From Up on Poppy Hill adalah film animasi asal Jepang yang dirilis pada tahun 2011. Alur kisah diangkat dari sebuah seri manga tahun 1980 berjudul serupa hasil karya Chizuru Takahashi dan Tetsuro Sayama.
From Up on Poppy Hill mengambil latar di Yokohama pada tahun 1963. Awal kisah dimulai dari seorang gadis berumur 16 tahun, Umi Matsuzaki atau akrab disapa Meru, yang tinggal di sebuah bukit dekat pelabuhan.
Meru memiliki kebiasaan unik yaitu mengibarkan bendera setiap pagi hari. Bendera yang dikibarkan Meru mempunyai makna khusus yang berbunyi, "Saya berdoa untuk perjalanan yang aman".
Kebiasaan itu merupakan tanda rindu dan kasih sayang Meru terhadap sang ayah, Yuichiro Sawamura, yang gugur saat Perang Korea.
Suatu hari, sekolah Meru terjadi sebuah kekacauan, sang kepala sekolah hendak merobohkan gedung perkumpulan siswa, Latin Quarter. Namun, ketua klub koran sekolah, Shun Kazama, bersama murid lain menolak rencana tersebut.
Meru membantu Shun untuk dapat mempertahankan gedung tersebut. Akibat kedekatannya, Meru mulai merasa kagum dan jatuh cinta pada Shun yang mengantarkannya pada kejadian-kejadian tak terduga.
Selain berkisah tentang perjalanan cinta dua remaja, film ini turut memperlihatkan kondisi Jepang yang berusaha bangkit kembali setelah melalui masa peperangan akibat Perang Dunia II dan Perang Korea.
Situasi yang digambarkan berpadu dengan hiruk pikuk kehidupan masyarakat Jepang pada masa itu tanpa berusaha menghilangkan unsur kebudayaan mereka yang kuat.
Warna yang digunakan sepanjang film cenderung hangat dan menambah kesan menyenangkan bagi siapa pun yang menonton. Berkat gambaran visual yang apik, film ini berjalan manis dan sangat sentimental.
Selain itu, karakter kedua tokoh utama juga terbentuk sempurna dan tak dilebih-lebihkan. Baik Meru dan Shun merupakan remaja yang mengalami banyak transisi kehidupan sejak peperangan yang terjadi di Jepang.
Dengan latar belakang tersebut, membuat keduanya memiliki nasib serupa yang semakin memperlihatkan kecocokan antara keduanya.
Meru merupakan gadis muda yang penuh tanggung jawab dan masih menghormati nilai-nilai kesopanan seperti yang biasa dilakukan gadis pada generasi 1960-an di Jepang.
Shun juga merupakan remaja yang sempurna. Ia menjadi seorang revolusioner yang berani menentang pemikiran kolot ketika kepala sekolah ingin menghancurkan gedung klub milik para murid.
Overall, From Up on Poppy Hill berhasil menyajikan kisah cinta dua remaja di era pasca peperangan yang sederhana tetapi mengesankan dan mampu memikat hati para penonton.
Baca Juga
-
Rose BLACKPINK hingga Justin Bieber Siap Tampil di Grammy Awards 2026
-
Hamnet, Film Nominasi Oscar 2026 Resmi Tayang di Indonesia Mulai Februari
-
Sinopsis Mercy, Film Thriller yang Mengungkap AI Jadi Hakim Keadilan
-
Trump Pilih Absen Super Bowl 2026 Imbas Ada Bad Bunny dan Green Day
-
Rilis Trailer Euphoria 3, Sydney Sweeney Berperan Jadi Bintang OnlyFans
Artikel Terkait
-
Gyeongseong Creature, Drama Thriller Perdana Park Seo Joon dan Han Soo Hee
-
Review Film Kiki's Delivery Service, Kisah Penyihir Muda di Kota Asing
-
Review Film Balada Sepasang Kekasih Gila, Sudah Tayang di Netflix 7 Desember 2023
-
Review Serial Love 101, Kisah Remaja Nakal yang Hampir Dikeluarkan Sekolah
-
Review Miniseri Bodies, Misteri Penemuan Satu Mayat di 4 Waktu Berbeda
Ulasan
-
Review Novel O Eka Kurniawan: Satir Pedas Tentang Monyet Berambisi Jadi Manusia
-
5 Centimeters Per Second Live-Action: Kisah Penerimaan atas Kehilangan
-
Review Film The Plague: Metafor Kecemasan Sosial yang Menyeramkan!
-
Membedah Makna Damai di Buku Seneca Filsafat Hidup Bahagia
-
Ulasan Novel The Devil Who Tamed Her: Intrik Cinta di Kalangan Bangsawan
Terkini
-
Tak Perlu Foundation! 4 Tinted Sunscreen Lokal SPF 50 Ini Bikin Wajah Cerah
-
Rose BLACKPINK hingga Justin Bieber Siap Tampil di Grammy Awards 2026
-
4 Ide Mix and Match Celana Jeans ala Lisa BLACKPINK yang Wajib Kamu Contek!
-
Tergerusnya Otoritas Guru dan Kekerasan yang Mengintai Sekolah
-
Pemeran Sophie Bridgerton Season 4 Ungkap Dirinya Cucu Aktris Ternama Korea