Kasih sayang termasuk hal yang diajarkan dalam agama Islam. Berbuat baik dan saling menyayangi satu sama lain, merupakan hal yang semestinya kita lakukan. Jangan sampai kita hidup di dunia ini malah saling bermusuhan dan saling membenci.
Alangkah indahnya hidup ini bila antara manusia yang satu dengan manusia lainnya memiliki hubungan yang harmonis. Tanpa pernah ada keinginan atau memiliki niat untuk merasa diri lebih unggul atau merasa diri lebih baik dari orang lain.
Perihal pentingnya memiliki rasa kasih sayang dan kepedulian tinggi terhadap sesama, kita harus berguru dan meneladani perilaku mulia Nabi Muhammad Saw. yang telah datang membawa Islam sebagai agama yang penuh dengan kasih sayang.
Dalam buku “Siapa Tak Sayang, Takkan Disayang” dijelaskan perangai Nabi Muhammad Saw. yang begitu memuliakan para manusia dari beragam latar belakang yang berbeda. Terhadap anak-anak misalnya, beliau sangat penyayang.
Rasulullah Saw. adalah sosok yang benar-benar peduli terhadap kebutuhan anak, termasuk pendidikan. Selain itu, faktor psikologis anak juga salah satu hal terpenting yang harus diperhatikan. Misalnya, seorang ayah tidak bertindak sesuatu yang dapat mengundang kecemburuan anak lainnya, tidak menonjolkan persaingan di antara mereka, atau menganakemaskan salah satunya (hlm. 41).
Terhadap orang-orang yang sudah berusia lanjut, Rasulullah Saw. juga sangat penyayang dan berusaha melindungi mereka. Dalam buku ini diungkap bahwa Rasulullah amat memperhatikan kelemahan kaum tua renta. Perhatian itu jelas terlihat, baik dalam tindakan maupun tutur katanya. Dalam salah satu hadisnya, beliau menyatakan:
“Di antara keagungan Allah adalah memuliakan orang muslim yang telah beruban, penghafal Al-Quran yang tidak menentukan harga, dan penguasa yang adil”.
Rasulullah Saw. adalah makhluk Allah paling baik. Perjalanan hidupnya begitu mencengangkan siapa pun yang mendengar, membaca, dan mengikutinya. Penghormatan, penghargaan, dan kelembutannya kepada orang-orang renta hampir tidak kita temukan dalam perjalanan hidup orang agung atau pemimpin lainnya (hlm. 67).
Sikap penyayang yang dimiliki oleh Rasulullah Saw. terhadap semua makhluk-Nya yang dibahas dalam buku karya Raghib al-Sirjani (Zaman, 2021) ini sangat tepat dijadikan sebagai bahan renungan bagi kita semua. Dengan mengetahui perilaku mulia beliau, diharapkan kita akan termotivasi untuk meneladaninya.
Baca Juga
-
Dari Batagor Bang Agus Hingga Pindang Bandeng: Menelusuri Ragam Kuliner di Jakarta
-
Review Buku Fobia Cewek: Kumpulan Kisah Lucu dari Pesantren hingga Jadi Penulis
-
Cinta Itu Fitrah, Tapi Sudahkah Kamu Menaruhnya di Tempat yang Tepat?
-
Berhenti Takut Merasa Sepi! Ini Rahasia Mengubah Kesendirian Menjadi Penyembuhan Diri
-
Menyorot Tradisi Membaca Buku di Negara Jepang di Buku Aneh Tapi Nyata
Artikel Terkait
-
Ogah Pacaran dan Mau Taaruf? Begini Lho Tata Caranya Menurut Syariat Islam
-
Siapa Islam Makhachev? Benarkan The Next Khabib Nurmagomedov?
-
Hati-Hati Orang Ketiga! Ini 7 Tanda Seseorang Berusaha Merebut Pasangan Anda
-
Viral Curhatan Orangtua Anak Gak Lagi Sayang Setelah Nikah, Ini Kata Mamah Dedeh
-
Ketegasan Pramono Anung Libas Rumor Jokowi-Megawati Tak Akur
Ulasan
-
Review Voicemails for Isabelle: Sebuah Arti Ketulusan Cinta yang Sejati
-
Ulasan Novel Tuan Besar Gatsby: Saat Kekayaan Tak Mampu Membeli Cinta
-
Leave No One Behind Membawa Napas Baru Lewat Aksi Bertema Perdagangan Orang
-
Samakdo: Film Horor Korea Selatan Terbaik dengan Misteri Sekte yang Sesat!
-
Stalactite & Stalagmite: Kisah Dua Batu Menyaksikan Kepunahan Dinosaurus, Berakhir Mengharukan
Terkini
-
Ketimpangan Relasi Kerja: Mengapa Loyalitas Hanya Berlaku Satu Arah?
-
The Boy in the Striped Pajamas: Kisah Persahabatan Anak-anak di Tengah Kelamnya Perang Dunia II
-
Juminten Edan Nantang Rumus Lama Horor Indonesia yang Bergantung pada Gore
-
Ketika Tumpukan Kardus Paket Menjadi Jejak Perilaku Konsumsi Gen Z
-
Rekor Shin Tae-yong Jadi Hantu, John Herdman Dituntut Buktikan Kualitas di ASEAN Cup