Honda memiliki sejarah panjang di dunia sepeda motor. Berbagai model dan bentuk motor sudah diluncurkan. Tidak sedikit juga yang bentuknya unik, seperti Honda Monkey 125. Mulanya Honda Monkey pertama kali muncul sebagai mainan anak-anak di taman hiburan Tokyo pada tahun 1961 sebelum disahkan di jalan raya dan diekspor ke Eropa pada tahun 1963.
Mengenai harga, di Indonesia Honda Monkey 2023 ini dibanderol mulai dari Rp 82,9 juta. Harga ini sepadan dengan harga satu unit mobil bekas. Honda Monkey tersedia dalam 3 pilihan warna dan 1 varian di Indonesia, yaitu silver dipadu dengan warna kuning.
BACA JUGA: Review Motor Listrik Yadea T9, Pilihan Motor Listrik dengan Harga Murah Banget
"Inilah (Honda Monkey) yang dibilang kecil-kecil si cabe rawit. Jadi, meskipun kecil tapi harganya cukup mahal. Honda Monkey ini didatangkan secara utuh atau CBU (Completely Built Up) dari Thailand, kemudian dipasarkan di Indonesia. Untuk harganya, Honda Monkey 125 ini dijual dengan harga Rp 82,9 juta," tutur pengulas Honda Monkey 125 cc seperti dikutip dari tayangan YouTube Pakgetmedia pada beberapa hari yang lalu.
Varian Honda Monkey 125 yang tersedia hanya satu, yaitu yang standard. Mengenai mesin, Monkey ditenagai oleh pendingin udara PGM-FI 125 cc 1 cylinder mesin yang menghasilkan tenaga 9.25 hp pada 7000 rpm dan Torsi 11 Nm pada 5250 rpm. Monkey memilik ketinggian kursi 776 mm. Ukuran ban belakang 130/80 R12.
Desainnya sangat khas dan terus dipertahankan oleh Honda. Motor ini memiliki panjang 1.710 mm, lebar 755 mm, dan tinggi 1.029 mm. Tinggi tempat duduknya hanya 776 mm dan jarak terendah ke tanah 160 mm. Dengan dimensi yang terbilang mini itu, bobot keseluruhan Honda Monkey 125 hanya 107 kg.
BACA JUGA: Interstellar: Antara Spiritualitas dan Eksplorasi Alam
Sementara fitur pendukung sasis, suspensi & rem meliputi telescopic fork suspensi depan, twin shock suspensi belakang, disc rem depan, disc rem belakang, tidak side wings, tulang belakang tipe rangka motor, baja material rangka dan single seat tipe jok.
Fitur di konsol meliputi digital panel instrumen, digital indikator BBM, tidak tachometer, tripmeter, tidak navigator, layar display, digital speedometer dan tidak indikator standar samping.
Sedangkan motor pesaing Honda Monkey 125 adalah Honda CB150R Streetfire, TVS Max 125, TVS Max 125 Semi Trail, Kawasaki KSR Pro dan Yamaha Vixion R.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
4 Rekomendasi HP Badak untuk Anak: Perangkat Tangguh Tahan Banting, Harga Mulai Rp 1 Jutaan
-
Huawei MatePad 11.5 Resmi Meluncur di Indonesia, Tablet dengan Baterai 10.100 mAh dan Empat Speaker
-
Rilis di Tiongkok, Vivo Y500i Ditenagai Baterai 7200 mAh dan Isi Cepat 44W
-
Realme P4 Power Siap Meluncur 29 Januari di India, HP Baru Bawa Baterai Setara Power Bank
-
Oppo A6 5G Meluncur di Indonesia: Baterai 7000 mAh Pengisian Daya Cepat SUPERVOOC 45W
Artikel Terkait
-
Review Motor Listrik Yadea T9, Pilihan Motor Listrik dengan Harga Murah Banget
-
Menhub: Baru 29 Bengkel Motor Listrik Tersedia di Indonesia
-
Mengupas 5 Fakta Unik Honda Giorno: Harga dan Spesifikasi Bikin Penasaran, Desain Klasiknya Ciamik
-
Mengintip Motor Mungil bin Unik Tunggangan Ariel: Harganya Setara Avanza, Begini Speknya
-
Tiga Unit Bisnis Astra Financial Raih Anugerah APPI untuk Performa Terbaik, Salah Satunya FIFGROUP
Ulasan
-
Novel 14 Days Isabella: Seni Mencintai Diri di Tengah Keluarga yang Retak
-
Kejujuran yang Diadili: Membaca Absurditas dalam 'Orang Asing' karya Albert Camus
-
Review Never Back Down (2008): Film dengan Latar Belakang Seni Bela Diri Campuran!
-
Kejamnya Label Sosial Tanpa Pandang Umur di Novel 'Dia yang Haram'
-
Tanah Gersang: Kritik Tajam Mochtar Lubis Tentang Moral di Ibukota
Terkini
-
Ubed Juara Thailand Masters 2026, Taklukkan Tuan Rumah Lewat Laga Dramatis
-
Zaskia Sungkar Bagikan Perkembangan Kehamilan usai Masuki Trimester Tiga
-
Bencana Medis dari Piring Makan Yudis
-
4 Rekomendasi HP Badak untuk Anak: Perangkat Tangguh Tahan Banting, Harga Mulai Rp 1 Jutaan
-
Meskipun Meredup, Penggemar Liga Indonesia Harus Berterima Kasih ke Rafael Struick! Kok Bisa?