"Hitmen" merupakan film laga komedi Indonesia, yang disutradarai oleh Anggy Umbara. Film ini tayang streaming di Prime Video, sejak 27 April 2023. Dibintangi oleh Vino G. Bastian sebagai Jonny, Abdur Arsyad sebagai Franky, dan Anggika Bolsterli sebagai Sarah.
Vino G. Bastian memerankan karakter Jonny, seorang pembunuh bayaran ulung yang berniat untuk pensiun dari dunia gelapnya. Namun, pensiun Jonny nggak semudah yang diharapkan karena dia terlibat dalam misi terakhir yang penuh tantangan. Abdurrahim Arsyad, Brisia Jodie, Anggika Bolsterli, dan para pemeran lainnya menambah kekayaan cerita dengan penampilan mereka.
Ulasan:
Baru-baru ini, aku menyelesaikan nonton film "Hitmen," yang sudah tayang sekian bulan. Sejujurnya, akting Vino G. Bastian, yang sebelumnya memukau dalam berbagai peran termasuk dalam "Hamka & Siti Raham Vol. 2", bikin aku cukup betah menontonnya. Sejauh ini, Vino G. Bastian memang selalu berhasil membawa karakter-karakternya dengan keberagaman yang mengesankan.
Film ini memiliki beberapa aspek positif, kok. Beberapa dialog cukup menyentil, sehingga membuat aku senyum-senyum. Selain itu, adegan-adegan aksi dan elemen gore yang dipersembahkan dalam film ini, dengan rating 17+, masih bisa dikatakan memuaskan.
Namun, saat aku merenung lebih dalam, rasa-rasanya alur film ini terasa agak lempeng dan nggak terlalu memerlukan pemikiran yang mendalam. Kelemahan utama yang aku rasakan mungkin terletak pada tema yang agak klise. Meskipun tema tersebut mungkin berhasil diolah dengan beberapa sentuhan modern, rasanya masih terasa usang.
Satu hal yang mencolok lagi: komedinya terasa kadaluarsa, dalam artian, komedinya udah pasaran dan nggak ‘baru-baru amat’. Humor yang terlalu jadul dan klise, itu bikin penonton jengah. Terlepas ini bergenre aksi komedi, tapi aku lebih merasakan unsur drama pada film ini. Namun, sayangnya, aku nggak sampai merasakan dampak emosional yang diharapkan dari momen dramatis yang disuguhkan. Iya, walaupun ada upaya untuk menyisipkan elemen dramatis, tetapi aku merasa kurang terhubung secara emosional dengan karakter-karakternya, sehingga yang seharusnya bikin aku sedih, justru nggak.
Maka, setelah berbagai pertimbangan, aku memberikan skor 5/10 untuk "Hitmen." Film ini memiliki kelebihan dalam aksi dan elemen gore, serta akting yang kuat dari Vino G. Bastian. Namun, tema yang cenderung klise, komedi yang kurang segar, dan kurangnya ketegangan emosional membuatnya kurang memikat. Pada dasarnya ini masalah selera, jadi buat kamu yang baru tahu film ini dan ingin nonton, buruan ditonton!
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS.
Baca Juga
-
Review Laut Bercerita: Ketika Luka Sejarah Menolak Tenggelam dalam Ingatan
-
Review Lingsir Wengi: Tembang Jawa, Mitos, dan Teror di Motel Tua Malioboro
-
Review Pirunduk: Budaya Banjar Jangan Cuma Jadi Hiasan Horor Lokal di Layar
-
Review Film Siti Si Vampir: Satir Kelas Sosial yang Kurang Menggigit?
-
Review Paralyzed by Hope: The Maria Bamford Story, Tawa dan Luka Mental
Artikel Terkait
-
3 Rekomendasi Film yang Bisa Bikin Kamu Merasa Patah Hati Berhari-hari
-
Daftar Negara Paling Banyak Buka Situs Pornhub Selama 2023, Ada Indonesia?
-
5 Rekomendasi Film Horor Hollywood Terbaik di Tahun 2023
-
Film 'Frankenstein', Kisah Bocah Cilik dan Anjing Kesayangannya
-
5 Rekomendasi Film Animasi Superhero Terbaik, Ada Big Hero 6 dan The Incredibles
Ulasan
-
Ulasan Love in Contract: Menguji Arti Komitmen Lewat Bisnis Nikah Kontrak
-
Menguliti Sisi Gelap Dunia Kerja di Novel Kami (Bukan) Jongos Berdasi
-
Mengungkap Wajah Kelam Kemiskinan dan Ketidakadilan di Buku Oliver Twist
-
Membaca Pikiran Orang Seperti Membaca Buku: Memahami Bahasa Tubuh Manusia
-
Novel Salt to the Sea: Mengenang Tragedi Maritim Terbesar dalam Sejarah
Terkini
-
Tren Renting Generation: Mengapa Anak Muda Pilih Sewa Dibanding Setor KPR?
-
Sinopsis Akka, Series Kriminal India Terbaru Radhika Apte di Netflix
-
Jadwal dan Prediksi Liga Champions: Misi Bangkit Barcelona hingga Manchester United
-
Soroti Aksi 28 Oktober, LBH Yogyakarta Ungkap 32 Korban dan Dugaan Kekerasan
-
Sisi Gelap 'Magang': Kerja Profesional, Kenapa Dihargai Upah Sukarela?