Jika kamu ingin merasakan nuansa Eropa tanpa perlu perjalanan jauh, Malang memiliki destinasi wisata yang menakjubkan, yaitu Taman Bunga Santerra De Laponte.
Sejak dibuka pada 24 Desember 2019, taman bunga ini menarik perhatian pengunjung dengan bangunan bergaya Belanda dan suasana sejuk di ketinggian 1200 mdpl.
Dengan luas lahan mencapai 4 hektar, Santerra De Laponte menampilkan lebih dari 700 jenis bunga berwarna-warni yang manjakan mata. Konsep taman ini mengusung sentuhan little Korea dan Belanda, dengan replika bangunan ala Asia-Eropa yang sangat memikat.
Suasana Taman Bunga Santerra De Laponte
Pengunjung akan merasakan sensasi berada di luar negeri dengan ornamen warna-warni, taman bunga yang luas, dan suasana yang tak terlupakan.
Taman bunga ini berlokasi di Jalan Raya Madya Jurangrejo, Pandesari, Kec. Pujon, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Pintu masuknya dapat dikenali dari papan nama melengkung yang bertuliskan "San Terra De Laponte".
Harga Tiket Masuk Santerra De Laponte
Untuk tiket masuk ke Taman Bunga Santerra De Laponte dibanderol seharga Rp30 ribu pada hari kerja dan Rp35 ribu pada akhir pekan. Untuk anak-anak di bawah usia 3 tahun dapat masuk secara gratis.
Tempat wisata ini buka mulai pukul 08.00 hingga 17.00 WIB pada hari kerja, dan 08.00 hingga 17.30 WIB pada akhir pekan dan libur nasional.
Selain menyajikan taman bunga yang indah, Santerra De Laponte menawarkan berbagai macam wahana permainan anak seperti, bumper car, rumah balon, trampolin, otopet, dan lainnya. Harga tiket untuk wahana ini berkisar antara Rp10 ribu hingga Rp30 ribu per orang.
Pengunjung juga dapat menyewa kostum ala Korea dengan harga mulai dari Rp30 ribu untuk anak-anak dan Rp50 ribu untuk dewasa, dengan durasi 30 menit. Fasilitas lain yang ditawarkan tempat wisata ini meliputi food court, tempat parkir luas, toilet umum, dan mushola.
Jarak Taman Bunga Santerra De Laponte dari Alun-alun Kota Batu sekitar 7 km dengan waktu tempuh sekitar 15 menit menggunakan kendaraan pribadi. Rute perjalanan dimulai dari Alun-alun Kota Batu, mengikuti Jalan Panglima Sudirman, dan melalui Jalan Trunojoyo sejauh 5 km.
Jangan lupa mencari referensi foto sebelum berkunjung agar momen berharga kamu tetap terabadikan dengan baik!
Baca Juga
-
Ulasan Buku The Art of Stoicism, Misi Pencarian Makna tentang Kehidupan
-
Fenomena Job Hugging, Tanda Loyalitas atau Karier Stagnan?
-
Mengubah Hobi Jadi Gaya Hidup Sehat Lewat Olahraga Futsal
-
Futsal dan Tren Urbanisasi: Solusi Ruang Terbatas di Lingkup Perkotaan
-
Bukan Sekadar Hobi, Futsal sebagai Investasi Kesehatan Jangka Panjang
Artikel Terkait
-
Chatten Cafe, Tempat Ngopi Baru dengan View 360 Derajat di Batu
-
4 Rekomendasi Tempat Sarapan di Malang, Enak dan Murah!
-
Rekomendasi 5 Destinasi Wisata di Surabaya untuk Liburan Tahun Baru 2024
-
Kronologi Suami Bunuh Istri di Malang, Dimutilasi Demi Hilangkan Jejak
-
Taman Rekreasi Selecta, Wisata Alam dengan Ragam Wahana Menarik di Batu
Ulasan
-
Novel 14 Days Isabella: Seni Mencintai Diri di Tengah Keluarga yang Retak
-
Kejujuran yang Diadili: Membaca Absurditas dalam 'Orang Asing' karya Albert Camus
-
Review Never Back Down (2008): Film dengan Latar Belakang Seni Bela Diri Campuran!
-
Kejamnya Label Sosial Tanpa Pandang Umur di Novel 'Dia yang Haram'
-
Tanah Gersang: Kritik Tajam Mochtar Lubis Tentang Moral di Ibukota
Terkini
-
Ubed Juara Thailand Masters 2026, Taklukkan Tuan Rumah Lewat Laga Dramatis
-
Zaskia Sungkar Bagikan Perkembangan Kehamilan usai Masuki Trimester Tiga
-
Bencana Medis dari Piring Makan Yudis
-
4 Rekomendasi HP Badak untuk Anak: Perangkat Tangguh Tahan Banting, Harga Mulai Rp 1 Jutaan
-
Meskipun Meredup, Penggemar Liga Indonesia Harus Berterima Kasih ke Rafael Struick! Kok Bisa?