Suka manhwa yang banyak adegan baku hantamnya tapi berisi dan tidak monoton? Mungkin kamu harus baca Study Group!
Study Group adalah salah satu manhwa aksi paling recommended karya dari Hyungwuk Shin dan diilustrasikan oleh Seungyeon Ryu.
Dirilis pada tahun 2019, Study Group benar-benar berhasil menjaring penikmat manhwa dari berbagai kalangan, hingga kini sudah diadaptasi menjadi drama lho!
Well, adik saya saja yang notabene seorang cewek penyuka genre rofan sampai banting setir.
Kenapa lagi kalau bukan karena terjerat pesona Gamin Yoon, main character Study Group, yang membengkokkan stereotip karakter cowok berkacamata?
Ckckck.
Andai tidak baca manhwanya, saya sendiri mungkin akan ditipu oleh penampilan MC kita ini.
Gayanya saja sudah seperti anak teladan, tapi pada kenyataannya, Gamin Yoon tidak lebih dari seorang otak udang dalam hal akademik.
Namun, jangan salah, semangat belajarnya mungkin ngalah-ngalahin bucinnya kalian ke doi, guys!
Di episode pertama, selain Gamin Yoon, Hyungwuk Shin juga menyorot para pelajar berdarah panas di SMK Teknik Yusong, yang alih-alih belajar seperti Gamin, malah lebih memilih berkelahi dengan satu sama lain.
Dikutip dari manhwa Study Group langsung, SMK Teknik Yusong bahkan punya sebutan atau reputasi sebagai “sekolah para bakat kriminal”.
Wah, benar-benar, deh. Karena kemampuan otaknya yang pas-pasan bahkan nyerempet sangat bodoh itu, Gamin Yoon sampai rela datang ke sana dengan kakinya sendiri demi mendapat kesempatan untuk Penyaringan Khusus SMK.
Tujuan Gamin Yoon hanya satu: masuk universitas!
Dia hanya perlu bertahan selama 3 tahun, melebur di antara para berandalan, seperti ada dan tiada.
Namun, pertemuannya dengan Hankyung Lee, seorang guru sementara di SMK Teknik Yusong yang dulu pernah menjadi tutornya sewaktu SMP, justru menjadi titik awal dari keseruan Study Group.
Gamin Yoon tidak bisa menutup mata saat Hankyung Lee, guru muda yang hangat dan cemerlang di ingatannya itu, dirundung oleh para karnivora SMK Teknik Yusong.
Di sini, terungkaplah, bahwa seorang Gamin Yoon yang tampak “culun” ternyata sangat jago berkelahi.
Salah satu seni bela diri yang dikuasainya adalah Jeet Kune Do dari Bruce Lee.
Art manhwa ini beneran cocok dengan genre action, guys. Setiap adegan aksinya digambar dengan epik sampai andrenalin saya terpacu.
Saya paling suka adegan di saat Gamin Yoon mengamuk karena buku rangkuman matematika dasar yang dipinjamkan Sehyun Kim, temannya, dibakar oleh Jaehwang Chu—anak salah satu komandan White Lead.
Mereka berkelahi di kelas dan dikelilingi api.
Selain keren karena diwarnai banyak aksi, Study Group juga termasuk manhwa yang heartwarming.
Dari sudut pandang saya, Hyungwuk Shin seolah-olah ingin menyampaikan, bahwa di tempat yang seperti neraka sekalipun, ada anak-anak dengan semangat belajar tinggi yang rela berjuang mati-matian demi masa depan mereka.
Seperti judulnya, di manhwa ini, Gamin Yoon akan membentuk sebuah study group yang pernah dia impi-impikan.
Nah, dari situlah, bersama Hankyung Lee dan teman-teman sekaligus anggota study group-nya, Gamin Yoon akan menghadapi tantangan demi tantangan.
Tidak hanya dari SMK Teknik Yusong dan sekolah lain, tapi juga dari White Lead—kelompok para “preman elite” atau mafia yang menguasai dunia bawah.
Haha. Saya mau speechless rasanya. Gamin Yoon hanya ingin masuk universitas, tapi kok kelihatan sulit sekali?
Namun, itulah daya tarik dari Study Group yang patut diacungi jempol. Konsep uniknya membuat para penikmat manhwa terhibur dan berdebar-debar.
Bagi kamu yang penasaran, bisa langsung baca Study Group di Webtoon Indonesia. Dan kalau selera kita sama, kamu dijamin tidak kecewa. Sudah banyak episodenya, lho!
Baca Juga
-
Meningkatnya Angka Perceraian di Bojonegoro akibat Judi Online
-
6 Buku Spesial, Pilihan Terbaik untuk Hadiah Natal!
-
4 Rekomendasi Manhwa School Romance, Awas Senyum-Senyum Sendiri!
-
5 Kebaikan Cowok yang Sering Disalahartikan, Pernah Mengalaminya?
-
Bukan Main Perintah! Ini 5 Kualitas yang Harus Dimiliki Seorang Pemimpin
Artikel Terkait
-
Ulasan Manhwa Kill the Hero: Membalas Dendam pada Para Pengkhianat
-
Review Webtoon Sweet Home, Bertahan Hidup dari Monster yang Menakutkan
-
Ulasan Manhwa The Legendary Beast Animal Hospital: Pelanggan Misterius?
-
Review Webtoon 'UnOrdinary', Atasi Pelaku Bullying dengan Kekuatan Super
-
The Evil Princess Dreams of a Gingerbread House: Reinkarnasi Jadi Putri?
Ulasan
-
Ulasan Novel Di Balik Jendela, Ketegangan dalam Rumah yang Terkepung
-
Long Lost: Ketika Masa Lalu Menolak untuk Selesai
-
Di Ambang Senja Majapahit: Membaca Sabda Palon 4 karya Damar Shashangka
-
Novel Ziarah, Sebuah Perenungan tentang Hidup dan Kematian
-
Satu Tiket, Sejuta Rasa: Kisah Nonton Film di Bioskop XXI Transmart Jember
Terkini
-
Kenapa Banyak Orang Bertahan di Pekerjaan yang Tidak Disukai?
-
Sinopsis Sheep in the Box, Film Fiksi Ilmiah Jepang Dibintangi Haruka Ayase
-
K-Pop Mulai Tergeser? Musik Lokal Jadi Raja Baru di Asia Tenggara
-
Rupiah Tembus Rp17.391, Sinyal Bahaya atau Puncak Krisis bagi UMKM?
-
Overthinking di Era Informasi Digital: Semua Mendesak, Gamang Prioritas?