 5 Dokter ini juga Bagikan Inspirasi Lewat Tulisan
-
Cheongdam International High School Tayang 2027, Ini Daftar Pemain Utamanya
-
Melalui Piano dan Gamelan, Iqbal Sidiq Perkenalkan Kekayaan Musik Nusantara di Istanbul